Connect with us

Internasional

Iran Bantah Keras Tuduhan AS atas Rencana Pembunuhan Donald Trump

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menanggapi tuduhan AS yang menyebut Iran merencanakan pembunuhan terhadap Donald Trump.

Arthur

Published

on

Iran Bantah Keras Tuduhan AS atas Rencana Pembunuhan Donald Trump
Iran Bantah Keras Tuduhan AS atas Rencana Pembunuhan Donald Trump. Gambar : presstv.ir

MPN Indonesia 11 November 2024 - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa Iran tidak terlibat dalam dugaan rencana pembunuhan Presiden terpilih Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

Pernyataan ini merespons klaim dari pemerintah AS yang menuduh Garda Revolusi Iran merencanakan serangan terhadap Trump.

Araghchi, dalam keterangannya pada Minggu (10/11), menyebut tuduhan tersebut sebagai “komedi kelas tiga” yang dibuat-buat.

Melalui media sosial, Araghchi menanggapi klaim Washington yang menuduh adanya instruksi dari Teheran terkait rencana tersebut.

Menurutnya, tuduhan itu hanya memperkeruh hubungan antara kedua negara dan menyatakan harapan agar AS dan Iran mulai membangun kepercayaan di masa depan.

Iran Hormati Keputusan Politik AS

Dalam pernyataannya, Araghchi menekankan bahwa Iran menghormati hasil pemilihan presiden AS yang mengantarkan Donald Trump sebagai presiden.

Ia menegaskan Iran tidak campur tangan dalam urusan politik AS dan menghargai hak warga AS dalam menentukan pemimpin mereka.

“Rakyat Amerika telah membuat pilihan, dan Iran menghormati hak mereka dalam memilih presiden,” ujar Araghchi.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa Iran menekankan pentingnya saling menghormati sebagai dasar hubungan internasional.

Ia juga menambahkan bahwa membangun hubungan yang sehat hanya dapat terwujud dengan rasa hormat dari kedua belah pihak.

Sikap Iran Terhadap Senjata Nuklir

Pada kesempatan yang sama, Araghchi juga menegaskan bahwa Iran tidak berniat mengembangkan senjata nuklir.

Menurutnya, kebijakan Iran didasarkan pada ajaran Islam dan keamanan nasional, yang sejalan dengan prinsip perdamaian internasional.

“Iran TIDAK mengejar senjata nuklir. Kebijakan ini didasarkan pada ajaran Islam dan perhitungan keamanan nasional kami,” tegas Araghchi.

Baca Juga:  Kemlu Kecam Keras Tindakan Israel yang Culik Dua Jurnalis Republika

Pernyataan ini ditujukan untuk meredakan kekhawatiran negara-negara yang meragukan niat Iran terkait program nuklirnya.

Dugaan Keterlibatan Israel dalam Tuduhan Rencana Pembunuhan

Sebelumnya, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyebut tuduhan rencana pembunuhan tersebut sebagai konspirasi yang dimotori Israel dan kelompok oposisi Iran di luar negeri.

Menurut Baghaei, mereka diduga mencoba memperburuk hubungan AS dan Iran di tengah perubahan politik di Washington.

Baghaei menyebut tuduhan itu sebagai tindakan yang ‘menjijikkan’ dan menilai bahwa klaim tersebut hanya akan memperumit relasi kedua negara.

Ia juga menuding bahwa pihak-pihak tertentu memanfaatkan situasi untuk mencegah perbaikan hubungan antara Teheran dan Washington.

Hubungan AS-Iran

Di tengah ketegangan ini, beberapa analis Iran memprediksi adanya kemungkinan pelonggaran hubungan AS-Iran di bawah pemerintahan Donald Trump.

Saeed Laylaz, seorang analis politik dari Teheran, mengatakan meskipun hubungan diplomatik penuh sulit tercapai, kemungkinan pembicaraan tetap ada jika ancaman keamanan terhadap Iran dihilangkan.

“Iran akan bertindak berdasarkan kepentingannya. Ada kemungkinan pembicaraan rahasia antara Teheran dan Washington. Jika ancaman terhadap keamanan Republik Islam dihilangkan, segala sesuatu mungkin terjadi,” kata Laylaz.

Kekhawatiran Iran terhadap Potensi Konflik dengan Israel

Di sisi lain, Iran tetap waspada terhadap Israel, musuh bebuyutannya.

Dengan keterlibatan Israel dalam konflik dengan sekutu Iran di Gaza dan Lebanon, para pemimpin Iran khawatir akan potensi konflik besar di kawasan Timur Tengah.

Ketegangan ini membuat Iran memprioritaskan kebijakan keamanan nasional yang defensif.

Trending