Connect with us

Internasional

Iran Minta Embargo Senjata untuk Israel dan Pengusiran dari PBB Pasca Serangan di Suriah

Iran menyerukan PBB untuk memberlakukan embargo senjata terhadap Israel dan mengeluarkan negara tersebut dari keanggotaan PBB.

Actress 1299250

Published

on

Iran Minta Embargo Senjata untuk Israel dan Pengusiran dari PBB Pasca Serangan di Suriah
Iran Minta Embargo Senjata untuk Israel dan Pengusiran dari PBB Pasca Serangan di Suriah. Gambar : Anadolu Agency

MPN Indonesia 11 November 2024 - Kementerian Luar Negeri Iran meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memberlakukan embargo senjata terhadap Israel serta mengeluarkan negara tersebut dari keanggotaan PBB.

Permintaan ini muncul pada Minggu (10/11), usai serangan udara yang menghantam wilayah Suriah dan menewaskan sembilan orang, termasuk seorang komandan kelompok Hizbullah yang memiliki hubungan erat dengan Iran.

Kecaman Iran terhadap Serangan di Suriah

Dalam pernyataannya yang disiarkan oleh kantor berita AFP pada Senin (11/11), juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengecam keras serangan tersebut.

Baghaei menyebut aksi tersebut sebagai tindakan agresi oleh “rezim Zionis” dan menargetkan “bangunan tempat tinggal.”

Serangan udara itu menghantam sebuah apartemen yang ditempati oleh anggota Hizbullah, kelompok bersenjata asal Lebanon yang didukung Iran.

Iran menilai serangan ini sebagai pelanggaran terhadap prinsip-prinsip hukum internasional dan memperingatkan bahwa tindakan semacam itu hanya akan meningkatkan ketegangan di kawasan.

Seruan Embargo Senjata dan Pengusiran Israel dari PBB

Selain mengutuk serangan, Iran menyerukan agar komunitas internasional bertindak tegas terhadap Israel.

Baghaei menegaskan pentingnya pemberlakuan embargo senjata terhadap Israel guna mencegah terulangnya insiden serupa.

Ia juga meminta pengusiran Israel dari PBB, dengan alasan bahwa tindakan Israel yang menyerang negara-negara tetangganya bertentangan dengan prinsip-prinsip perdamaian dunia.

Iran menilai bahwa langkah seperti embargo senjata dan pengusiran dari keanggotaan PBB diperlukan sebagai bentuk tanggung jawab atas dugaan kejahatan perang yang dilakukan Israel.

Ketegangan berkepanjangan antara Iran dan Israel kerap kali dipicu oleh isu hukum internasional, dengan Iran yang secara konsisten menuding Israel melanggar aturan melalui aksi militernya di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga:  Kemenkes Hentikan PPDS Unsri Buntut Kasus Bullying dan Pemerasan

Korban Tewas dalam Serangan dan Dampaknya

Menurut Syrian Observatory for Human Rights, organisasi pemantau konflik yang berbasis di Inggris, serangan ini menewaskan sembilan orang, termasuk empat warga sipil Suriah—seorang wanita dan tiga anaknya—serta lima anggota Hizbullah, di antaranya seorang komandan yang berkewarganegaraan Lebanon.

Direktur Observatorium, Rami Abdel Rahman, menyebutkan bahwa komandan tersebut aktif di Suriah.

Observatorium ini, yang memiliki jaringan informan di Suriah, mencatat bahwa serangan tersebut mencerminkan ketegangan berkelanjutan antara Israel, Iran, dan kelompok-kelompok bersenjata di Suriah.

Meski identitas komandan Hizbullah yang tewas belum diungkap, kehadirannya di Suriah menunjukkan aktivitas operasional Hizbullah di tengah konflik yang berlangsung lama di negara tersebut.

Ketegangan Iran-Israel dan Implikasi Hukum Internasional

Hubungan Iran dan Israel terus memanas, terutama seputar aktivitas militer dan dukungan Iran terhadap kelompok bersenjata di Timur Tengah.

Iran secara konsisten mendukung Hizbullah dan mengecam aksi militer Israel yang menargetkan kelompok tersebut.

Dalam konteks ini, Iran menganggap serangan di Suriah sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional dan kejahatan perang, khususnya karena menimbulkan korban sipil.

Sementara itu, Israel berpendapat bahwa kehadiran milisi yang didukung Iran di Suriah dan Lebanon mengancam keamanan nasionalnya.

Ketegangan ini kerap memicu aksi militer di wilayah perbatasan dan serangan udara yang berulang kali terjadi.

Reaksi dan Tanggapan Internasional

Meski Iran telah menyampaikan permintaan ini secara resmi, hingga kini belum ada tanggapan dari pihak Israel maupun dari PBB terkait seruan embargo senjata dan pengusiran tersebut.

Namun, permintaan Iran ini diperkirakan akan semakin memperburuk hubungan yang sudah lama tegang antara Iran dan Israel.

Trending