Connect with us

Internasional

Ngeri! China, Rusia, hingga Arab Saudi Kecam Rencana Trump untuk Kuasai Gaza

Donald Trump usulkan pemindahan warga Gaza ke negara-negara tetangga. Hal ini mendapat kecaman keras dari China, Rusia, Arab Saudi, dan Mesir.

habigates

Published

on

Ngeri! China, Rusia, Hingga Arab Saudi Kecam Rencana Trump Untuk Kuasai Gaza
Ngeri! China, Rusia, hingga Arab Saudi Kecam Rencana Trump untuk Kuasai Gaza. Gambar: AFP/Omar Al Qattaa

MPN Indonesia 7 Februari 2025 - Rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengambil alih Gaza setelah pemindahan warganya ke negara-negara tetangga menuai kecaman dari berbagai negara, termasuk China, Rusia, dan Arab Saudi.

Ketiga negara tersebut menolak gagasan Trump yang dianggap bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum internasional dan hak-hak rakyat Palestina.

Rusia mengecam kebijakan hukuman kolektif yang diterapkan Trump, dan Arab Saudi menolak segala bentuk pemindahan paksa serta menegaskan dukungannya terhadap kemerdekaan Palestina.

China: Palestina Harus Memerintah Sendiri

Beijing secara resmi menolak rencana Trump terkait Gaza.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, menyatakan bahwa negaranya selalu mendukung hak rakyat Palestina untuk memerintah wilayah mereka sendiri.

“Kami menentang pemindahan paksa dan relokasi penduduk di Gaza,” ujar Lin Jian dalam konferensi pers yang dikutip oleh Anadolu.

China berharap semua pihak melihat gencatan senjata dan situasi pascakonflik sebagai kesempatan untuk mendorong solusi dua negara demi perdamaian yang berkelanjutan di Timur Tengah.

Pernyataan ini muncul setelah Trump mengumumkan rencananya untuk mengambil alih Jalur Gaza dan membangunnya kembali setelah merelokasi warga Palestina ke negara-negara tetangga.

Rencana ini menimbulkan kekhawatiran di komunitas internasional, terutama dari negara-negara yang selama ini mendukung Palestina.

Rusia: Rencana Trump Bentuk Hukuman Kolektif

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, menyampaikan penolakannya terhadap rencana Trump dan menuding Amerika Serikat menerapkan kebijakan hukuman kolektif terhadap rakyat Palestina.

“Mempraktikkan kebijakan hukuman kolektif adalah metode yang ditolak Rusia,” kata Lavrov, dikutip Anadolu Agency.

Baca Juga:  Unik! Amerika Serikat Gelar Lomba Balap Sperma Pertama di Dunia

Rusia menegaskan bahwa penyelesaian konflik internasional di Timur Tengah hanya dapat dicapai dengan solusi dua negara yang didukung oleh hukum internasional.

Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menambahkan bahwa Rusia akan terus mendukung Palestina dan berupaya mengembalikan masalah ini ke jalur diplomasi yang sesuai dengan prinsip keadilan.

Arab Saudi: Tolak Pemindahan Paksa Warga Palestina

Arab Saudi, sekutu AS di Timur Tengah, juga secara tegas menolak gagasan Trump untuk mengambil alih Gaza.

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyatakan bahwa kerajaan menentang segala bentuk pelanggaran terhadap hak-hak rakyat Palestina, termasuk pengusiran paksa dan pencaplokan tanah Palestina.

“Kerajaan Arab Saudi dengan tegas menolak segala bentuk pelanggaran terhadap hak-hak sah rakyat Palestina, termasuk upaya pengusiran paksa, pencaplokan tanah Palestina, atau perluasan pemukiman ilegal,” demikian pernyataan resmi Kemenlu Saudi yang dikutip oleh The Express Tribune.

Arab Saudi juga menegaskan bahwa komunitas internasional memiliki tanggung jawab untuk melindungi rakyat Palestina dan mencari solusi yang adil.

Negara tersebut menolak normalisasi hubungan dengan Israel sebelum Palestina memperoleh kemerdekaan.

Negara-Negara Lain Juga Menolak Rencana Trump

Selain China, Rusia, dan Arab Saudi, beberapa negara lain juga menyatakan ketidaksetujuan terhadap rencana Trump.

Presiden Mesir, Abdel Fatah El Sisi, menolak usulan pemindahan warga Gaza dengan alasan bahwa Mesir sudah menampung banyak pengungsi dan pemindahan lebih lanjut akan mengancam keamanan nasionalnya.

Menteri Luar Negeri Yordania, Ayman Safadi, juga menyatakan bahwa negaranya tidak akan menerima relokasi warga Gaza ke wilayahnya.

“Tanah Yordania untuk Yordania dan Palestina untuk Palestina,” tegas Safadi.

Sementara itu, Turki melalui Menteri Luar Negeri Hakan Fidan mengatakan bahwa rencana Trump akan memperburuk konflik internasional di kawasan dan dapat menimbulkan ketegangan yang lebih besar.

Baca Juga:  Kemenlu Buka Suara soal Isu Tampung 2 Juta Warga Gaza di Indonesia

Jerman pun menolak gagasan Trump dengan menyatakan bahwa Jalur Gaza adalah milik rakyat Palestina.

Menteri Luar Negeri Jerman, Annalena Baerbock, menegaskan bahwa pengusiran warga Palestina tidak dapat diterima.

PBB Kecam Rencana Pemindahan Warga Gaza

Kecaman terhadap rencana Trump juga datang dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Pelapor khusus PBB untuk wilayah Palestina, Francesca Albanese, menyebut rencana ini sebagai tindakan yang tidak bertanggung jawab dan melanggar hukum internasional.

“Apa yang diusulkannya adalah omong kosong. Itu akan memperburuk krisis regional,” ujar Albanese dalam konferensi pers di Kopenhagen, Denmark.

PBB bahkan menyerukan kepada seluruh negara anggotanya untuk mempertimbangkan pemberian sanksi terhadap Amerika Serikat sebagai bentuk protes terhadap kebijakan yang dianggap merugikan rakyat Palestina.

Trending