Connect with us

Internasional

Viral! Bocah WNI 6 Tahun Meninggal Dunia usai Ditabrak Mobil di Singapura

Kecelakaan lalu lintas di Singapura menewaskan bocah WNI 6 tahun, polisi menangkap pengemudi karena lalai.

Logompn

Published

on

Viral! Bocah WNI 6 Tahun Meninggal Dunia usai Ditabrak Mobil di Singapura
Viral! Bocah WNI 6 Tahun Meninggal Dunia usai Ditabrak Mobil di Singapura. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 9 Februari 2026 - Seorang bocah perempuan warga negara Indonesia (WNI) berusia 6 tahun meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di kawasan Chinatown, Singapura, pada Jumat (6/2) pukul 11.50 waktu setempat.

Korban bersama ibunya yang juga merupakan WNI berusia 31 tahun ditabrak mobil di area parkir samping Kuil Relik Gigi Buddha, South Bridge Road, saat sedang berjalan kaki.

Keduanya sempat dibawa ke Rumah Sakit Umum Singapura (Singapore General Hospital) dalam keadaan sadar, namun sang anak meninggal dunia akibat luka-luka.

Kepolisian Singapura menyatakan bahwa mobil yang menabrak korban dikendarai oleh seorang wanita berusia 38 tahun.

Setelah kejadian, pengemudi tersebut ditangkap atas dugaan kelalaian dalam mengemudi hingga menyebabkan kematian.

Saat insiden terjadi, pengemudi disebut tidak melihat pejalan kaki di sebelah kanannya saat hendak berbelok keluar dari tempat parkir.

“Wanita itu sedang mengemudi keluar dari tempat parkir. Dia tidak melihat pejalan kaki di sebelah kanannya,” kata Nguyen Thi Hanh, saksi mata yang berada di lokasi, dikutip MPN Indonesia melaui unggahan Facebook @nguyenthi.hanh.56481 pada Senin, (9/2).

Petugas medis dari Pasukan Pertahanan Sipil Singapura (SCDF) segera melakukan resusitasi jantung paru (CPR) di lokasi untuk menyelamatkan nyawa anak tersebut sebelum dilarikan ke rumah sakit.

Namun, meski telah mendapatkan perawatan darurat, nyawa bocah tersebut tidak tertolong. Sementara itu, ibunya masih menjalani perawatan intensif akibat luka serius yang dideritanya.

Kronologi Kecelakaan di South Bridge Road

Berdasarkan kesaksian saksi mata dan laporan media lokal, kecelakaan terjadi ketika keluarga WNI tersebut sedang berjalan di area parkir dekat Kuil Relik Gigi Buddha.

Baca Juga:  Apakah Indonesia Pernah Juara Piala AFF 2026?

Mobil yang dikendarai wanita berusia 38 tahun hendak keluar dari tempat parkir, namun diduga pengemudi tidak memperhatikan kondisi jalan secara menyeluruh.

Ia hanya melihat ke kiri saat berbelok ke kanan, sehingga langsung menabrak ibu dan anak tersebut.

“Dia hanya melihat ke arah kiri saat hendak belok ke kanan,” tulis Nguyen.

Ayah korban dilaporkan tiba di lokasi dua menit setelah kejadian. Ia terlihat memeluk tubuh anaknya yang sudah tak berdaya di atas aspal, sementara sang istri tergeletak tak sadarkan diri.

Beberapa warga sekitar, termasuk seorang tenaga medis yang mengenakan seragam bedah, memberikan pertolongan pertama sambil menunggu ambulans datang.

Setelah kecelakaan, pengemudi sempat panik dan menurut saksi, ia menyatakan bahwa dirinya tidak bersalah.

“Saat wanita pengemudi itu turun dan melihat ke belakang, barulah dia sadar telah menyebabkan kecelakaan. Namun, dia malah berteriak kencang kepada sang ayah yang sedang memeluk putrinya, mencoba menjelaskan bahwa dia tidak bersalah,” ungkap Nguyen.

Namun, pihak kepolisian mengambil tindakan dengan menangkap pengemudi atas dugaan mengemudi tanpa pertimbangan yang wajar.

Pemulangan Jenazah dan Dukungan dari KBRI

Jenazah korban telah dipulangkan ke Indonesia, tepatnya ke Jakarta, pada Minggu (8/2) pukul 06.50 waktu Singapura menggunakan maskapai Singapore Airlines.

Pemulangan dilakukan bersama keluarga dan kerabat korban. Sejumlah keluarga korban telah berada di Singapura sejak malam kejadian, dan sebagian lainnya kembali ke Indonesia pada Sabtu (7/2), sebelum akhirnya kembali bersama jenazah.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura turut memberikan pendampingan kepada keluarga korban.

“Staf kedutaan telah bertemu dengan ayah korban dan akan terus memberikan dukungan serta bantuan kepada keluarga almarhumah,” ujar juru bicara KBRI kepada media lokal Mothership, dikutip MPN Indonesia pada Senin, (9/2).

Baca Juga:  Kapal Pengangkut Sapi Kurban Tenggelam di Sulsel, 13 Ekor Mati

Pihak kedutaan juga menyatakan siap memfasilitasi komunikasi dengan semua pihak terkait untuk memastikan seluruh proses administrasi berjalan lancar, termasuk pemulangan jenazah ke Indonesia.

Pada Sabtu (7/2), sekitar pukul 14.15 waktu Singapura, keluarga korban mendatangi kamar jenazah untuk mengambil tubuh anak tersebut.

Suasana haru menyelimuti lokasi, dengan tangisan terdengar dari dalam ruangan.

Seorang wanita lanjut usia terlihat terpukul dan tidak sanggup melihat jenazah cucunya.

Ayah korban juga tampak sangat terpukul hingga harus dibantu oleh kerabat untuk berdiri.

Hingga saat ini, ibu korban yang mengalami luka berat masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Singapura.

Sementara itu, proses hukum terhadap pengemudi mobil wanita berusia 38 tahun masih berlangsung di bawah penanganan Kepolisian Singapura.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending