Connect with us

Internasional

Tahukah Anda? Ternyata Mayoritas Kembang Api di Seluruh Dunia Berlabel ‘Made In China’

China memproduksi lebih dari 90% kembang api di dunia. Simak sejarah, peran, dan dominasi Negeri Tirai Bambu di industri ini.

Actress 1299250

Published

on

Tahukah Anda Ternyata Mayoritas Kembang Api di Seluruh Dunia Berlabel 'Made In China'
Tahukah Anda Ternyata Mayoritas Kembang Api di Seluruh Dunia Berlabel 'Made In China'. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 3 Januari 2025 - Kembang api telah menjadi ikon utama dalam berbagai perayaan besar, terutama pada malam pergantian tahun di seluruh dunia.

Namun, fakta unik yang jarang disadari adalah bahwa mayoritas kembang api di dunia diproduksi di China.

Peran China dalam Produksi Kembang Api

China, sebagai tempat asal penemuan kembang api, memegang peran dominan dalam produksi global.

Lebih dari 90 persen kembang api yang digunakan di seluruh dunia berasal dari Negeri Tirai Bambu.

Data dari World Bank menunjukkan bahwa pada tahun 2023, China mengekspor sekitar 363,5 juta ton kembang api ke berbagai negara, menjadikannya produsen dan eksportir terbesar di dunia.

Produk ini meliputi berbagai jenis, termasuk petasan.

Industri kembang api di China memiliki sejarah panjang, dimulai pada era Dinasti Song (960–1279 M).

Penemuan awal petasan oleh biksu Li Tian di Liuyang menjadi awal dari perkembangan produk ini.

Kemudian, pada tahun 1292, Marco Polo membawa kembang api ke Eropa, di mana masyarakat Italia mengembangkan variasi warna dan pola yang kini populer di seluruh dunia.

Ekspor Kembang Api ke Berbagai Negara

China tidak hanya mendominasi produksi, tetapi juga ekspor kembang api ke berbagai negara.

Perusahaan besar seperti Golden Peak Fireworks Corp dan Wanzai Shuangyu Fireworks Manufacturing Co Ltd menjadi produsen terbesar kembang api.

Golden Peak, yang berbasis di provinsi Jiangxi, mengirimkan sekitar 60 persen produksinya ke pasar internasional, termasuk Amerika Serikat, Amerika Selatan, Eropa, dan Asia Tenggara.

Di Amerika Serikat, kembang api asal China menyumbang sekitar 90 persen dari total impor.

Baca Juga:  Dubai bakal Bangun Gedung Melayang di Udara, Asteroid jadi Pondasinya

Penjualan terbesar terjadi saat Hari Kemerdekaan AS pada bulan Juli, diikuti oleh perayaan Natal dan Tahun Baru.

Konsumen AS diketahui sangat antusias terhadap produk ini, bahkan beberapa individu rela menghabiskan ribuan dolar untuk membeli kembang api selama musim perayaan.

Makna Budaya dan Sejarah Kembang Api

Kembang api tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki makna budaya yang mendalam.

Di China, suara keras dari petasan dipercaya mampu mengusir roh jahat dan membawa keberuntungan.

Tradisi ini menyebar ke berbagai negara melalui perdagangan dan kolonialisasi, termasuk ke Indonesia.

Di Indonesia, penggunaan petasan diawali oleh komunitas Tionghoa dalam berbagai perayaan.

Pada era kolonial, petasan dan kembang api menjadi bagian dari acara besar, termasuk ulang tahun Ratu Belanda.

Hingga kini, tradisi ini terus hidup, terutama dalam momen seperti malam pergantian tahun.

Industri Kembang Api

Industri kembang api terus berkembang dengan potensi pasar yang besar.

Di Amerika Serikat, konsumsi kembang api meningkat dari 152,2 juta pon pada tahun 2000 menjadi 277,5 juta pon pada tahun 2018, berdasarkan data American Pyrotechnics Association.

Nilai pasar global produk ini kini mencapai sekitar 12 miliar dolar AS per tahun.

Perusahaan besar seperti Golden Peak terus memperluas pasar internasional melalui berbagai pameran, seperti Spielwarenmesse di Jerman.

Namun, industri ini juga menghadapi tantangan, terutama terkait regulasi lingkungan dan keselamatan.

Trending