Internasional
Ribuan Warga Demo di Sydney Tolak Kunjungan Presiden Israel ke Australia
Ribuan orang melakukan demonstrasi dan aksi massa di Sydney, Australia, pada Senin malam (9/2), untuk menolak kunjungan Presiden Israel, Isaac Herzog.
MPN Indonesia 10 Februari 2026 - Ribuan orang melakukan demonstrasi dan aksi massa di pusat kota Sydney, Australia, pada Senin malam (9/2), untuk menolak kunjungan kenegaraan Presiden Israel, Isaac Herzog.
Aksi protes yang berlangsung di sekitar Balai Kota Sydney tersebut berujung bentrok dengan aparat kepolisian, yang mengakibatkan 27 orang ditangkap.
Demonstrasi dipicu oleh kehadiran Herzog dalam rangka memperingati korban penembakan massal di Pantai Bondi, yang menewaskan 15 orang pada Desember 2025.
Bentrokan Aparat dan Warga
Aparat kepolisian negara bagian New South Wales menggunakan gas air mata dan semprotan merica untuk membubarkan massa.
Berdasarkan laporan Reuters, kepolisian diberi wewenang khusus, termasuk membatasi akses ke area tertentu, membubarkan kerumunan, dan memeriksa kendaraan.
Rekaman televisi menunjukkan sejumlah pengunjuk rasa mencoba menerobos barikade dan sempat berbaring di tanah saat diamankan oleh polisi.
Menanggapi kekerasan yang terjadi, Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, menyatakan keprihatinannya.
“Warga Australia menginginkan dua hal. Mereka tidak ingin konflik dibawa ke sini. Mereka ingin pembunuhan berhenti, baik itu oleh Israel atau Palestina, tetapi mereka tidak ingin konflik dibawa ke sini,” ujarnya kepada stasiun radio Triple M.
Ia juga menegaskan bahwa kekerasan seperti itu tidak membantu perjuangan yang dimaksud para demonstran.
Sejumlah Warga Mengaku Dapat Kekerasan
Menurut kepolisian New South Wales, tidak ada laporan mengenai cedera serius dalam bentrokan tersebut.
Namun, sejumlah pengunjuk rasa, termasuk Abigail Boyd, anggota parlemen oposisi dari Partai Hijau, mengaku mengalami kekerasan.
“Lengan dan bahu saya sangat sakit karena dipukul. Saya benar-benar terkejut,” ungkap Boyd dalam konferensi pers.
Palestine Action Group Sydney menyebut bahwa para pengunjuk rasa dikepung dan tidak dapat meninggalkan lokasi.
“Polisi mulai menyerbu kerumunan dengan kuda, menyemprotkan semprotan merica tanpa pandang bulu ke arah kerumunan, memukuli dan menangkap orang-orang,” kata kelompok tersebut.
Sementara itu, Komisaris Polisi New South Wales, Mal Lanyon, menyatakan bahwa tindakan aparat dibenarkan.
“Polisi melakukan apa yang perlu mereka lakukan, yaitu menjaga garis pertahanan dan kemudian membentuk barisan serta mendorong para demonstran mundur dengan tujuan membubarkan mereka,” ujarnya.
Kunjungan Herzog di Australia
Isaac Herzog tiba di Australia untuk kunjungan kenegaraan empat hari, dimulai dari Bondi Pavilion, Sydney.
Ia meletakkan karangan bunga di tugu peringatan untuk para korban penembakan yang terjadi saat perayaan Hanukkah.
“Ini juga merupakan serangan terhadap seluruh warga Australia. Mereka menyerang nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh demokrasi kita – kesucian kehidupan manusia, kebebasan beragama, toleransi, martabat, dan rasa hormat,” kata Herzog, dikutip MPN Indonesia dari Al Jazeera.
Selain Sydney, ia dijadwalkan mengunjungi Melbourne dan Canberra sebelum kembali ke Israel pada Kamis (12/2).
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
