Connect with us

Internasional

Konflik Kamboja dan Thailand Memanas Lagi! Trump bakal Turun Tangan

Ketegangan Thailand-Kamboja kembali memanas, memicu lebih dari 500 ribu warga mengungsi, memakan korban jiwa, dan berdampak pada SEA Games 2025.

Logompn

Published

on

Konflik kamboja dan thailand memanas lagi! trump bakal turun tangan
Konflik Kamboja dan Thailand. Gambar : Reuters/Athit Perawongmetha

MPN Indonesia 11 Desember 2025 - Ketegangan di perbatasan Thailand dan Kamboja kembali meningkat sejak awal pekan, memicu eksodus lebih dari 500.000 warga.

Konflik perbatasan ini merupakan lanjutan dari sengketa panjang yang sebelumnya sempat mereda setelah gencatan senjata pada Oktober lalu.

Di Thailand, lebih dari 400.000 warga telah dievakuasi dari tujuh provinsi.

Juru Bicara Kementerian Pertahanan Thailand, Surasant Kongsiri, mengatakan bahwa evakuasi dilakukan karena terdapat ancaman langsung terhadap keselamatan warga.

“Warga sipil harus dievakuasi dalam jumlah besar karena apa yang kami nilai sebagai ancaman langsung terhadap keselamatan mereka. Lebih dari 400.000 orang telah dipindahkan ke tempat perlindungan yang aman di tujuh provinsi,” ujar Surasant kepada wartawan dalam konferensi pers, dikutip MPN Indonesia dari kantor berita AFP, Kamis (11/12).

Ia menambahkan, “Kami ingin mencegah terulangnya serangan terhadap warga sipil yang kami alami pada Juli 2025.”

Di Kamboja, sebanyak 101.229 warga juga telah dipindahkan ke lokasi aman.

“101.229 orang telah dievakuasi ke tempat penampungan aman dan rumah-rumah kerabat di lima provinsi, hingga Selasa malam,” ungkap Juru Bicara Kementerian Pertahanan Kamboja, Maly Socheata.

Pertempuran dan Korban Jiwa

Bentrokan kembali pecah pada Senin (8/12). Militer Thailand menyebut pihaknya merespons tembakan dari pasukan Kamboja di Provinsi Ubon Ratchathani, yang menewaskan satu tentara Thailand.

Thailand kemudian melancarkan serangan udara ke target militer di wilayah perbatasan sebagai balasan.

Kementerian Pertahanan Kamboja membantah tuduhan tersebut.

Mereka menyatakan bahwa justru pasukan Thailand yang lebih dulu menyerang wilayah mereka di Provinsi Preah Vihear.

Baca Juga:  Ibu di Thailand Bangun Penjara di Rumah untuk Mengurung Anak Kecanduan Narkoba

Akibat bentrokan ini, korban tewas tercatat terdiri dari satu tentara Thailand dan empat warga sipil Kamboja. Belasan orang lainnya dilaporkan luka-luka.

Pertempuran juga berlanjut sehari setelahnya, ketika militer Thailand menuduh pasukan Kamboja menembakkan roket serta menggunakan drone pembawa bom dan drone kamikaze ke pusat militer Thailand. Beberapa roket dilaporkan jatuh di wilayah sipil.

Dampak Konflik terhadap SEA Games 2025

Konflik turut berdampak pada pelaksanaan SEA Games 2025 di Thailand.

Kamboja memutuskan menarik seluruh atletnya dari ajang tersebut setelah sebelumnya hanya menarik diri dari delapan cabang olahraga.

Dalam surat resmi kepada CEO Federasi SEA Games, Chaiyapak Siriwat, Sekretaris Jenderal NOCC H.E. Vath Chamroeun menyatakan bahwa keputusan itu diambil karena meningkatnya kekhawatiran dari keluarga atlet.

“Karena adanya kekhawatiran serius dan permintaan dari keluarga para atlet kami agar kerabat mereka segera kembali ke tanah air, NOCC harus menarik seluruh delegasi kami dan mengatur kepulangan mereka ke Kamboja secepatnya demi alasan keamanan,” tulisnya, dikutip dari The Straits Times, Kamis (11/12).

Chamroeun juga menegaskan bahwa keputusan ini bukan langkah yang mudah diambil.

“Ini bukan keputusan yang mudah. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin muncul atas kepulangan lebih awal ini dan tetap berterima kasih atas pengertian dan dukungan Anda,” lanjut pernyataan tersebut.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang sebelumnya turut menengahi gencatan senjata Oktober lalu, menyatakan akan kembali melakukan upaya diplomatik.

“Dan saya benci mengatakan ini, salah satunya adalah Kamboja-Thailand, yang dimulai hari ini,” tegasnya dalam pidato kampanye di Pennsylvania.

Trump menambahkan, “Besok, saya harus menelepon, dan saya pikir mereka akan mengerti,” sebelum melanjutkan, “Siapa lagi yang bisa mengatakan, ‘Saya akan menelepon dan menghentikan perang antara dua negara yang sangat kuat’?”

Baca Juga:  Selisih Ranking FIFA Indonesia dan Thailand, Unggul Siapa?

Situasi Terkini di Wilayah Konflik

Pada Rabu (10/12), dentuman artileri terdengar dari arah kompleks kuil bersejarah di Kota Samraong, barat laut Kamboja.

Menjelang sore, ratusan keluarga meninggalkan pagoda yang sebelumnya dijadikan tempat penampungan.

“Pihak berwenang mengatakan tempat ini tidak lagi aman,” tutur Seut Soeung (30) kepada AFP.

Seorang polisi yang tidak disebutkan namanya mengatakan evakuasi dilakukan setelah jet tempur Thailand terbang dekat kawasan tersebut.

Imbauan untuk WNI

KBRI Phnom Penh mengimbau WNI di Poipet, Provinsi Banteay Meanchey, agar sementara pindah ke lokasi yang lebih aman.

Dalam pernyataannya di Instagram, KBRI menuliskan, “Memperhatikan perkembangan situasi keamanan di perbatasan Thailand-Kamboja, otoritas setempat di Kota Poipet, Provinsi Banteay Meanchey menyampaikan bahwa Poipet bukan termasuk wilayah konflik.”

Pernyataan tersebut dilanjutkan dengan imbauan, “Namun demikian, menimbang saat ini konflik belum mereda dan terdapat potensi meluas, maka disarankan bagi WNI di Poipet untuk sementara waktu pindah ke daerah yang lebih aman.”

WNI juga diminta mematuhi arahan otoritas lokal dan melaporkan diri melalui portal Peduli WNI.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending