Connect with us

Internasional

Harga Minyak Dunia Meroket usai Kapal-Kapal di Selat Hormuz Diserang

Harga minyak dunia melonjak tajam setelah kapal-kapal di dekat Selat Hormuz diserang.

Logompn

Published

on

Selat Hormuz Ditutup, Harga Minyak Dunia Naik Imbas Konflik di Timur Tengah
Lalu lintas Selat Hormuz pada 28 Februari | Gambar: Seatrade Maritime News

MPN Indonesia 2 Maret 2026 - Harga minyak dunia melonjak tajam setelah kapal-kapal di dekat Selat Hormuz diserang.

Sebelumnya, Iran sendiri telah mengumumkan akan menutup Selat Hormuz imbas serangan Israel dan Amerika Serikat yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Sabtu (28/2).

Setidaknya tiga kapal tanker dilaporkan terkena serangan di sekitar Selat Hormuz. Dua di antaranya mengalami kerusakan akibat proyektil tak dikenal.

Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) mengonfirmasi laporan tersebut dan menambahkan bahwa awak kapal dalam kondisi selamat.

Lonjakan harga minyak terjadi seiring meningkatnya kekhawatiran akan gangguan pasokan dari kawasan produsen utama dunia.

Dikutip MPN Indonesia dari BBC, pada perdagangan di Asia Senin (2/3) pagi, minyak mentah Brent naik lebih dari 7% menjadi USD78,25 per barel, sementara minyak yang diperdagangkan AS naik 7,3% menjadi USD71,93.

Selat Hormuz adalah Jalur Vital Dunia

Selat Hormuz merupakan jalur vital yang dilintasi sekitar 20% minyak mentah dunia dan hampir seperlima pengiriman gas alam cair global.

Penutupan jalur ini menyebabkan pengiriman internasional nyaris terhenti di pintu masuk selat, memicu kepanikan di pasar komoditas global.

“Selat tersebut secara efektif tertutup. Kapal-kapal telah mengambil tindakan pencegahan untuk tidak masuk karena risikonya terlalu tinggi dan biaya asuransi mereka telah meroket,” kata Homayoun Falakshahi dari Kpler kepada BBC News.

Serangan militer juga menyebabkan sejumlah perusahaan pelayaran menyesuaikan rute.

Maersk, grup pelayaran kontainer asal Denmark, menyatakan telah menghentikan pelayaran melalui Selat Bab el-Mandeb dan Terusan Suez serta mengalihkan jalur ke sekitar Tanjung Harapan.

OPEC+ Tambah Produksi Minyak

Di tengah lonjakan harga minyak dunia, OPEC+, yang mencakup negara-negara penghasil minyak seperti Arab Saudi dan Rusia, sepakat untuk menambah produksi sebesar 206.000 barel per hari.

Baca Juga:  Trump Minta AS Bebas TKDN, Istana Sebut Bisa Menguntungkan RI

Namun, beberapa analis menilai langkah ini tidak akan cukup untuk menekan harga jika konflik terus berlanjut.

“Kekacauan dan pemboman di Timur Tengah pasti akan menjadi katalis untuk mengganggu distribusi minyak secara global, yang pasti akan menyebabkan kenaikan harga,” kata Presiden AA, Edmund King.

“Besarnya dan lamanya kenaikan harga minyak bergantung pada berapa lama konflik berlangsung,” tambah dia.

(ADN/NID/RAD)

Trending