Connect with us

Internasional

Pakistan Tutup Wilayah Udara, Maskapai India Rugi Ratusan Juta Dolar

Penutupan wilayah udara oleh Pakistan membuat maskapai India merugi, Air India ajukan subsidi ke pemerintah untuk tanggulangi beban operasional.

Logompn

Published

on

Pakistan tutup wilayah udara, maskapai india rugi ratusan juta dolar
Pakistan Tutup Wilayah Udara, Maskapai India Rugi Ratusan Juta Dolar. Gambar : Dok. Air India

MPN Indonesia 4 Mei 2025 - Penutupan wilayah udara oleh Pakistan telah menyebabkan kerugian signifikan bagi maskapai-maskapai India.

Sejak penutupan diberlakukan pada (30/4), maskapai Air India memperkirakan akan mengalami biaya tambahan sebesar $600 juta jika larangan ini berlangsung selama setahun.

Air India telah meminta pemerintah India untuk memberikan kompensasi atas dampak ekonomi yang ditimbulkan, menurut surat yang dikirimkan maskapai tersebut ke Kementerian Penerbangan Sipil India.

Penutupan wilayah udara oleh Pakistan merupakan tindakan balasan atas serangan terhadap wisatawan di Kashmir yang terjadi baru-baru ini.

Akibat keputusan ini, maskapai-maskapai India menghadapi peningkatan biaya bahan bakar dan waktu tempuh perjalanan yang lebih lama.

Pemerintah India saat ini sedang mempertimbangkan berbagai opsi untuk mengurangi dampak yang dirasakan industri penerbangan akibat penutupan tersebut.

Dalam surat yang diajukan kepada pemerintah, Air India menyampaikan permintaan untuk menerapkan “model subsidi” yang sebanding dengan kerugian ekonomi yang dialami.

“Subsidi untuk penerbangan internasional yang terdampak adalah opsi yang baik, dapat diverifikasi, dan adil. … Subsidi dapat dihapuskan ketika situasi membaik,” demikian laporan dari surat Air India, sebagaimana dikutip MPN Indonesia dari laman AlJazeera, pada Sabtu (3/5).

Dampak Finansial dan Operasional Maskapai

Air India, yang berbasis di New Delhi dan memiliki pangsa pasar domestik sebesar 26,5 persen, menyatakan bahwa penutupan wilayah udara Pakistan berdampak paling besar pada operasionalnya.

Hal ini disebabkan oleh kebutuhan bahan bakar tambahan, penggunaan kru tambahan, dan pengalihan rute penerbangan internasional, khususnya ke Eropa, Amerika Serikat, dan Kanada.

Maskapai ini, yang tengah menjalani program perbaikan multi-miliar dolar setelah sebelumnya dimiliki pemerintah, telah melaporkan kerugian bersih sebesar $520 juta untuk tahun fiskal 2023-2024 dengan pendapatan sebesar $4,6 miliar.

Baca Juga:  Timur Tengah Memanas, Iran Berpotensi Hengkang dari Piala Dunia 2026?

Data dari Cirium Ascend menunjukkan bahwa IndiGo, Air India, dan unit anggarannya, Air India Express, memiliki sekitar 1.200 penerbangan gabungan dari New Delhi ke Eropa, Timur Tengah, dan Amerika Utara selama bulan April.

Situasi ini memperburuk tantangan yang dihadapi maskapai India, termasuk keterlambatan pengiriman pesawat dari Boeing dan Airbus yang sudah membatasi pertumbuhan.

Langkah Pemerintah dan Strategi Mitigasi

Pemerintah India telah meminta eksekutif Air India untuk menilai dampak larangan wilayah udara terhadap maskapai nasional tersebut.

Selain itu, pemerintah juga sedang mengevaluasi opsi seperti rute penerbangan alternatif yang melintasi wilayah yang lebih sulit di dekat perbatasan China dan kemungkinan pemberian keringanan pajak.

“Maskapai India telah bertemu dengan Kementerian Penerbangan Sipil untuk mencari solusi potensial,” kata salah satu sumber yang memiliki pengetahuan langsung mengenai pertemuan tersebut.

Dalam suratnya, Air India juga meminta pemerintah India untuk berkoordinasi dengan otoritas Tiongkok terkait izin terbang tertentu, meskipun tidak dirinci lebih lanjut.

Penutupan wilayah udara oleh Pakistan ini menambah beban bagi industri penerbangan India yang telah menghadapi berbagai tantangan operasional dan keuangan sebelumnya.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending