Connect with us

Internasional

Polisi Gabungan Asia Bongkar Jaringan Penipuan Internasional, 1.800 Pelaku Ditangkap

Otoritas Asia tangkap lebih dari 1.800 pelaku dalam operasi gabungan yang membongkar jaringan penipuan digital lintas negara.

Logompn

Published

on

Polisi gabungan asia bongkar jaringan penipuan internasional, 1.800 pelaku ditangkap
Penipuan Internasional. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 8 Juni 2025 - Lebih dari 1.800 individu ditangkap dalam sebuah operasi gabungan yang dilakukan oleh otoritas di Asia untuk membongkar jaringan penipuan lintas negara.

Operasi ini berlangsung selama satu bulan hingga 28 Mei 2025 dan melibatkan tujuh yurisdiksi, termasuk Hong Kong, Korea Selatan, Thailand, Singapura, Makau, Malaysia, dan Maladewa.

Polisi Hong Kong mengungkap bahwa jaringan penipuan ini terlibat dalam berbagai jenis kejahatan digital, termasuk penipuan belanja online, penipuan telepon, investasi palsu, dan penipuan lowongan kerja.

Menurut Wong Chun-yue, Kepala Biro Kejahatan Komersial Kepolisian Hong Kong, pihaknya berhasil membekukan hampir 33.000 rekening serta mencegat dana penipuan senilai sekitar US$20 juta.

“Tindakan keras yang melibatkan pihak berwenang di enam yurisdiksi lain berhasil menyadap dana penipuan yang melibatkan sekitar US$20 juta,” jelas Wong, dikutip MPN Indonesia dari BNN Bloomberg pada Kamis (5/6).

Ia menambahkan bahwa para pelaku yang ditangkap berusia antara 14 hingga 81 tahun, menunjukkan rentang usia yang luas dari para tersangka yang terlibat dalam kasus kriminal ini.

Salah satu insiden menonjol terjadi pada Maret lalu di Singapura, di mana seorang direktur keuangan menjadi korban penipuan melalui penggunaan video Deepfake.

Penipu menyamar sebagai CEO sebuah perusahaan multinasional dan berhasil meyakinkan korban untuk mentransfer dana sebesar US$499.000 ke Hong Kong.

Aileen Yap, Asisten Direktur Komando Anti-Penipuan Kepolisian Singapura, menyebut bahwa berkat kerja sama lintas negara, dana tersebut berhasil dikembalikan.

Operasi Internasional dan Pola Penipuan yang Terorganisir

Menurut laporan dari Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan, kelompok kriminal terorganisir transnasional di Asia Timur dan Tenggara telah memperluas operasi penipuan mereka secara global.

Kawasan Asia Tenggara, terutama wilayah perbatasan seperti Kamboja, Laos, dan Myanmar, menjadi pusat pertumbuhan kamp-kamp penipuan yang kerap berpindah-pindah lokasi untuk menghindari penegakan hukum dan kriminal.

Baca Juga:  Polisi Berhasil Ringkus Pelaku Pembunuhan terhadap Pengemudi Ojol di Bogor

Pusat-pusat penipuan ini sering kali merekrut orang-orang dengan janji pekerjaan, namun sesampainya di lokasi, mereka dipaksa untuk melakukan penipuan finansial terhadap orang-orang di berbagai negara.

Bentuk-bentuk penipuan meliputi skema asmara palsu, investasi fiktif, dan perjudian ilegal.

Banyak dari mereka yang bekerja di lokasi ini terjebak dalam kondisi seperti perbudakan, menghadapi ancaman kekerasan dan lingkungan kerja yang tidak manusiawi.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending