Connect with us

Internasional

RI Hindari Kirim Bantuan ke Gaza lewat Udara, Menlu: Risikonya Besar

Indonesia putuskan kirim bantuan 10 ribu ton beras ke Gaza lewat jalur darat. Menlu Sugiono sebut airdrop terlalu berisiko.

Logompn

Published

on

Ri hindari kirim bantuan ke gaza lewat udara, menlu risikonya besar
Indonesia Kirim Bantuan ke Gaza via Pesawat Hercules C130 TNI AU, Kolaborasi dengan Yordania, Selasa (9/4/2024). Gambar : Dok. Kementerian Pertahanan

MPN Indonesia 6 Agustus 2025 - Pemerintah Indonesia memutuskan untuk tidak mengirim bantuan kemanusiaan ke Gaza melalui udara, meskipun sejumlah negara telah melakukannya menyusul jeda serangan oleh Israel.

Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa opsi airdrop dinilai terlalu berisiko.

“Semoga tidak airdrop. Kita berharap jalur bantuan kemanusiaan dibuka. Kalau airdrop, risikonya besar,” ujar Sugiono kepada wartawan di Kantor Kemlu usai bertemu Menlu Belarusia, Maxim Ryzhenkov, pada Selasa (5/8).

Menurutnya, jalur darat lebih memungkinkan dan saat ini tengah diproses secara teknis, termasuk pengiriman logistik.

Persiapan Bantuan 10 Ribu Ton Beras

Indonesia telah menyiapkan bantuan berupa 10 ribu ton beras yang akan dikirim menggunakan truk.

Bantuan berasal dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan dikelola oleh Perum Bulog.

Pengiriman akan dilakukan oleh TNI melalui skema Indonesian AID di bawah Kementerian Keuangan.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, menyampaikan bahwa proses pengiriman akan memerlukan waktu sekitar tiga minggu.

Tanggal pasti pengiriman masih menunggu kesiapan jalur darat yang dapat dilalui.

Sebelumnya, Indonesia pernah mengirim bantuan melalui udara pada 9 April 2025 menggunakan pesawat Hercules C130 milik TNI AU, bekerja sama dengan pemerintah Yordania.

Namun, skema tersebut tidak akan digunakan kembali untuk pengiriman selanjutnya.

Seruan Pembukaan Akses Bantuan

Menlu Sugiono kembali menegaskan pentingnya membuka jalur bantuan kemanusiaan secara luas ke Gaza dan menyerukan kepada Israel agar tidak menjadikan kelaparan sebagai alat konflik.

“Jadi kita berharap bantuan lewat jalur normal bisa segera dibuka. Itu yang selalu kita serukan. Jangan jadikan kelaparan ini sebagai senjata, sebagai alat,” tegasnya.

Baca Juga:  28 Negara dari Inggris hingga Jepang Desak Israel Akhiri Perang di Gaza

Ia juga menyampaikan keprihatinan atas kondisi warga Gaza yang menjadi korban.

“Bukalah bantuan kemanusiaan seluas-luasnya, karena ini, ya, yang jadi korban anak-anak, korban bayi-bayi kita sering lihat image-nya di mana-mana dan itu merupakan sesuatu, ya. Saya yakin siapa pun yang punya kemanusiaan pasti akan terusik,” tambahnya.

Negara Lain Gunakan Airdrop

Beberapa negara, termasuk Yordania, telah mengirim bantuan ke Gaza melalui udara.

Salah satu pengiriman dilakukan oleh Angkatan Udara Kerajaan Yordania yang menjatuhkan bantuan ke wilayah Khan Yunis, Gaza selatan, pada 4 Juni 2025.

Meski airdrop telah dilakukan negara lain, Indonesia menegaskan tetap memilih jalur darat agar bantuan bisa disalurkan secara aman dan efisien kepada masyarakat Palestina yang terdampak krisis kemanusiaan.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending