Connect with us

Internasional

Pria Asal AS Masuk IGD karena Ikuti Tips Kesehatan dari ChatGPT

Lansia di AS dirawat tiga minggu dan idap kondisi medis langka setelah mengikuti saran ChatGPT.

Logompn

Published

on

Pria asal as masuk igd gegara ikuti tips kesehatan dari chat gpt
Ilustrasi Pria Asal AS Masuk IGD Gegara Ikuti Tips Kesehatan dari ChatGPT. Gambar : Ilustrasi AI By MPN Indonesia/Nida

MPN Indonesia 13 Agustus 2025 - Seorang pria berusia 60 tahun di Amerika Serikat (AS) dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) selama tiga minggu setelah mengikuti saran kesehatan dari ChatGPT.

Ia mengganti garam dapur (natrium klorida/NaCl) dengan sodium bromida, mengikuti rekomendasi yang ia dapatkan saat meminta ChatGPT mengubah gaya hidupnya, termasuk mengurangi asupan natrium.

Selama tiga bulan, pria ini mengonsumsi sodium bromida yang dibeli secara daring tanpa pengawasan dokter.

Konsumsi tersebut memicu kondisi medis langka bernama bromisme, dengan gejala kehausan ekstrem, kelelahan, halusinasi, dan ruam kulit.

Gejala dan Hasil Pemeriksaan

Pada hari pertama di IGD, pasien menolak air minum karena takut tidak bersih dan menunjukkan perilaku psikosis, termasuk mencoba kabur karena ketakutan.

Pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar bromida dalam tubuhnya mencapai 1.700 mg/L, jauh di atas batas normal 0,9–7,3 mg/L.

Pria yang memiliki latar belakang pendidikan gizi ini mengaku kepada dokter bahwa ia mengikuti saran kesehatan dari ChatGPT.

Dalam konsultasi tersebut, ChatGPT menyarankan sodium bromida sebagai pengganti NaCl, namun tidak memberikan peringatan medis atau risiko penggunaannya.

Setelah dirawat, dokter juga menemukan defisiensi vitamin penting pada tubuhnya.

Tim medis memberikan cairan dan elektrolit intensif untuk membantu mengeluarkan bromida melalui urin.

Risiko Konsumsi Sodium Bromida

Sodium bromida pernah digunakan sebagai obat penenang dan anti kejang pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Saat ini, menurut National Library of Medicine (NLM), penggunaannya terbatas untuk keperluan hewan peliharaan dan pembersih kolam renang.

Senyawa ini berbahaya bagi manusia jika dikonsumsi terus-menerus karena dapat merusak sistem saraf dan kulit.

Baca Juga:  Kanada Kehilangan 40.800 Lapangan Kerja pada Juli 2025 Imbas Kebijakan Tarif AS

Investigasi Versi ChatGPT

Menurut laporan Annals of Internal Medicine: Clinical Cases, dokter menemukan bahwa versi lama ChatGPT, diduga GPT-3.5 atau GPT-4.0, memang memberikan saran penggunaan sodium bromida tanpa peringatan bahaya yang memadai.

Meskipun ada penjelasan konteks penggunaan, ketiadaan peringatan risiko membuat pasien yakin sodium bromida aman dikonsumsi.

Versi Terbaru GPT-5 Beri Peringatan Tegas

Versi terbaru GPT-5 menunjukkan bahwa kini ChatGPT menolak pertanyaan terkait penggantian garam dengan sodium bromida.

Model AI ini memberi peringatan bahwa senyawa tersebut berbahaya dan menyarankan alternatif seperti garam rendah natrium atau bumbu non-garam.

OpenAI melalui situs resminya menegaskan bahwa ChatGPT bukan pengganti tenaga medis profesional.

Dalam ketentuan penggunaan tertulis, “ChatGPT tidak ditujukan untuk diagnosis atau perawatan kondisi kesehatan apapun.”

Pengguna juga diminta mematuhi hukum dalam penggunaan ChatGPT untuk konteks medis.

(ADN/NID/RAD)

Trending