Connect with us

Internasional

Pakistan Sebut India Siap Luncurkan Serangan Militer dalam Waktu Dekat

Pakistan klaim India akan lancarkan serangan militer dalam 36 jam, picu ketegangan usai serangan mematikan di Kashmir. Dunia serukan deeskalasi.

Logompn

Published

on

Pakistan sebut india siap luncurkan serangan militer dalam waktu dekat
Pakistan Sebut India Siap Luncurkan Serangan Militer dalam Waktu Dekat. Gambar : Reuters/Anushree Fadnavis

MPN Indonesia 1 Mei 2025 - Pakistan mengklaim memiliki intelijen kredibel yang menunjukkan bahwa India berencana melancarkan serangan militer dalam waktu dekat, tepatnya dalam 24 hingga 36 jam ke depan.

Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Informasi Pakistan, Attaullah Tarar, pada Rabu (30/4), menyusul meningkatnya ketegangan antara kedua negara setelah serangan mematikan terhadap wisatawan di wilayah Kashmir yang dikuasai India.

Pakistan menuduh India menggunakan serangan tersebut sebagai dalih untuk menyerang, sementara India menuding Pakistan mendukung militan yang terlibat dalam insiden tersebut.

Tuduhan dan Penyangkalan Terkait Serangan di Pahalgam

Serangan yang terjadi pada Selasa (22/4) di dekat kota wisata Pahalgam menewaskan 26 orang dan menjadi insiden paling mematikan terhadap warga sipil dalam dua dekade terakhir di wilayah sengketa Kashmir.

Dalam serangan tersebut, pelaku dilaporkan memisahkan korban berdasarkan nama dan agama, dengan fokus pada pria Hindu.

Polisi India mengidentifikasi tiga dari empat penyerang, menyebut dua di antaranya sebagai warga negara Pakistan dan satu lainnya warga lokal dari Kashmir yang dikuasai India.

Pemerintah India menyebut para pelaku sebagai “teroris” yang terlibat dalam pemberontakan bersenjata di wilayah tersebut.

Namun, Islamabad membantah tuduhan tersebut dan menyerukan investigasi independen.

Respons Politik dan Militer

Pemerintah Pakistan menegaskan bahwa segala bentuk aksi militer dari India akan dibalas secara tegas.

“Setiap petualangan militer dari India akan direspons secara pasti dan tegas,” ujar Attaullah Tarar, dikutip MPN Indonesia melalui laman BBC, pada Kamis (1/5).

Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, meminta Amerika Serikat untuk menekan India agar menahan diri dan mengurangi eskalasi.

Baca Juga:  India Berencana Sebar Buaya dan Ular Berbisa untuk Jaga Perbatasan

Dalam percakapan dengan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, Sharif menyampaikan kekhawatiran atas tindakan India yang dianggap “memperalat air” setelah India menghentikan sementara partisipasinya dalam Perjanjian Air Indus.

India belum secara resmi memberikan komentar atas tuduhan ini.

Namun, Perdana Menteri India, Narendra Modi, telah menyatakan bahwa para pelaku dan dalang serangan di Pahalgam akan “dihukum melampaui bayangan mereka”, serta memberikan kebebasan kepada para petinggi militer India untuk menentukan respons negara.

Ketegangan di Perbatasan dan Kontak Militer

Sejak serangan tersebut, bentrokan senjata ringan antar pasukan di perbatasan telah terjadi selama enam malam berturut-turut.

Militer India menyebut insiden tersebut dimulai oleh pihak Pakistan.

Meski situasi memanas, komunikasi mingguan antara pejabat militer tinggi kedua negara tetap berlangsung pada Selasa (29/4), seperti yang dikonfirmasi oleh dua sumber militer India dan seorang pejabat Pakistan.

Selain itu, masing-masing negara telah mengambil langkah-langkah balasan.

India menangguhkan perjanjian pengelolaan air dengan Pakistan, sedangkan Islamabad menutup wilayah udara untuk maskapai India.

Tak lama berselang, India membalas dengan menutup wilayah udaranya bagi penerbangan Pakistan.

Tanggapan Internasional

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres, telah menghubungi kedua negara dan menekankan pentingnya mencegah konfrontasi yang bisa membawa konsekuensi tragis.

Pemerintah Inggris juga mengimbau agar komunitas India dan Pakistan tetap tenang dan memperingatkan warganya untuk tidak bepergian ke wilayah Jammu dan Kashmir kecuali dalam kondisi mendesak.

Sementara itu, juru bicara Departemen Luar Negeri AS menyampaikan bahwa Menteri Rubio mendesak Pakistan untuk bekerja sama dalam penyelidikan serangan tersebut dan menyatakan kembali komitmen Amerika Serikat untuk bekerja sama dengan India dalam memerangi terorisme.

Eskalasi Politik dan Kekhawatiran Kejahatan Perang

Ketegangan antara dua negara bersenjata nuklir ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi pelanggaran hukum internasional, termasuk risiko terjadinya kejahatan perang jika konfrontasi militer terjadi tanpa justifikasi hukum yang sah.

Baca Juga:  Israel Bom Tenda Jurnalis di Gaza, 1 Orang Tewas dan 7 Lainnya Alami Luka Bakar Parah

Meski belum ada aksi militer besar yang dilakukan, dinamika saat ini mencerminkan pola konfrontatif serupa dengan peristiwa tahun 2016 dan 2019, ketika India melancarkan serangan lintas batas sebagai balasan atas serangan militan.

Pihak India sendiri telah menahan lebih dari 1.500 orang di wilayah Kashmir yang dikuasainya untuk diinterogasi pasca serangan.

Sejumlah rumah milik tersangka militan juga telah dihancurkan oleh otoritas setempat.

Namun, belum ada kejelasan mengenai dalang utama serangan maupun keterlibatan negara secara langsung, sehingga tuduhan-tuduhan yang beredar masih menjadi perdebatan antara kedua negara.

(ADN/NID/RAD)

Kuasa Hukum Sarwendah Ungkap Hasil Psikologi Forensik Anak Tidak Terjadi Eksploitasi pada Anak
Selebriti2 minutes ago

Kuasa Hukum Sarwendah Ungkap Hasil Psikologi Forensik Anak: Tidak Terjadi Eksploitasi pada Anak

BPOM Buka Suara usai Video Viral Ikan Asin yang Diduga Disemprot Baygon
Viral9 minutes ago

BPOM Buka Suara usai Video Viral Ikan Asin yang Diduga Disemprot Baygon

MPN Studio Hadirkan Perjalanan MT Harjono Lewat Film Pendek, Ceritakan Perjuangannya untuk Indonesia
Film21 minutes ago

MPN Studio Hadirkan Perjalanan M.T. Harjono Lewat Film Pendek, Ceritakan Perjuangannya untuk Indonesia

Kadus di Deli Serdang Bakar Sendiri Barak Diduga Markas Narkoba
Berita32 minutes ago

Kadus di Deli Serdang Bakar Sendiri Barak Diduga Markas Narkoba

Daftar 7 Pemain Diaspora yang Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia
Olahraga47 minutes ago

Jelang Piala Asia 2027, Ini Daftar 7 Pemain yang Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong
Berita1 hour ago

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong

Kebakaran Pemukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus
Berita1 hour ago

Kebakaran Permukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen
Berita2 hours ago

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan
Selebriti2 hours ago

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram
Ekonomi2 hours ago

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa
Kriminal2 hours ago

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open
Olahraga2 hours ago

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open 2026

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada
Internasional3 hours ago

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun
Ekonomi4 hours ago

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun
Ekonomi4 hours ago

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik, Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun

Trending