Connect with us

Internasional

Tragis, Perempuan di China Meninggal Setelah 6 Operasi Plastik dalam Sehari

Liu, perempuan asal China, meninggal setelah menjalani 6 operasi plastik dalam 24 jam.

Pexels photo

Published

on

Tragis, Perempuan di China Meninggal Setelah 6 Operasi Plastik dalam Sehari
Tragis, Perempuan di China Meninggal Setelah 6 Operasi Plastik dalam Sehari. Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 19 November 2024 - Seorang perempuan asal China bernama Liu meninggal dunia setelah menjalani enam prosedur operasi plastik dalam kurun waktu 24 jam di sebuah klinik kecantikan di Nanning.

Kejadian ini menjadi perhatian publik karena prosedur tersebut dinyatakan sesuai dengan standar medis.

Rangkaian Prosedur Operasi Plastik

Prosedur dimulai pada sore hari dengan dua operasi utama, yaitu operasi kelopak mata ganda dan perbaikan hidung, yang berlangsung selama lima jam.

Operasi dilanjutkan keesokan harinya dengan prosedur sedot lemak pada kedua paha, di mana lemak yang diambil digunakan untuk implan wajah dan payudara.

Total durasi operasi pada hari kedua mencapai lima jam.

Liu membiayai prosedur tersebut dengan pinjaman sebesar 40 ribu Yuan (sekitar Rp88 juta).

Setelah prosedur selesai dan kondisinya dinyatakan stabil, ia diizinkan pulang oleh pihak klinik.

Namun, saat berada di lift klinik, Liu tiba-tiba pingsan. Ia sempat mendapat pertolongan pertama dan dilarikan ke The Second Nanning People’s Hospital, tetapi nyawanya tidak tertolong.

Liu dinyatakan meninggal dunia pada sore harinya.

Penyebab Kematian Liu

Menurut laporan South China Morning Post, hasil autopsi menunjukkan Liu meninggal akibat gagal napas akut yang disebabkan oleh emboli paru.

Kondisi ini sering terjadi sebagai komplikasi dari operasi, terutama prosedur sedot lemak.

Emboli paru menghambat aliran darah, yang pada akhirnya menyebabkan gagal napas fatal.

Gugatan Keluarga Liu

Keluarga Liu melayangkan gugatan terhadap klinik kecantikan tersebut ke Pengadilan Rakyat Distrik Jiangnan.

Mereka menuntut kompensasi sebesar 1,18 juta Yuan (sekitar Rp2,6 miliar) dan menyalahkan pihak klinik atas kematian Liu, yang meninggalkan seorang anak.

Baca Juga:  Trump Minta China Hentikan Serangan Balik Tarif Impor, Ajak Negosiasi

Namun, investigasi kepolisian menunjukkan bahwa klinik memiliki dokumen hukum lengkap untuk semua prosedur yang dilakukan.

Kedua dokter yang menangani operasi juga memiliki lisensi resmi, dan jumlah lemak yang diangkat sesuai dengan standar medis.

Pihak klinik menolak bertanggung jawab dan menyatakan bahwa Liu telah menyetujui semua risiko yang terkait dengan operasi plastik.

Mereka juga menyebutkan bahwa hasil autopsi tidak menemukan bukti adanya malapraktik.

Keputusan Pengadilan

Pengadilan awal memutuskan bahwa klinik bertanggung jawab atas kematian Liu dan memerintahkan pembayaran kompensasi penuh sesuai tuntutan keluarga.

Namun, setelah banding, jumlah kompensasi direvisi menjadi 590 ribu Yuan (sekitar Rp1,3 miliar).

Trending