Internasional
Kanada Kehilangan 40.800 Lapangan Kerja pada Juli 2025 Imbas Kebijakan Tarif AS
Kanada kehilangan 40.800 lapangan kerja pada Juli 2025 akibat tarif impor AS pada baja, aluminium, dan otomotif yang memukul sektor manufaktur.
MPN Indonesia 13 Agustus 2025 - Kanada mencatat kehilangan 40.800 lapangan kerja pada Juli 2025, menyusul penerapan tarif impor oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump terhadap baja, aluminium, dan otomotif.
Kebijakan tersebut berdampak langsung pada sektor manufaktur dan memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) secara luas.
Dikutip MPN Indonesia dari Reuters, Rabu (13/8), data statistik Kanada menunjukkan angka ini menghapus hampir setengah dari penciptaan 83.000 lapangan kerja pada Juni 2025.
Persentase penduduk usia kerja yang memiliki pekerjaan turun menjadi 60,7 persen, terendah dalam delapan bulan terakhir.
Tingkat pengangguran nasional tetap di 6,9 persen, berada di level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Laporan Fox Business pada Selasa (12/8) menyebut pembalikan kondisi pasar tenaga kerja ini terjadi hanya beberapa minggu setelah lonjakan penyerapan tenaga kerja.
Dampak Tarif Trump terhadap Industri Kanada
Tarif sektoral yang diberlakukan Trump, sebagai bagian dari inisiatif America First, bertujuan melindungi industri manufaktur AS dan mengurangi defisit perdagangan dengan mitra dagang utama, termasuk Kanada.
Namun, langkah ini justru memukul sektor-sektor vital ekonomi Kanada.
Menurut Bank of Canada, tarif Trump tersebut menurunkan minat perusahaan untuk merekrut karyawan baru.
Statistik Kanada mencatat penurunan hampir 10.000 pekerja di sektor manufaktur pada Juli 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Serikat pekerja United Steelworkers melaporkan sekitar 1.000 anggotanya telah diberhentikan.
Marty Warren, Direktur Nasional Serikat tersebut, membenarkan angka tersebut dalam pernyataannya.
Kelompok pekerja muda menjadi salah satu yang paling terdampak.
Tingkat pengangguran usia 15–24 tahun naik menjadi 14,6 persen, sedangkan tingkat pekerjaan di kelompok ini turun ke 53,6 persen.
Menurut Reuters, angka ini merupakan yang tertinggi sejak akhir 1990-an, di luar masa pandemi.
Proyeksi Ekonomi ke Depan
Ekonom Oxford Economics, Tony Davenport, memproyeksikan tambahan PHK hingga 140.000 orang dalam beberapa bulan ke depan.
Ia memperkirakan tingkat pengangguran nasional dapat meningkat ke kisaran pertengahan 7 persen menjelang akhir 2025.
Meski tekanan besar terjadi di sektor pekerjaan, tingkat PHK nasional tetap di 1,1 persen, menunjukkan sebagian sektor ekonomi masih stabil.
Bank of Canada pada pekan yang sama mempertahankan suku bunga acuan, namun menyatakan siap menurunkannya jika perlambatan ekonomi berlanjut dan inflasi tetap terkendali.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
