Connect with us

Kriminal

Motif Polisi Tembak Polisi di Pondok Cabe: Pelaku Kesal Sering Dibully Teman Korban

Motif polisi tembak polisi di Pondok Cabe diduga terkait bullying. Pengacara keluarga korban menyebut Valdo bukan pihak yang merundung tersangka.

Actress 1299250

Published

on

Pemicu Kasus Polisi Tembak Polisi di Pondok Cabe Pelaku Kesal Sering Dibully Teman Korban
Pemicu Kasus Polisi Tembak Polisi di Pondok Cabe: Pelaku Kesal Sering Dibully Teman Korban. Gambar: MPN Indonesia/BDR

Banten, MPN Indonesia 20 Oktober 2026 - Kasus polisi tembak polisi di Mako Ditpoludara Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, diduga dipicu perundungan terhadap tersangka Bharada Andika Ramadani.

Andika diduga melampiaskan kemarahannya kepada Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lewai yang tewas akibat penembakan pada Jumat (16/10)

Dugaan motif tersebut disampaikan penyidik kepada kuasa hukum keluarga korban saat pertemuan di Polda Metro Jaya, Senin (19/10).

“Penjelasan penyidik bahwa pelaku ini melampiaskan kemarahan kepada korban karena teman-teman seangkatan korban sering mem-bully tersangka,” tutur pengacara keluarga korban, Petrus Bala Pattyona kepada awak media pada Senin (19/10).

Petrus menjelaskan bahwa Valdo bukan orang yang melakukan perundungan terhadap Andika.

Dugaan perundungan tersebut justru mengarah kepada sejumlah teman seangkatan korban.

“Jadi bukan almarhum yang mem-bully, tapi teman-temannya,” tegas Petrus.

Meski demikian, penyidik masih mendalami bentuk perundungan yang diduga menjadi motif penembakan tersebut.

Dugaan motif itu belum menjadi kesimpulan akhir dalam penyidikan.

Motif Penembakan Polisi di Pondok Cabe Masih Didalami

Petrus mendatangi Polda Metro Jaya bersama tim kuasa hukum keluarga korban untuk meminta penjelasan mengenai kematian Valdo.

Mereka bertemu dengan penyidik Unit II Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Dalam pertemuan tersebut, penyidik menjelaskan bahwa tersangka berinisial AR diduga melakukan penembakan seorang diri.

Polisi juga masih menyelidiki rangkaian kejadian dan asal-usul senjata yang digunakan.

“Penyidik menjelaskan, untuk saat ini (pelaku) satu orang. Ada pertanyaan ‘darimana dia memiliki senapan laras panjang itu?’ masih didalami,” ungkap Petrus.

Penyidik menyampaikan sejumlah temuan, termasuk rekaman kamera pengawas atau CCTV di lokasi kejadian.

Baca Juga:  Mantan Pacar Mario Dandy, Anak AG Ternyata Sudah Bebas Bersyarat Sejak Agustus 2024

“Penyidik melakukan proses ini secara personal karena semua informasi apa pun di-cross check. Termasuk mereka memiliki data yang sangat akurat, yaitu CCTV,” tambahnya.

Namun, rekaman tersebut belum diperlihatkan kepada tim kuasa hukum keluarga korban.

Pengacara keluarga korban lainnya, Ardy Mbalembout, mengaku belum puas dengan penjelasan penyidik.

Ia meminta seluruh bukti diperlihatkan untuk memastikan rangkaian peristiwa yang sebenarnya.

“Kami perlu melihat semua bukti-bukti itu,” jelas Ardy.

Korban Mengalami Luka Tembak dan Tusukan

Peristiwa penembakan terjadi di Mako Polairud Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, pada Jumat (16/10).

Korban merupakan anggota Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara.

Valdo dilaporkan meninggal dunia setelah diduga ditembak menggunakan senjata api laras panjang.

Korban juga mengalami luka tembak dan tusukan pada beberapa bagian kepala serta tubuh.

Berdasarkan dokumentasi yang diterima tim kuasa hukum, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa senjata api laras panjang dan sangkur.

Asal-usul senjata api yang diduga digunakan dalam peristiwa tersebut masih menjadi bagian dari penyelidikan polisi.

(AKM/NID/RAD)

Trending