Connect with us

Internasional

Trump Larang Warga dari 12 Negara Ini Masuk AS

Presiden Donald Trump menandatangani larangan perjalanan terhadap warga dari 12 negara.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 06 05t142419.875
Trump Larang Warga dari 12 Negara Ini Masuk AS! | Gambar: Reuters

MPN Indonesia 5 Juni 2025 - Presiden Donald Trump menandatangani larangan perjalanan (travel ban) terhadap warga dari 12 negara, mayoritas berasal dari Afrika dan Timur Tengah.

Kebijakan ini menandai kembalinya strategi keras Trump terhadap imigrasi seperti yang pernah ia terapkan pada masa jabatan pertamanya.

Daftar Negara yang Dilarang Masuk AS

Dikutip MPN Indonesia dari The New York Times, negara-negara yang tercantum dalam larangan ini adalah Afghanistan, Myanmar, Chad, Republik Kongo, Guinea Khatulistiwa, Eritrea, Haiti, Iran, Libya, Somalia, Sudan, dan Yaman.

Warga dari negara-negara tersebut dilarang memasuki Amerika Serikat dalam bentuk apa pun, baik untuk kunjungan wisata, belajar, maupun imigrasi permanen.

Selain itu, pembatasan diberlakukan terhadap Burundi, Kuba, Laos, Sierra Leone, Togo, Turkmenistan, dan Venezuela.

Meski tidak sepenuhnya dilarang, warga dari negara-negara ini tidak dapat mengajukan visa permanen maupun visa turis dan pelajar.

Alasan Keamanan Nasional

Langkah ini diambil tak lama setelah seorang pria asal Mesir melakukan serangan di Colorado, meski Mesir tidak termasuk dalam daftar larangan.

Trump menyebut serangan tersebut sebagai bukti pentingnya pemeriksaan ketat terhadap warga asing yang masuk ke AS.

“Kita tidak ingin mereka datang ke sini,” tegas Trump, sambil menyoroti bahaya dari pengunjung sementara yang menyalahgunakan izin tinggal mereka.

Ada Pengecualian

Larangan ini diperkirakan akan lebih kuat secara hukum dibanding upaya serupa pada masa lalu.

Beberapa pengecualian diterapkan, termasuk bagi pemegang visa yang sudah ada, pemegang green card, atlet yang bertanding di Piala Dunia atau Olimpiade, serta warga Afghanistan yang memenuhi syarat dalam program Visa Imigran Khusus karena membantu pemerintah AS selama perang.

Baca Juga:  Netanyahu Puji Trump usai Tangkap Nicolas Maduro: Aksi yang Brilian!

Trump juga menyinggung kembali migrasi besar-besaran ke Eropa dalam satu dekade terakhir yang dipicu konflik di negara-negara mayoritas Muslim.

“Kami tidak akan membiarkan apa yang terjadi di Eropa terjadi di Amerika,” ujar Trump.

(ADN/NID/RAD)

Trending