Connect with us

Internasional

Trump Naikkan Biaya Baru Visa H-1B jadi Rp1,6 Miliar!

Donald Trump umumkan kenaikan biaya visa kerja H-1B menjadi USD 100.000 atau Rp1,6 miliar.

Logompn

Published

on

Trump naikkan biaya baru visa h 1b jadi rp1,6 miliar!
Donald Trump. Gambar: The Wall Street Journal

MPN Indonesia 21 September 2025 - Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan menerapkan kenaikan biaya visa kerja H-1B menjadi USD 100.000 atau sekitar Rp1,66 miliar (kurs Rp16.647).

Donald Trump diperkirakan akan segera menandatangani dekrit ini pada Sabtu (20/9) sebagai dasar hukum penerapan biaya baru visa ini.

Keputusan ini merupakan kebijakan luar negeri dan kebijakan imigrasi ketat yang diberlakukan sejak kembali menjabat pada 2025.

Rencana kenaikan biaya visa ini dilaporkan oleh Bloomberg News pada Jumat (19/9), mengutip pernyataan seorang pejabat Gedung Putih yang tidak disebutkan namanya.

Langkah ini menandai pertama kalinya biaya visa H-1B dinaikkan secara drastis dari sebelumnya USD 1.000 atau sekitar Rp16 juta.

Penerapan kebijakan ini bertujuan untuk membatasi masuknya pekerja asing, terutama di sektor teknologi, kecuali mereka membayar biaya aplikasi yang tinggi.

Fokus pada Pekerja India

Selain menaikkan biaya, pemerintah Amerika Serikat juga berencana untuk merevisi struktur upah minimum bagi pemegang visa H-1B.

Revisi ini diarahkan untuk lebih membatasi penggunaan visa tersebut oleh perusahaan teknologi, terutama yang mempekerjakan pekerja asing dari India.

Visa H-1B dikenal luas digunakan oleh perusahaan-perusahaan teknologi global untuk merekrut tenaga kerja asing dalam posisi teknis. Menurut data pemerintah AS:

  • India: 71%
  • China: 11,7%

Setiap tahunnya, AS memberikan 85.000 visa H-1B melalui sistem undian (lotre), dan sekitar sepertiga dari jumlah tersebut biasanya diberikan kepada warga negara India.

Perusahaan Teknologi Terdampak

Program visa H-1B menjadi tulang punggung bagi banyak perusahaan teknologi di AS, yang mengandalkan talenta asing untuk mengisi posisi spesifik di bidang teknologi tinggi.

Baca Juga:  Kemdiktisaintek Buka Suara usai AS Hentikan Penerbitan Visa Mahasiswa Asing

Pada 2025, menurut data dari Layanan Kewarganegaraan dan Imigrasi AS, sejumlah perusahaan menyetujui jumlah visa berikut:

  • Amazon: lebih dari 10.000 visa H-1B
  • Microsoft: lebih dari 5.000 visa H-1B
  • Meta Platforms: lebih dari 5.000 visa H-1B

Kebijakan ini juga berdampak langsung pada pasar saham.

Pada Jumat (19/9), saham perusahaan Cognizant Technology Solutions, yang sangat bergantung pada pekerja H-1B, turun lebih dari 5 persen.

Kritik dari Pekerja Lokal

Beberapa kelompok pekerja teknologi lokal di AS mengkritik penggunaan visa H-1B, dengan alasan bahwa kebijakan ini digunakan oleh perusahaan untuk menekan upah pekerja domestik.

Namun, sejumlah data menyebutkan bahwa tenaga kerja lokal AS belum cukup untuk mengisi seluruh kebutuhan tenaga kerja sektor teknologi, yang terus meningkat.

Para pengusaha di sektor teknologi, termasuk tokoh-tokoh ternama seperti Elon Musk, sebelumnya telah memperingatkan agar pemerintah tidak mempersulit akses terhadap visa H-1B.

Mereka menilai bahwa pembatasan terhadap program ini dapat merugikan daya saing industri teknologi di AS.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending