Connect with us

Internasional

Kisah Punch, Bayi Monyet yang Diusir Ibunya dan Hanya Bisa Memeluk Boneka

Punch, bayi monyet makaka Jepang, sempat viral karena dirundung kawanannya dan mencari rasa aman pada boneka orangutan IKEA.

Logompn

Published

on

Cerita Sedih Punch Bayi Monyet yang Dibully Kawanan & Ditolak Induknya, Cari Perlindungan dari Boneka
Cerita Sedih Punch Bayi Monyet yang Dibully Kawanan & Ditolak Induknya, Cari Perlindungan dari Boneka. Gambar: Reuters/Kim Kyung-Hoon

MPN Indonesia 19 Februari 2026 - Punch, seekor bayi monyet makaka Jepang berusia 7 bulan, mengalami perundungan dari kawanan dan penolakan dari induknya di Kebun Binatang Kota Ichikawa, Jepang.

Lahir pada Juli 2025 di tengah gelombang panas, Punch ditinggalkan oleh induknya yang kemungkinan tidak mampu merawatnya karena ini adalah kelahiran pertama dan stamina yang menurun akibat cuaca ekstrem.

Sejak itu, Punch dibesarkan oleh para penjaga kebun binatang dan mencari kenyamanan dari boneka orangutan yang menjadi teman satu-satunya.

Punch kesulitan berinteraksi dengan kawanan setelah diperkenalkan ke kelompoknya pada Januari 2026. Ia kerap diusir oleh monyet dewasa dan bermain sendirian.

Upaya bersosialisasi seperti mendekati monyet lain atau mencoba bercanda kerap berakhir dengan dimarahi.

Sebuah video memperlihatkan Punch diseret oleh monyet dewasa, memicu kekhawatiran di kalangan publik.

“Meskipun Punch dimarahi (oleh monyet lain), dia menunjukkan kekuatan mental dan ketahanan,” ujar pihak kebun binatang, dikutip MPN Indonesia melalui ABC pada Selasa, (24/2).

Dalam upaya mencari perlindungan, Punch menjadikan boneka orangutan dari IKEA sebagai objek kenyamanan dan keamanannya.

Boneka itu dipeluk dan dibawanya ke mana-mana, bahkan saat ia ketakutan atau dikucilkan oleh kawanan lain.

Kosuke Kano, penjaga hewan di kebun binatang tersebut, mengatakan kepada TBS News Dig bahwa Punch langsung menyukai boneka itu dan menjadikannya sumber rasa aman.

“Punch hampir langsung menyukai boneka binatang itu dan kini boneka itu telah menjadi sumber rasa aman baginya,” ujarnya.

Punch Bersosialisasi

Punch diperkenalkan ke kelompoknya di area “gunung monyet” di kebun binatang pada bulan Januari 2026.

Tanpa induk yang membimbingnya, Punch kesulitan memahami struktur sosial monyet makaka Jepang yang sangat bergantung pada pengamatan dari induk.

Baca Juga:  Arab Saudi Menyelenggarakan Nikah Massal, Diikuti 300 Pengantin dan Dapat Hadiah Rumah hingga Mobil

Ia sering terlihat menyendiri dan menghindar setelah diusir dari interaksi.

Takashi Yasunaga, kepala divisi kebun binatang dan taman botani Pemerintah Kota Ichikawa menjelaskan Punch awalnya waspada terhadap monyet-monyet lain ketika pertama kali diperkenalkan kepada mereka bulan lalu. Namun, ia secara bertahap mulai beradaptasi.

Yasunaga menambahkan bahwa Punch kini memiliki kepribadian yang aktif dan tak kenal takut dan secara proaktif mencoba berkomunikasi dengan monyet lain.

Kebun binatang juga menyebutkan bahwa perilaku monyet dewasa yang menyeret Punch terjadi karena Punch mencoba berinteraksi dengan bayi makaka lain dan induk bayi tersebut campur tangan sebagai bentuk perlindungan.

Video terbaru menunjukkan ia mulai duduk bersama monyet dewasa, dirawat, dan bahkan menerima pelukan — yang merupakan indikasi diterimanya dalam kelompok sosial.

Situasinya mulai membaik bulan ini ketika para penjaga kebun binatang mengunggah bahwa ia secara bertahap berintegrasi, seperti bercanda menyenggol yang lain dan dimarahi

Kehadiran Boneka sebagai Teman Punch

Sejak bayi, Punch mengandalkan kontak fisik dengan pengasuhnya untuk rasa aman dan penguatan otot.

Karena tidak memiliki induk, pihak kebun binatang mencoba alternatif seperti handuk dan bahkan boneka jerapah, namun Punch lebih memilih boneka orangutan.

Boneka tersebut dinamai “Ora-mama” oleh penjaga, terinspirasi dari bentuknya yang menyerupai monyet dengan bulu panjang dan mudah digenggam.

Shunpei Miyakoshi, penjaga hewan di kebun binatang, menyatakan kepada ANN News bahwa bayi makaka biasanya memeluk induknya untuk kenyamanan.

Kebun binatang tersebut mencoba handuk yang digulung sebagai pengganti, dan bahkan seekor jerapah. Tetapi Punch sangat menyukai mainan primata tersebut.

Boneka orangutan dari IKEA yang digunakan Punch, yaitu Djungelskog, menjadi produk terlaris di Jepang, AS, dan Korea Selatan.

Baca Juga:  Mesin Mati saat Lepas Landas, United Airlines Putar Balik ke Bandara Dulles

IKEA menyatakan bahwa selama beberapa hari terakhir mereka melihat peningkatan penjualan yang signifikan.

“Yang terpenting bagi kami bukanlah dia tetap menggunakan produk kami tetapi bahwa dia didukung sesuai dengan kecepatannya sendiri — dan bahwa teman mainan lunaknya dapat terus membantunya mengatasi kesulitan sampai dia benar-benar siap untuk melepaskannya,” kata Karin Blindh, Pedersen dari tim mainan anak-anak IKEA.

Antusiasme Pengunjung

Popularitas Punch meningkat tajam sejak kemunculan video yang memperlihatkan dirinya berinteraksi dengan boneka orangutan dan pengasuhnya.

Tagar #HangInTherePunch, viral di berbagai platform seperti X, Instagram, dan Reddit.

Selama akhir pekan, sekitar 8.000 orang mengunjungi Kebun Binatang Kota Ichikawa, lebih dari dua kali lipat pengunjung pada akhir pekan yang sama tahun sebelumnya.

Lebih dari 100 pengunjung berkumpul di sekitar kandang untuk melihat Punch.

(ADN/NID/RAD)

Trending