Connect with us

Internasional

Siswa Sekolah di Azerbaijan Demo karena Melarang Penggunaan Hijab

Siswa Azerbaijan menggelar demo dan boikot sekolah untuk menolak pembatasan hijab.

Actress 1299250

Published

on

Siswa Gelar Aksi Demo Larangan Penggunaan Hijab di Sekolah Azerbaijin
Siswa Gelar Aksi Demo Larangan Penggunaan Hijab di Sekolah Azerbaijin. Gambar: Dok. Jam News

MPN Indonesia 14 Oktober 2026 - Sejumlah siswa di Azerbaijan menggelar aksi demonstrasi dan memboikot kegiatan belajar sebagai bentuk protes terhadap pembatasan penggunaan hijab di sekolah.

Aksi tersebut berlangsung di beberapa wilayah, termasuk Baku dan Masally sejak Sabtu (10/10).

Para siswa memprotes aturan berpakaian sekolah yang dilaporkan menyebabkan siswi berhijab dilarang mengikuti pelajaran.

Mereka menuntut agar teman-temannya diizinkan kembali bersekolah tanpa harus melepas hijab.

Penolakan disampaikan Karbalayi Khadijah melalui video yang diunggah di akun Instagram. Khadijah memperkenalkan dirinya sebagai putri Emin, yang disebutnya gugur sebagai martir.

Khadijah mengatakan dirinya mulai mengenakan hijab atas kemauan sendiri sejak berusia sembilan tahun.

Ia mengaku tetap mencintai kegiatan belajar, guru, dan teman-teman sekolahnya.

“Hijab adalah kebanggaan saya! Saya tidak akan pernah melepas hijab saya!” tegas Khadijah dikutip MPN Indonesia dari Instagram @doamuslims, Rabu (14/10).

Aksi Demo Siswa di Azerbaijan Meluas ke Sejumlah Sekolah

Aksi protes berlangsung di beberapa sekolah setelah penerapan ketentuan baru mengenai seragam dan pakaian sekolah.

Para siswa menolak mengikuti kegiatan belajar sebagai bentuk solidaritas terhadap siswi yang tidak diperbolehkan masuk kelas.

Berdasarkan laporan Meydan TV, OC Media, dan rekaman yang beredar, aksi serta pembatasan dilaporkan terjadi di beberapa lokasi berikut:

  • Sekolah Nomor 69, Balakhany, Baku: Para siswa menolak mengikuti pelajaran pada Jumat (9/10) untuk mendukung teman-temannya yang mengenakan hijab.
  • Sekolah Menengah B. Shiriyev, Desa Mollaoba, Distrik Masally: Para siswa menggelar protes dan memboikot kegiatan belajar.
  • Sekolah Nomor 322, Baku: Sejumlah siswa berkumpul di depan sekolah dan menuntut agar siswi berhijab diperbolehkan mengikuti pelajaran.
  • Sekolah Nomor 9, Distrik Jalilabad: Sebuah video memperlihatkan sejumlah siswi dilarang memasuki gedung sekolah karena mengenakan hijab.
  • Permukiman Khokhmeli, Baku: Sejumlah orang tua menyampaikan rencana untuk tidak lagi menyekolahkan putra mereka sebagai bentuk protes.
Baca Juga:  Gudang Kembang Api Meledak di Kawasan Padat Penduduk di Pakistan

Dalam aksi di Sekolah Nomor 69, para siswa menyampaikan tuntutan agar seluruh siswi memperoleh akses pendidikan.

“Jilbab tidak menghalangi siapa pun untuk mendapatkan pendidikan,” tulis aksi protes di luar sekolah.

Aturan Seragam Sekolah Tidak Secara Langsung Menyebut Larangan Hijab

Pembatasan berpakaian di sekolah berkaitan dengan Resolusi Kabinet Menteri Nomor 309 yang diadopsi pada Senin (21/9).

Aturan tersebut melarang penggunaan pakaian tambahan yang tidak sesuai dengan ketentuan seragam sekolah dan prinsip pendidikan sekuler.

Meski demikian, resolusi tersebut tidak secara eksplisit menyebut larangan mengenakan hijab.

Namun, sejumlah laporan menyebutkan bahwa siswi yang mengenakan hijab tidak diperbolehkan mengikuti pelajaran.

Pada Jumat (9/10), Dinas Pendidikan Kota Baku mengumumkan pemeriksaan kepatuhan terhadap ketentuan berpakaian bagi siswa dan guru. Pemeriksaan tersebut dilakukan di sekolah-sekolah negeri.

Namun, konstitusi tersebut tidak secara khusus mengatur hak penggunaan hijab di lingkungan sekolah.

Azerbaijan merupakan negara dengan sekitar 96 persen penduduk beragama Islam. Pemerintah negara tersebut menerapkan prinsip pendidikan sekuler dalam kebijakan sekolah.

Guru Berhijab Dilaporkan Diminta Melepas Hijab atau Mengundurkan Diri

Beberapa guru di Sumgayit mengaku diminta melepas hijab atau menyerahkan surat pengunduran diri.

Informasi tersebut disampaikan para tenaga pendidik kepada Toplum TV.

Jurnalis Arzu Abdulla juga melaporkan situasi serupa di Sekolah Nomor 90, permukiman Ramana.

Salah satu guru terdampak, Zahra Hasanova, mengaku telah dipanggil pihak sekolah terkait penggunaan hijab saat mengajar.

Hasanova menyatakan bahwa keputusan mengenakan atau melepas hijab seharusnya menjadi pilihan pribadi.

“Jika suatu saat saya mau melepas hijab, saya ingin itu keputusan berdasarkan keinginan saya, bukan paksaan,” paparnya lagi.

Kemeterian Dalam Negeri Azerbaijan Tangkap 37 Orang

Di tengah rangkaian peristiwa luar negeri tersebut, Kementerian Dalam Negeri Azerbaijan mengumumkan penangkapan 37 orang pada Senin (12/10).

Baca Juga:  Kebun Binatang di Inggris Sambut Kelahiran Empat Bayi Harimau Sumatera

Penangkapan itu berkaitan dengan perselisihan mengenai penerapan persyaratan seragam sekolah.

Pihak berwenang membuka perkara pidana berdasarkan Pasal 233 KUHP Azerbaijan.

Pasal tersebut mengatur tindakan yang mengganggu ketertiban umum, termasuk pengorganisasian dan keterlibatan aktif dalam tindakan tersebut.

Kementerian menuduh orang-orang yang ditahan memicu konfrontasi dengan pekerja pendidikan di Baku.

Mereka juga dituduh merusak fasilitas pendidikan serta berupaya menghambat kegiatan sekolah dan lalu lintas.

Pembatasan Hijab Pernah Memicu Protes pada 2011

Perselisihan mengenai penggunaan pakaian keagamaan di sekolah bukan pertama kali terjadi di Azerbaijan.

Pada 2011, polisi membubarkan demonstrasi di depan Kementerian Pendidikan yang memprotes pembatasan serupa.

Peristiwa tersebut berlanjut dengan penangkapan dan proses hukum pidana.

Abgul Suleymanov, yang terlibat dalam aksi penolakan saat itu, ditangkap pada 2011.

Ia kemudian dijatuhi hukuman 11 tahun penjara atas tuduhan yang dibantahnya.

Pada September 2026, Suleymanov kembali ditahan secara administratif selama 30 hari.

 (RAD/NID/RAD)

Trending