Connect with us

Internasional

Secret Service Tembak Mati Pria Bersenjata yang Coba Masuk Kediaman Donald Trump

Seorang pria bersenjata ditembak mati oleh agen Secret Service Amerika Serikat setelah menerobos perimeter keamanan di kediaman Presiden AS Donald Trump.

Logompn

Published

on

Secret Service Tembak Mati Pria Bersenjata yang Coba Masuk Kediaman Trump di Florida
Secret Service Tembak Mati Pria Bersenjata yang Coba Masuk Kediaman Donald Trump | Gambar: Tangkapan Layar The New York Times

MPN Indonesia 24 Februari 2026 - Seorang pria bersenjata ditembak mati oleh agen Secret Service Amerika Serikat setelah menerobos perimeter keamanan di kediaman Presiden AS Donald Trump, Mar-a-Lago, Palm Beach, Florida, Minggu dini hari (22/2) sekitar pukul 01.30 waktu setempat.

Dikutip MPN Indonesia dari Al Jazeera, insiden ini terjadi saat Trump sedang berada di Washington, DC, sehingga ia tidak berada di lokasi kejadian.

Kronologi Kejadian

Menurut keterangan aparat berwenang, pelaku terlihat membawa senapan dan jerigen bahan bakar ketika mendekati gerbang utara Mar-a-Lago.

Petugas sempat memberikan peringatan namun tidak diindahkan, sehingga agen melepaskan tembakan yang menewaskannya di tempat.

“Satu-satunya kata yang kami ucapkan kepadanya adalah ‘jatuhkan barang-barang itu’, yang berarti jerigen bensin dan senapan,” kata Sheriff Palm Beach County, Ric Bradshaw.

“Saat itu dia meletakkan jerigen bensin, mengangkat senapan ke posisi menembak,” tambahnya.

Alhasil, dua agen Secret Service dan seorang deputi sheriff langsung menembaknya.

Pelaku Berusia 21 Tahun

Dikutip MPN Indonesia dari BBC, pelaku diketahui bernama Austin Tucker Martin. Ia berusia 21 tahun dan berasal dari North Carolina.

Martin sempat dilaporkan hilang oleh keluarganya beberapa hari sebelum kejadian.

Ia diyakini meninggalkan North Carolina dan menuju ke arah selatan sambil membawa atau membeli senapan jenis shotgun.

“Kotak dari senjata api tersebut ditemukan di dalam kendaraannya,” ungkap Juru Bicara Secret Service, Anthony Guglielmi.

Hingga Minggu sore, beberapa kendaraan aparat terlihat memblokir pintu masuk ke alamat rumah Martin di Cameron, North Carolina, yang tercatat sebagai alamat resmi tersangka.

(ADN/NID/RAD)

Baca Juga:  Mulai 20 Agustus 2025 Bikin Visa AS Wajib Setor Uang Jaminan Rp244 Juta

Trending