Internasional
Helikopter Medis Milik Kementerian Kesehatan Malaysia Jatuh, Lima Orang Tewas
Helikopter Doctor Flying Service jatuh di Long Lellang, Sarawak. Seorang pilot dan empat tenaga kesehatan meninggal dalam kecelakaan tersebut.
MPN Indonesia 10 September 2026 - Helikopter yang digunakan dalam program Doctor Flying Service milik Kementerian Kesehatan Malaysia jatuh di dekat Bandara Long Lellang Short Take-Off and Landing (STOLport), Sarawak, pada Selasa (8/9) sekitar pukul 15.40 waktu setempat.
Kecelakaan tersebut mengakibatkan seluruh lima orang di dalam helikopter meninggal dunia.
Para korban terdiri dari seorang pilot dan empat tenaga kesehatan yang sedang menjalankan tugas resmi untuk memberikan layanan medis ke wilayah pedalaman.
Kepala Komite Manajemen Bencana Divisi Miri, Galong Luang, mengonfirmasi seluruh penumpang meninggal dunia dalam insiden tersebut.
“Kelima orang yang berada di dalam pesawat tersebut meninggal dunia, sebagaimana dikonfirmasi laporan dari dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan serta kementerian kesehatan,” ujar Galong, dikutip MPN Indonesia dari The Star, Kamis (10/9).
Helikopter tersebut diketahui berangkat dari Kota Miri menuju Long Lellang dalam misi Doctor Flying Service.
Program layanan kesehatan pemerintah Malaysia tersebut bertujuan menjangkau masyarakat di daerah terpencil yang sulit diakses melalui jalur darat.
Korban Kecelakaan
Seluruh korban yang berada di dalam helikopter merupakan personel yang bertugas dalam misi pelayanan kesehatan.
Korban terdiri dari:
- Pilot
- Seorang dokter/petugas medis
- Seorang asisten petugas medis
- Dua perawat
Menteri Kesehatan Malaysia Dzulkefly Ahmad menyatakan empat penumpang merupakan tenaga kesehatan Kementerian Kesehatan Malaysia yang sedang menjalankan tugas resmi saat kecelakaan terjadi.
Proses Evakuasi
Berdasarkan informasi awal dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Bandara Miri (AFRS), helikopter jatuh di dekat ujung landasan pacu Bandara Long Lellang STOLport sekitar pukul 15.40 waktu setempat.
Menteri Kesehatan Malaysia Dzulkefly Ahmad mengatakan fasilitas kesehatan telah disiapkan untuk menerima korban setelah proses evakuasi selesai.
“Rumah Sakit Miri sepenuhnya siap menerima para korban segera setelah mereka dievakuasi dari lokasi kejadian,” ujar Dzulkefly, dikutip MPN Indonesia dari New Strait Times, Kamis (10/9).
Pencarian Terkendala Kabut Asap
Proses pencarian dan evakuasi sempat mengalami kendala akibat kondisi kabut asap yang menyelimuti wilayah Sarawak.
Komisaris Polisi Sarawak Mohamad Zainal Abdullah mengatakan tim penyelamat tidak dapat memanfaatkan jalur udara untuk mencapai lokasi kecelakaan karena jarak pandang yang terbatas.
Selain itu, lokasi jatuhnya helikopter berada di kawasan terpencil yang membutuhkan waktu sekitar 10 jam perjalanan melalui jalur darat.
Kondisi tersebut membuat proses penanganan dan evakuasi menjadi lebih sulit.
(RAD/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
