Connect with us

Internasional

Pria AS Bunuh Diri usai Tembak Mati 6 Orang, Sempat Teriak “Free Palestine”

Serangan bom di aksi damai Boulder, AS, menyebabkan 6 luka bakar. Pelaku tewas bunuh diri. FBI selidiki sebagai aksi teror dan kejahatan kebencian.

Logompn

Published

on

Ilustrasi jenazah
Ilustrasi Jenazah. Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 2 Juni 2025 - Seorang pria berusia 45 tahun di Boulder, Colorado, Amerika Serikat, melakukan aksi kekerasan pada Minggu (1/6) dengan melempar bahan peledak ke kerumunan dalam sebuah aksi damai.

Setelah itu, pelaku mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

Insiden terjadi saat demonstrasi untuk mengenang sandera Israel yang masih ditahan di Gaza. Pelaku sempat berteriak “Free Palestine” sebelum melempar bahan peledak ke arah massa.

Enam korban, berusia antara 67 hingga 88 tahun, mengalami luka bakar akibat serangan tersebut. FBI mengonfirmasi bahwa salah satu korban berada dalam kondisi kritis.

“Sebagai hasil dari temuan awal ini, jelas bahwa ini adalah tindakan kekerasan yang ditargetkan dan FBI menyelidikinya sebagai aksi terorisme,” ujar Mark Michalek, agen khusus FBI di Denver, seperti dikutip MPN Indonesia dari Reuters, Senin (2/6).

Pelaku diidentifikasi sebagai Mohamed Soliman, yang sempat dilarikan ke rumah sakit dan kemudian meninggal akibat bunuh diri.

Kepala Kepolisian Boulder, Stephen Redfearn, menyatakan, “Kami cukup yakin bahwa pelaku yang kami tangkap adalah satu-satunya yang terlibat.”

Serangan di Tengah Aksi Solidaritas

Insiden ini terjadi di Pearl Street Mall, kawasan pejalan kaki di pusat perbelanjaan Boulder dekat Universitas Colorado.

Saat itu berlangsung acara Run for Their Lives, aksi jalan kaki mingguan yang diselenggarakan untuk mendukung pembebasan sandera Israel sejak serangan Hamas 2023.

Organisasi penyelenggara menyebut, “Kegiatan ini telah diadakan setiap minggu tanpa insiden kekerasan hingga hari ini.”

Saksi mata, Brooke Coffman (19), melihat empat perempuan mengalami luka bakar di kaki.

“Salah satu dari mereka tampaknya mengalami luka bakar parah di sebagian besar tubuhnya dan dibalut bendera oleh seseorang,” katanya.

Baca Juga:  Amerika Serikat vs Bosnia dan Herzegovina 2-0: USMNT Pesta Gol dengan 10 Pemain

Ia juga melihat seorang pria tanpa baju membawa botol kaca berisi cairan bening sambil berteriak.

FBI dan aparat kepolisian masih menyelidiki motif pelaku. Direktur FBI, Kash Patel, menyebut serangan ini sebagai “serangan teror yang ditargetkan.”

Jaksa Agung Colorado, Phil Weiser, menilai insiden ini sebagai “kejahatan kebencian mengingat kelompok yang menjadi sasaran.”

Ketegangan Konflik Gaza di Amerika Serikat

Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di AS terkait perang Israel-Hamas di Gaza.

Aksi pro-Palestina di berbagai wilayah menimbulkan perdebatan, termasuk tuduhan antisemitisme dari kalangan pendukung Israel.

Mantan Presiden Donald Trump menilai unjuk rasa pro-Palestina bersifat antisemit dan menyebut telah menahan demonstran tanpa dakwaan serta memotong dana universitas yang mengizinkan demonstrasi tersebut.

Stephen Miller, mantan wakil kepala staf Trump, menyebut Soliman sebagai imigran yang melebihi masa berlaku visa dan tetap diizinkan bekerja oleh pemerintahan sebelumnya.

“Ini menunjukkan perlunya perubahan total terhadap kebijakan imigrasi,” katanya.

Namun, status imigrasi Soliman belum bisa diverifikasi pihak berwenang.

Departemen Keamanan Dalam Negeri menyatakan akan memberikan informasi lebih lanjut jika tersedia.

Senator Chuck Schumer dari Partai Demokrat menyebut insiden ini sebagai serangan antisemit.

“Ini mengerikan, dan tidak boleh terus terjadi. Kita harus melawan antisemitisme,” ujarnya melalui akun X.

Gubernur Colorado, Jared Polis, menulis di media sosial, “Sulit dipercaya bahwa komunitas Yahudi kembali menghadapi serangan teror di Boulder.”

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending