Connect with us

Politik

Stafsus Menag Siap Dampingi Proses Hukum Korban Kegaduhan Maulid Nabi di Pondok Pinang

Stafsus Menag Gugun Gumilar menemui Amanda Andono dan menyatakan akan mengawal proses hukum terkait keributan Maulid Nabi di Pondok Pinang.

Actress 1299250

Published

on

Stafsus Menag Siap Dampingi Proses Hukum Korban Kegaduhan Maulid Nabi di Pondok Pinang
Stafsus Menag Siap Dampingi Proses Hukum Korban Kegaduhan Maulid Nabi di Pondok Pinang. Gambar: Instagram/@gugungumilar89

MPN Indonesia 7 Oktober 2026 - Stafsus Menag Gugun Gumilar menemui Amanda Andono di Jakarta, Senin (5/10), untuk membahas kegaduhan acara Maulid Nabi di Pondok Pinang.

Pertemuan dilakukan setelah Amanda melaporkan kejadian tersebut ke Polres Jakarta Selatan dan meminta proses hukum.

Gugun menyatakan akan mengawal penanganan perkara agar diproses sesuai ketentuan hukum.

“Korban sudah melapor kepada pihak berwajib malam ini di Polres Jaksel dan meminta keadilan untuk Ibu Amanda,” tulis Gugun dalam unggahannya dikutip MPN Indonesia dari Instagram @gugungumilar89, Rabu (7/9).

Gugun Gumilar menyampaikan pernyataan tersebut setelah bertemu dan bermusyawarah dengan Amanda mengenai langkah selanjutnya.

Pertemuan berlangsung setelah Gugun menerima berbagai kritik dan masukan masyarakat mengenai peristiwa tersebut.

Ia mengaku menerima ribuan pesan terkait persoalan itu sebelum memutuskan menemui korban secara langsung.

“Saya mengawal langsung agar pelaku diproses dan setuju untuk diadili,” tulisnya.

Gugun juga menyampaikan bahwa peristiwa yang dialami Amanda dan Sandra terjadi di muka umum. Menurut keterangannya, kejadian tersebut berdampak terhadap keluarga korban.

Proses hukum selanjutnya tetap berada dalam kewenangan aparat penegak hukum. Laporan korban membuat penanganan perkara dilanjutkan melalui mekanisme hukum yang berlaku.

Stafsus Menag Sebut Kemenag Akan Membantu Keluarga Korban

Kehadiran Kementerian Agama dalam persoalan tersebut disebut bertujuan menjaga kerukunan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Kementerian juga menyatakan akan membantu keluarga korban dalam persoalan tersebut.

“Kemenag hadir mengawal kerukunan umat dan melayani umat secara adil. Insya Allah kami bantu untuk keluarga korban,” tegasnya.

Baca Juga:  Tiga Bocah di Cilacap Jadi Korban Ledakan Mercon Rakitan

Gugun turut mengajak seluruh pihak menjaga kerukunan dan menghormati proses hukum yang berjalan.

Ia meminta masyarakat tetap memberikan kritik dan masukan terhadap pelayanan Kementerian Agama.

Peristiwa tersebut terjadi dalam rangkaian kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Sabtu (3/10).

Suara petasan dan kembang api terdengar sekitar pukul 01.00 WIB selama kurang lebih satu jam. Aktivitas tersebut kemudian dikeluhkan warga karena mengganggu waktu istirahat.

Petasan dalam Acara Maulid Nabi Picu Protes Warga

Lurah Pondok Pinang Dina Roslina menjelaskan kegiatan tersebut merupakan pengajian dan haul keluarga tokoh agama.

Pada akhir kegiatan, penyelenggara menyalakan kembang api yang kemudian mengganggu ketenteraman wilayah sekitar.

Menurut Dina, kegiatan tersebut belum mengantongi izin resmi. Penyelenggara menyatakan telah berkoordinasi dengan RT, RW, dan Babinsa setempat.

“Informasi dari para pihak penyelenggara ya bahwa mereka ini telah berkoordinasi dengan RT RW, dengan Bhabinsa setempat. Namun memang secara resminya belum diteruskan kepada pihak kepolisian,” jelas Dina kepada awak media.

Penggunaan petasan kemudian memicu protes dari warga yang mendatangi lokasi kegiatan. Sedikitnya tiga warga mengaku mengalami tindak kekerasan ketika menyampaikan keberatan terhadap kegiatan tersebut.

Warga mempertanyakan izin pelaksanaan acara. Namun, mereka kemudian mengaku menerima perlakuan yang dinilai tidak menyenangkan.

Dalam pertemuan tersebut, penyelenggara mengakui kesalahan dan menyampaikan permohonan maaf kepada warga.

Gubernur DKI Soroti Kegiatan di Pondok Pinang

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung turut menyoroti kegiatan Maulid Nabi di Pondok Pinang yang berlangsung hingga dini hari.

Pramono meminta kegiatan keagamaan tetap memperhatikan ketertiban dan kenyamanan masyarakat sekitar.

Ia mengaku mengikuti perkembangan kejadian tersebut dan meminta jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ikut menangani persoalan setelah memperoleh informasi mengenai keributan akibat petasan.

Baca Juga:  3 Pemuda Tega Lempar Petasan ke Sopir Angkot di Tangerang

Pramono menyoroti penggunaan petasan yang masih berlangsung sekitar pukul 01.00 WIB karena dinilai mengganggu ketertiban masyarakat.

Ia juga menyinggung kondisi anak seorang warga yang berkebutuhan khusus dan sensitif terhadap suara petasan.

Pramono kemudian meminta agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di Jakarta.

(AKM/NID/RAD)



Trending