Internasional
Kerusuhan di Los Angeles, Ribuan Orang Tuntut Pembebasan Pemimpin Serikat Pekerja David Huerta
Ribuan massa berkumpul menggelar demonstrasi di Grand Park, pusat kota Los Angeles, Senin (9/6).
MPN Indonesia 10 Juni 2025 - Ribuan anggota serikat pekerja, aktivis hak imigran, dan pendukung mereka berkumpul menggelar demonstrasi di Grand Park, pusat kota Los Angeles, Senin (9/6).
Aksi ini digelar untuk menuntut pembebasan David Huerta, Presiden Serikat Pekerja SEIU California, yang ditangkap dan mengalami cedera saat penggerebekan oleh lembaga imigrasi (ICE) pekan lalu.
Kontras dengan keramaian aksi, pusat kota sekitar tampak sunyi, dipenuhi coretan vandalisme, serta dijaga ketat oleh kendaraan polisi dan Garda Nasional.
Kritik Terhadap Penggerebekan ICE
Presiden SEIU Local 2015, Arnulfo De La Cruz, menyampaikan bahwa penggerebekan oleh ICE sangat meresahkan dan berdampak buruk bagi komunitas.
Ia menekankan bahwa kekacauan yang terjadi bukan dimulai oleh para pekerja imigran.
“Razia ICE berdampak traumatis dan menghancurkan komunitas kami,” ujarnya, dikutip MPN Indonesia dari LA Times, Selasa (10/6).
Ia juga menyoroti bahwa ribuan pekerja imigran di Los Angeles kini harus melewati penjagaan ketat aparat, termasuk Garda Nasional dan LAPD, untuk pergi bekerja—dengan ketakutan tidak bisa pulang atau anak-anak mereka tidak bisa dijemput dari sekolah.
Penangkapan David Huerta
David Huerta, 58 tahun, ditangkap pada Jumat (6/6) saat merekam razia ICE di Distrik Fashion, Los Angeles.
Menurut anggota serikat, saat itu ia tengah menjalankan hak Amandemen Pertamanya.
Namun, otoritas federal menyatakan Huerta menghalangi kendaraan mereka dan mengganggu operasi penegakan hukum.
Dalam sebuah video, terlihat Huerta didorong oleh petugas bersenjata hingga terjatuh dan membentur trotoar. Ia sempat dirawat di rumah sakit sebelum dipindahkan ke Metropolitan Detention Center.
Reaksi Keluarga dan Pendukung
Dua keponakan Huerta, Raymond dan Thomas Magdelino Gutierrez, turut hadir dalam aksi damai.
Thomas menyatakan kekhawatirannya terhadap keselamatan sang paman di tahanan federal. Ia juga merasa sedih dan takut melihat kehadiran Garda Nasional di jalanan Los Angeles.
Meski menyayangkan aksi vandalisme yang merusak bangunan, ia memahami kemarahan masyarakat.
“Bangunan bisa diperbaiki, tapi keluarga yang tercerai-berai tidak bisa dipulihkan,” katanya.
Jason Petty, musisi berusia 46 tahun dari Boyle Heights, juga hadir dalam aksi. Ia menilai pengerahan militer sangat berlebihan.
“Ini bentuk kekejaman yang disengaja,” ujarnya.
Di tengah kerumunan, tokoh hak sipil dan aktivis buruh berusia 95 tahun, Dolores Huerta, turut berorasi.
Ia mengajak massa untuk terus mengedepankan aksi damai seperti yang dilakukan Mahatma Gandhi di India.
“Kalau Gandhi bisa menang lewat tanpa kekerasan, bisakah kita juga menang?” tanyanya kepada massa.
“Bisa!” jawab kerumunan serempak.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
