Internasional
Harta Lenyap Rp852 Triliun, Elon Musk Tetap jadi Orang Terkaya di Dunia
Elon Musk kehilangan US$52 miliar sejak awal 2025 akibat penurunan saham Tesla, namun tetap menjadi orang terkaya di dunia dengan kekayaan US$380 miliar.
MPN Indonesia 27 Februari 2025 - Elon Musk mengalami penurunan kekayaan senilai US$52 miliar atau sekitar Rp852 triliun sejak awal 2025.
Meskipun demikian, ia tetap mempertahankan posisinya sebagai orang terkaya di dunia.
Menurut Bloomberg Billionaires Index, saham Tesla, perusahaan otomotif yang dimiliki Musk, mengalami penurunan hingga 8 persen sebelum penutupan pasar pada Selasa (26/2).
Penurunan ini berkontribusi terhadap penurunan nilai pasar Tesla, yang kini berada di bawah US$1 triliun atau sekitar Rp16.389 triliun untuk pertama kalinya sejak November 2024.
Asosiasi Produsen Mobil Eropa mencatat bahwa penjualan Tesla di wilayah Eropa mengalami penurunan hingga 45 persen pada bulan sebelumnya.
Elon Musk Masih Orang Terkaya Dunia Meski Alami Kerugian
Meskipun mengalami kerugian signifikan, Elon Musk masih menduduki peringkat pertama dalam daftar orang terkaya di dunia.
CNN melaporkan bahwa total kekayaan Musk saat ini mencapai US$380 miliar atau sekitar Rp6.227 triliun.
Jumlah ini masih lebih tinggi US$144 miliar atau sekitar Rp2.359 triliun dibandingkan dengan CEO Meta, Mark Zuckerberg, yang berada di posisi kedua dalam daftar orang terkaya dunia.
Beberapa faktor diduga berkontribusi terhadap penurunan saham Tesla, termasuk meningkatnya persaingan dari produsen mobil listrik asal China serta berkurangnya permintaan di Amerika Serikat.
Kekayaan Elon Musk Naik Rp1.360 Triliun Usai Pemilu AS 2024
Di sisi lain, meskipun mengalami penurunan nilai saham Tesla, kekayaan Elon Musk secara keseluruhan masih meningkat sejak Pemilu AS 2024 pada akhir November 2024.
Ia bertambah kaya sebesar US$83 miliar atau sekitar Rp1.360 triliun dalam periode tersebut.
Kedekatan Musk dengan Presiden AS Donald Trump disebut-sebut menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan kekayaannya.
Ia diketahui mendukung Trump selama kampanye dan kini memimpin Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) di pemerintahan Trump.
Sejumlah investor percaya bahwa pengaruh Musk dalam pemerintahan baru akan membuka peluang deregulasi yang dapat menguntungkan Tesla dan bisnis lainnya yang ia miliki.
Selain Tesla, Elon Musk memiliki berbagai perusahaan besar lainnya, seperti SpaceX, media sosial X, Neuralink, xAI, dan Boring Company.
Keberagaman portofolio bisnisnya memungkinkan Musk untuk tetap mempertahankan kekayaannya meskipun beberapa asetnya mengalami fluktuasi nilai pasar.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
