Connect with us

Lifestyle

5 Kebiasaan yang Buat Orang Tetap Miskin, Nomor 3 Relate dengan Gen Z!

Investor ternama dunia, Warren Buffett, mengungkapkan lima kebiasaan finansial yang dapat membuat seseorang tetap miskin.

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 07 19t140959.978
5 Kebiasaan yang Buat Orang Tetap Miskin, Nomor 3 Relate dengan Gen Z! | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 20 Juli 2025 - Investor ternama dunia, Warren Buffett, mengungkapkan lima kebiasaan finansial yang dapat membuat seseorang tetap berada dalam kondisi miskin.

Temuan ini menjadi sorotan, terutama di tengah meningkatnya perhatian terhadap literasi dan edukasi keuangan, termasuk di kalangan Gen Z yang rentan terjebak pada gaya hidup konsumtif dan tren digital.

Dikutip MPN Indonesia dari Forbes, Warren Buffet saat ini memiliki kekayaan sebesar Rp141,1 miliar dollar AS atau setara Rp2.305 triliun.

Lantas apa saja kebiasaan yang menurut Buffet bisa membuat orang tetap miskin? Berikut ulasannya.

Suka Berutang

Buffett menyebut, “Hal terpenting yang dapat Anda lakukan jika Anda berada di dalam lubang adalah berhenti menggali”.

Kalimat ini menegaskan pada kita bahwa siklus ‘gali lobang tutup lobang’ dengan berhutang harus segera diakhiri.

Ia menyoroti mengenai utang kartu kredit dan pinjaman konsumen yang justru menimbulkan lingkaran setan, alih-alih memberikan untung.

“Jika Anda membayar bunga utang sebesar 1 persen, hal pertama yang akan saya lakukan dengan uang yang saya miliki adalah melunasi utang tersebut,” jelas Buffett.

Mengabaikan Investasi pada Diri Sendiri

Salah satu kebiasaan buruk yang akan terus membuat kita miskin adalah mengabaikan diri sendiri dengan tidak melakukan ‘upgrade diri’.

“Investasi terbaik yang bisa Anda lakukan adalah pada diri Anda sendiri,” kata Buffet.

Di awal karier, Buffet mengaku bahwa ia mengambil kursus berbicara di depan umum Dale Carnegie, yang ia nilai sebagai titik penting dalam perjalanannya.

Pengembangan keterampilan melalui pendidikan formal atau pelatihan profesional itu lah yang menurut Buffet sangat penting untuk meningkatkan potensi penghasilan.

Baca Juga:  Marak Beredar Uang Palsu, Begini Cara Ceknya: Dilihat, Diraba Diterawang

Mengikuti Tren Investasi

Buffet seolah menampar anak-anak muda zaman sekarang dengan mengatakan bahwa kebiasaan mengikuti tren investasi justru akan menimbulkan kerugian.

“Jadilah takut ketika orang lain serakah, dan serakah ketika orang lain takut,” ujar Buffett.

Ia mengkritik perilaku mengikuti tren pasar secara impulsif yang sering diperkuat media sosial.

Keputusan keuangan yang didorong oleh FOMO berpotensi menyebabkan kerugian besar ketika tren berbalik arah.

Alih-alih mengikuti tren, Buffet justru melakukan riset menyeluruh dan pemikiran independen untuk menemukan investasi mana yang menguntungkan.

Penganggaran Terbalik

Mungkin banyak orang yang akan menabung dari hasil sisa kebutuhanya. Namun menurut Buffet ini merupakan ‘penganggaran terbalik’.

Seharusnya, jika ingin keluar dari lingkaran kemiskinan, kita belanja dari sisa menabung, bukan justru sebaliknya.

“Jangan menabung apa yang tersisa setelah belanja. Sebaliknya, belanjakan apa yang tersisa setelah menabung,” kata Buffett.

Gaya Hidup di Atas Kemampuan

Sebagian orang mungkin akan memaksakan gaya hidup agar terlihat keren dan sesuai dengan tren. Padahal, menurut Buffet, hal itu justru akan sangat merugikan mereka sendiri.

“Jika Anda membeli barang yang tidak Anda butuhkan, Anda akan segera menjual barang yang Anda butuhkan,” kata Buffet.

Buffet sendiri masih tinggal di rumah yang dibeli tahun 1958 dan mengendarai mobil sederhana, meskipun merupakan salah satu orang terkaya di dunia.

Gaya hidup mewah secara berlebihan menghambat akumulasi kekayaan karena dana yang seharusnya bisa diinvestasikan justru digunakan untuk konsumsi.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending