Connect with us

Internasional

Remaja di India Diperkosa selama 5 Tahun oleh 64 Pria

Seorang perempuan berusia 18 tahun di India melaporkan bahwa dirinya telah menjadi korban pemerkosaan selama lima tahun oleh total 64 pria.

habigates

Published

on

Remaja di India Diperkosa selama 5 Tahun oleh 64 Pria
Remaja di India Diperkosa selama 5 Tahun oleh 64 Pria. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 16 Januari 2025 - Kasus kejahatan seksual terungkap di negara bagian Kerala, India.

Seorang remaja perempuan berusia 18 tahun melaporkan bahwa ia telah menjadi korban pemerkosaan selama lima tahun terakhir oleh total 64 pria, termasuk tetangga, teman ayahnya, dan pelatih olahraga.

Korban, yang berasal dari kasta Dalit, mulai mengalami pelecehan seksual sejak usia 13 tahun.

Latar Belakang Kasus

Pelecehan seksual terhadap korban dimulai ketika ia masih di bawah umur.

Insiden pertama terjadi saat tetangganya memperkosanya dan merekam tindakan tersebut.

Video dan foto yang diambil secara ilegal ini kemudian digunakan untuk mengancam dan memeras korban.

Sebagian besar pelaku adalah orang-orang yang dekat dengan korban, termasuk tetangga, teman keluarga, dan pelatih olahraga di tempat ia berlatih.

Dalam pengakuannya kepada polisi, korban menyebutkan bahwa ia telah menjadi korban pemerkosaan secara berkelompok sebanyak tiga kali dalam lima tahun terakhir.

Pelecehan seksual juga terjadi saat korban mengikuti pelatihan olahraga, di mana para pelaku memanfaatkan situasi di fasilitas tersebut.

Polisi menyatakan bahwa para pelaku menggunakan nomor telepon ayah korban untuk mengatur pertemuan dengan korban.

Langkah Hukum dan Penyelidikan

Hingga kini, polisi India telah menangkap 49 dari 58 tersangka yang diidentifikasi. Empat di antaranya adalah pelaku di bawah umur.

“Sebanyak 49 orang telah ditahan,” ucap pejabat kepolisian distrik Pathanamthitta, Nandakumar S.

Sebuah tim khusus yang beranggotakan 25 penyidik dibentuk untuk menangani kasus kriminal ini.

Penyelidikan dilakukan berdasarkan sejumlah undang-undang hukum dan kriminal di India, termasuk Undang-Undang Perlindungan Anak dari Pelanggaran Seksual (POCSO) dan Undang-Undang Scheduled Castes (SC) dan Scheduled Tribes (ST), yang bertujuan melindungi kelompok terpinggirkan seperti Dalit dari diskriminasi dan eksploitasi.

Baca Juga:  Pelaku Penyekapan dan Penganiayaan, Taufik Hidayat Berhasil Ditangkap Polda Jabar

Menurut Nandakumar S, pejabat kepolisian distrik Pathanamthitta, korban saat ini berada di tempat penampungan yang dikelola oleh Komite Kesejahteraan Anak (CWC) untuk memastikan keselamatannya.

Seorang pengacara yang mengepalai Komite Kesejahteraan Anak (Child Welfare Committee/CWC) di distrik tersebut mengatakan kepada surat kabar Indian Express bahwa perempuan itu seorang atlet.

Dia mengikuti latihan di sejumlah tempat latihan olahraga. Tempat-tempat itu kemungkinan besar telah memungkinkan praktik pelecehan terus berulang.

Korban juga telah menerima konseling dari psikolog setelah menceritakan pengalaman traumatisnya kepada seorang relawan program kesadaran gender.

“Dia diberi konseling, dan dia membuka diri di hadapan psikolog, menceritakan pelecehan seksual yang dia hadapi sejak usia 13 tahun,” kata ketua CWC kepada Indian Express.

Keluarga korban, yang sebelumnya tidak mengetahui kekerasan yang dialami remaja tersebut, baru mengetahuinya setelah korban membuat pengakuan kepada tim konselor bulan lalu.

Pengungkapan Kasus dan Dampaknya

Kasus ini terungkap ketika korban berbicara kepada seorang relawan, yang kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.

Meskipun sistem kasta secara resmi dihapuskan, diskriminasi terhadap kelompok ini masih meluas di berbagai wilayah.

Polisi menemukan bahwa korban menyimpan nomor-nomor telepon para pelaku di ponselnya. Informasi ini kini menjadi petunjuk penting untuk melacak lebih banyak tersangka.

Diperkirakan jumlah pelaku dalam kasus kriminal ini dapat bertambah seiring berjalannya investigasi.

Korban dijadwalkan memberikan pernyataan rinci kepada penyidik perempuan dalam waktu dekat.

"מחבר תוכן מרתק בכל הפלטפורמות, יוצר יצירות ייחודיות, מותאמות SEO ואנושיות שמעניקות השראה, מידע וחיבור."

Trending