Internasional
RI Hindari Kirim Bantuan ke Gaza lewat Udara, Menlu: Risikonya Besar
Indonesia putuskan kirim bantuan 10 ribu ton beras ke Gaza lewat jalur darat. Menlu Sugiono sebut airdrop terlalu berisiko.
MPN Indonesia 6 Agustus 2025 - Pemerintah Indonesia memutuskan untuk tidak mengirim bantuan kemanusiaan ke Gaza melalui udara, meskipun sejumlah negara telah melakukannya menyusul jeda serangan oleh Israel.
Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa opsi airdrop dinilai terlalu berisiko.
“Semoga tidak airdrop. Kita berharap jalur bantuan kemanusiaan dibuka. Kalau airdrop, risikonya besar,” ujar Sugiono kepada wartawan di Kantor Kemlu usai bertemu Menlu Belarusia, Maxim Ryzhenkov, pada Selasa (5/8).
Menurutnya, jalur darat lebih memungkinkan dan saat ini tengah diproses secara teknis, termasuk pengiriman logistik.
Persiapan Bantuan 10 Ribu Ton Beras
Indonesia telah menyiapkan bantuan berupa 10 ribu ton beras yang akan dikirim menggunakan truk.
Bantuan berasal dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan dikelola oleh Perum Bulog.
Pengiriman akan dilakukan oleh TNI melalui skema Indonesian AID di bawah Kementerian Keuangan.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, menyampaikan bahwa proses pengiriman akan memerlukan waktu sekitar tiga minggu.
Tanggal pasti pengiriman masih menunggu kesiapan jalur darat yang dapat dilalui.
Sebelumnya, Indonesia pernah mengirim bantuan melalui udara pada 9 April 2025 menggunakan pesawat Hercules C130 milik TNI AU, bekerja sama dengan pemerintah Yordania.
Namun, skema tersebut tidak akan digunakan kembali untuk pengiriman selanjutnya.
Seruan Pembukaan Akses Bantuan
Menlu Sugiono kembali menegaskan pentingnya membuka jalur bantuan kemanusiaan secara luas ke Gaza dan menyerukan kepada Israel agar tidak menjadikan kelaparan sebagai alat konflik.
“Jadi kita berharap bantuan lewat jalur normal bisa segera dibuka. Itu yang selalu kita serukan. Jangan jadikan kelaparan ini sebagai senjata, sebagai alat,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan keprihatinan atas kondisi warga Gaza yang menjadi korban.
“Bukalah bantuan kemanusiaan seluas-luasnya, karena ini, ya, yang jadi korban anak-anak, korban bayi-bayi kita sering lihat image-nya di mana-mana dan itu merupakan sesuatu, ya. Saya yakin siapa pun yang punya kemanusiaan pasti akan terusik,” tambahnya.
Negara Lain Gunakan Airdrop
Beberapa negara, termasuk Yordania, telah mengirim bantuan ke Gaza melalui udara.
Salah satu pengiriman dilakukan oleh Angkatan Udara Kerajaan Yordania yang menjatuhkan bantuan ke wilayah Khan Yunis, Gaza selatan, pada 4 Juni 2025.
Meski airdrop telah dilakukan negara lain, Indonesia menegaskan tetap memilih jalur darat agar bantuan bisa disalurkan secara aman dan efisien kepada masyarakat Palestina yang terdampak krisis kemanusiaan.
(AKM/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
