Connect with us

Internasional

Mirip Flu, Wabah Penyakit X Serang Kongo, 79 Orang Tewas

Wabah Penyakit X melanda Kongo dengan 376 kasus dan 79 korban jiwa. WHO dan CDC bekerja sama untuk mengatasi ancaman ini.

Actress 1299250

Published

on

Mirip Flu, Wabah Penyakit X Serang Kongo, 79 Orang Tewas
Mirip Flu, Wabah Penyakit X Serang Kongo, 79 Orang Tewas. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 9 Desember 2024 - Republik Demokratik Kongo kini menghadapi ancaman dengan kemunculan Penyakit X, sebuah penyakit menular yang belum teridentifikasi oleh WHO (World Health Organization/WHO), dan telah menewaskan 79 orang sejak pertama kali dilaporkan pada Oktober 2024.

Penyebaran Wabah di Kongo

Wabah ini telah menyebar di Provinsi Kwango, terutama di zona kesehatan Panzi, dengan total 376 kasus tercatat hingga saat ini.

Dari angka tersebut, hampir 200 kasus melibatkan anak-anak di bawah usia lima tahun, sementara mayoritas korban meninggal berusia 15 hingga 18 tahun.

Gejala awal yang dilaporkan mencakup demam, sakit kepala, batuk, dan kesulitan bernapas.

Untuk mengendalikan penyebaran, pemerintah Kongo telah mengeluarkan peringatan nasional sejak Minggu (1/12).

Imbauan kepada masyarakat mencakup mencuci tangan secara rutin, menghindari kerumunan, dan tidak menyentuh jenazah tanpa pendampingan petugas kesehatan.

Penyelidikan dan Respons Kesehatan

Direktur Jenderal Institut Kesehatan Masyarakat Nasional Kongo, Dieudonne Mwamba, menduga bahwa Penyakit X dapat ditularkan melalui udara.

Sampel dari pasien telah dikirim ke laboratorium nasional di Kinshasa untuk analisis lebih lanjut.

Hasil investigasi laboratorium diharapkan dapat membantu mengidentifikasi penyebab penyakit dalam waktu 48 jam setelah pengujian.

Selain itu, Kementerian Kesehatan Kongo bekerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Pusat Pengendalian Penyakit Afrika (CDC Afrika).

Tim gabungan dari WHO dan CDC Amerika Serikat telah diterjunkan ke lokasi untuk memberikan dukungan teknis, termasuk investigasi laboratorium, pengawasan epidemiologi, serta pengendalian infeksi.

“Kami sedang membangun kapasitas pengawasan yang lebih kuat di negara ini,” ungkap Direktur Pusat Pengendalian Penyakit Afrika, Jean Kaseya, terkait upaya kolaborasi tersebut.

Baca Juga:  Waspada Bahaya GERD! Bisa Picu Penyakit Ini…

Kemunculan Penyakit X

Kemunculan Penyakit X terjadi di tengah peningkatan kasus influenza di Kongo.

Situasi ini memunculkan kekhawatiran akan kemungkinan hadirnya patogen baru yang berpotensi memicu pandemi. P

ara ahli kesehatan global, termasuk epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman, menduga bahwa Penyakit X disebabkan oleh infeksi virus.

Namun, karakteristiknya saat ini dianggap tidak memiliki potensi untuk berkembang menjadi pandemi global.

Situasi ini mengingatkan banyak pihak pada pandemi COVID-19, yang berdampak besar secara global.

WHO telah menjadikan pencegahan potensi pandemi berikutnya sebagai salah satu prioritas utama dalam kebijakan kesehatan dunia, termasuk melalui program penelitian dan pengembangan vaksin untuk patogen yang belum teridentifikasi.

Strategi Pencegahan

Ketika pandemi COVID-19 mengajarkan pentingnya kesiapan global, WHO telah menggalang kerja sama dengan para pemimpin dunia dan pakar kesehatan untuk mengantisipasi pandemi berikutnya.

Penyakit X, yang pertama kali masuk dalam daftar patogen prioritas WHO pada 2018, kembali menjadi perhatian utama.

WHO dan berbagai institusi ilmiah memulai penelitian mendalam untuk mengembangkan langkah pencegahan, termasuk melalui sistem peringatan dini, transfer teknologi vaksin, dan peningkatan infrastruktur kesehatan.

Seorang pakar dari Pusat Keamanan Kesehatan Johns Hopkins, Dr. Amesh Adalja, memperingatkan kemungkinan kemunculan virus baru dengan tingkat kematian tinggi yang dapat menyebar antar-manusia secara efisien.

Hal ini mendorong upaya proaktif untuk menghadapi ancaman kesehatan global di masa depan.

Imbauan untuk Tetap Waspada

Pemerintah Kongo mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap Penyakit X.

Upaya pencegahan terus ditingkatkan, sementara investigasi mengenai asal penyakit masih berlangsung.

Kolaborasi antara pihak lokal dan internasional diharapkan dapat mengungkap penyebab penyakit ini serta mencegah penyebaran lebih lanjut.

Trending