Connect with us

Internasional

Presiden Korea Selatan Tuntut Investigasi Mendalam usai Timnas Keok di Piala Dunia

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung meminta investigasi menyeluruh usai timnas gagal lolos dari fase grup Piala Dunia 2026 dan mendesak reformasi sepak bola nasional.

Logompn

Published

on

Presiden Korea Selatan Tuntut Investigasi Mendalam usai Timnas Keok di Piala Dunia
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung. Gambar: Yonhap

MPN Indonesia 1 Juli 2026 - Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung meminta Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata melakukan investigasi setelah timnas tersingkir pada fase awal Piala Dunia 2026.

Desakan itu muncul setelah Korea Selatan gagal melaju dari Grup A dengan tiga poin dari tiga pertandingan, meski sempat menang atas Republik Ceko, lalu kalah dari Meksiko dan Afrika Selatan.

Lee menyatakan hasil tersebut perlu ditinjau karena partisipasi tim di Piala Dunia menggunakan dana pembayar pajak dan dukungan negara dalam jumlah besar.

“Mengingat bahwa dana pajak nasional dan sumber daya dukungan negara yang signifikan diinvestasikan bahkan untuk partisipasi Piala Dunia, saya meminta agar Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata menyelidiki secara menyeluruh keadaan pasti dari insiden ini, menganalisis penyebabnya, dan mengembangkan langkah-langkah menyeluruh untuk mencegah terulangnya kejadian serupa dan untuk memperbaikinya,” ujarnya, dikutip MPN Indonesia melalui NBC pada Rabu (1/7).

Lee mengaku benar-benar bingung dengan penampilan tim dan menyebut perlunya reformasi administrasi olahraga agar persoalan serupa tidak terulang.

“Kami akan segera mendorong reformasi administrasi olahraga untuk memastikan hal seperti ini tidak akan pernah terjadi lagi,” tambahnya.

Pelatih Timnas Korea Selatan Undur Diri

Pelatih Timnas Korea Selatan Hong Myung-bo mengundurkan diri pada Minggu (28/6) setelah Korea Selatan gagal menjadi salah satu dari delapan tim peringkat ketiga terbaik untuk melaju ke babak berikutnya.

“Hari ini, saya ingin mengumumkan bahwa saya akan mengundurkan diri sebagai pelatih kepala tim nasional,” ungkap Hong saat konferensi pers, dikutip MPN Indonesia melalui laman FIFA.

“Ini bukanlah keputusan yang mudah bagi saya untuk mengambil peran ini, tetapi begitu saya menerimanya, saya tidak memikirkan hal lain kecuali bertanggung jawab hingga saat-saat terakhir,” kata Hong.

Baca Juga:  Prediksi Skor dan Susunan Pemain PSBS Biak vs Semen Padang Malam Ini

Kegagalan itu terjadi setelah Korea Selatan memulai perjalanan di Grup A dengan kemenangan 2-1 atas Republik Ceko.

Namun, mereka kemudian kalah 1-0 dari Meksiko dan kembali kalah 1-0 dari Afrika Selatan.

Hasil melawan Afrika Selatan menjadi penentu karena Korea Selatan hanya membutuhkan satu poin untuk menjaga peluang lolos.

Hong menjadi sorotan sejak kembali ditunjuk sebagai pelatih pada Juli 2024, lima bulan setelah pelatih sebelumnya, Jurgen Klinsmann, diberhentikan.

Proses penunjukan Hong menuai kritik terhadap Asosiasi Sepak Bola Korea atau KFA karena dianggap memunculkan pertanyaan soal transparansi dan keadilan.

Eks Kapten Korsel Sampaikan Pandangannya

Mantan kapten Timnas Korea Selatan, Park Ji-sung, menyebut hasil ini perlu dilihat sebagai bagian dari persoalan yang telah berlangsung lama.

“Kita mungkin sudah memperkirakan hasil ini bertahun-tahun yang lalu. Kita harus melihat ke belakang dan bertanya pada diri sendiri mengapa hal-hal menjadi seperti ini,” kata mantan pemain Manchester United itu, dikutip MPN Indonesia melalui Al Jazeera.

Park juga menyoroti pembelajaran yang dinilai tidak dijaga setelah pengalaman panjang mempersiapkan tim untuk turnamen besar.

“Bahkan setelah menghabiskan satu dekade mempelajari cara mempersiapkan diri untuk Piala Dunia dan mengembangkan sepak bola Korea, kita telah melupakan pelajaran-pelajaran itu sekali lagi,” ujarnya.

Tekanan terhadap KFA

Kritik publik tidak hanya tertuju kepada Hong Myung-bo, tetapi juga kepada Presiden KFA Chung Mong-gyu.

Chung sebelumnya menyatakan akan mundur setelah turnamen, dengan menyebut “kurangnya kebajikan” sebagai alasan di tengah kritik tajam terhadap masa jabatannya.

Chung, yang berusia 65 tahun, sedang menjalani masa jabatan keempat sebagai Presiden KFA.

Ia juga pernah mendapat kritik karena mencoba memberi pengampunan kepada mantan pemain yang dikenai larangan seumur hidup akibat pengaturan pertandingan.

Baca Juga:  8 Tempat Nobar Timnas Indonesia vs Australia di Tangerang Selatan dan Sekitarnya

(AKM/NID/RAD)

Trending