Connect with us

Internasional

Penumpang Kereta di Pakistan Disandera oleh Teroris, 35 Orang jadi Korban

Pasukan Pakistan melancarkan operasi untuk membebaskan sandera Kereta Jaffar Express yang diserang kelompok separatis BLA di Balochistan.

Logompn

Published

on

Penumpang kereta di pakistan disandera oleh teroris, 35 orang jadi korban
Penumpang Kereta di Pakistan Disandera oleh Teroris, 35 Orang jadi Korban. Gambar : AP/Arshad Butt

MPN Indonesia 12 Maret 2025 - Pasukan keamanan Pakistan melancarkan operasi skala penuh pada Rabu (12/3) untuk membebaskan penumpang kereta yang masih disandera oleh kelompok militan di provinsi Balochistan.

Insiden penyanderaan ini terjadi sehari sebelumnya, pada Selasa (11/3), ketika kelompok separatis menyerang Kereta Jaffar Express di distrik Sibi.

Serangan dan Penyanderaan Massal

Kelompok bersenjata yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini adalah Tentara Pembebasan Baloch (BLA).

Mereka mengebom sebagian jalur rel sebelum menyerbu kereta yang membawa lebih dari 450 penumpang. Dalam serangan ini, 35 orang menjadi korban, termasuk masinis yang tewas.

Penyanderaan dan Upaya Pembebasan Sandera

Dikutip MPN Indonesia dari media AFP, sejak insiden terjadi, lebih dari 100 sandera berhasil dibebaskan, terdiri dari 58 pria, 31 wanita, dan 15 anak-anak.

Namun, jumlah pasti penumpang yang masih dalam penyanderaan belum dapat dikonfirmasi.

Pasukan keamanan menghadapi tantangan dalam operasi pembebasan, terutama karena ancaman dari kelompok militan yang menempatkan pelaku bom bunuh diri di dekat sandera.

Menurut pejabat keamanan, strategi ini membuat operasi harus dilakukan dengan sangat hati-hati untuk menghindari korban tambahan.

Sumber keamanan sebelumnya menyebut kelompok militan mengklaim telah menyandera 182 orang, namun otoritas kemudian mengoreksi angka tersebut menjadi 35 orang yang masih ditahan.

Dalam serangan itu, BLA juga mengklaim telah menewaskan 20 tentara Pakistan dan menembak jatuh sebuah pesawat nirawak, meskipun klaim ini belum dikonfirmasi oleh pemerintah.

Ancaman dari Kelompok Separatis BLA

BLA, yang telah lama berkonflik dengan pemerintah Pakistan, menyatakan bahwa aksi mereka merupakan bagian dari perjuangan kemerdekaan Balochistan.

Baca Juga:  Video Viral! Turis Dikejar dan Diinjak Gajah Liar saat Selfie

Wilayah ini berbatasan dengan Afghanistan dan Iran serta kaya akan sumber daya alam seperti gas dan mineral.

Kelompok separatis menuduh pemerintah Pakistan mengeksploitasi sumber daya Balochistan secara tidak adil, yang memicu ketegangan di wilayah tersebut.

Dalam pernyataannya, BLA mengklaim telah membebaskan penumpang sipil, terutama wanita, anak-anak, lansia, dan warga Baloch.

Namun, kelompok ini juga mengancam akan mengeksekusi seluruh sandera yang tersisa jika intervensi militer terus berlanjut.

Tanggapan Pemerintah Pakistan

Menteri Dalam Negeri Pakistan, Mohsin Naqvi, mengecam keras serangan ini dan menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memberikan konsesi kepada kelompok yang menargetkan warga sipil.

Pemerintah provinsi Balochistan telah menerapkan langkah darurat untuk menangani situasi yang berkembang.

Pejabat keamanan memastikan operasi militer akan terus berlanjut hingga semua sandera dibebaskan.

Pasukan juga melakukan penyisiran di sekitar jalur kereta yang diserang guna memastikan keamanan dan mencegah kemungkinan serangan lanjutan.

Kondisi Penumpang dan Dampak Insiden

Para sandera yang berhasil melarikan diri atau dibebaskan menggambarkan kondisi yang mengerikan selama penyanderaan.

Beberapa di antaranya harus berjalan berjam-jam melewati daerah pegunungan untuk mencapai tempat aman.

Salah seorang korban selamat, Muhammad Bilal, mengungkapkan bahwa pengalaman tersebut sangat menakutkan dan sulit dijelaskan dengan kata-kata.

Kereta Jaffar Express saat kejadian sedang dalam perjalanan dari Quetta menuju Peshawar di provinsi Khyber Pakhtunkhwa.

Insiden ini menyebabkan gangguan perjalanan kereta di jalur tersebut, sementara pihak berwenang masih melakukan investigasi lebih lanjut terkait pelaku dan motif serangan.

(ADN/NID/RAD)

Trending