Connect with us

Lifestyle

Tips Mengecilkan Perut ala Dokter Tirta

Dr Tirta menegaskan bahwa mengecilkan perut tidak cukup dengan olahraga seperti sit-up atau plank, melainkan harus diimbangi dengan defisi.

Logompn

Published

on

Tips mengecilkan perut ala dokter tirta
Ilustrasi Perut Ramping. Gambar : Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 20 Juli 2025 - Dr Tirta menegaskan bahwa mengecilkan perut tidak cukup hanya mengandalkan satu jenis olahraga seperti plank atau sit-up.

Penjelasan tersebut disampaikan dalam sesi tanya jawab di kanal YouTube miliknya pada (5/5).

Menurut dr Tirta, perut buncit terbentuk akibat penumpukan lemak selama bertahun-tahun, terutama karena konsumsi kalori yang melebihi kebutuhan tubuh.

“Menghilangkan lemak seperti ini bisa dari dua cara. Yang pertama adalah dengan cara mengurangi atau mengatur pola makan,” ujar dr Tirta dalam video tersebut, dikutip MPN Indonesia dari kanal YouTube Tirta PengPengPeng, Sabtu (19/7).

Ia menambahkan bahwa jenis lemak di perut terdiri dari dua macam, yakni lemak subkutan (di bawah kulit) dan lemak viseral (yang menempel pada organ tubuh).

Penumpukan lemak inilah yang menyebabkan lingkar perut membesar dan menjadi faktor risiko penyakit seperti diabetes melitus dan hipertensi.

Oleh karena itu, penanganannya harus dilakukan melalui pendekatan menyeluruh, yaitu dengan menciptakan defisit kalori.

Dua Strategi Utama Mengecilkan Perut Menurut dr Tirta

Dr Tirta menjelaskan bahwa proses pengurangan lemak perut hanya dapat dilakukan melalui dua pendekatan utama:

1. Mengatur pola makan
Mengurangi asupan kalori dari makanan, terutama makanan tinggi karbohidrat sederhana.

Salah satu contoh praktiknya ditunjukkan oleh narasumber Mas Dori, yang mengurangi makan malam dan hampir tidak mengonsumsi nasi, hanya 1–2 kali dalam sebulan.

2. Meningkatkan aktivitas fisik
Melakukan aktivitas fisik ringan seperti jalan kaki dalam durasi panjang.

Mengombinasikan latihan ringan dengan latihan intensitas tinggi seperti nge-gym dan angkat beban.

Baca Juga:  Mengenal Batu Saluran Kemih: Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya!

Dalam sesi tersebut, dr Tirta menyebut bahwa sekadar melakukan olahraga, bahkan yang tergolong dalam “fat burning zone” seperti berjalan kaki menanjak, tidak cukup tanpa memperhitungkan defisit kalori dari pola makan.

“Kalau kamu olahraga tapi makannya juga banyak, ya ini enggak kecil-kecil karena tidak terpakai,” ujar dr Tirta.

Ia juga menjelaskan bahwa tidak ada jenis olahraga yang bisa mengecilkan bagian tubuh secara spesifik tanpa pengaruh dari keseluruhan keseimbangan kalori dalam tubuh.

Contoh Nyata Perubahan Berat Badan

Mas Dori, narasumber yang dihadirkan dr Tirta dalam video tersebut, mengalami penurunan berat badan dari 136 kg menjadi 122 kg dalam waktu enam bulan.

Penurunan tersebut dicapai melalui kombinasi antara pengurangan makan malam, menghindari konsumsi nasi, dan konsistensi dalam olahraga seperti gym dan jalan kaki.

Menyeimbangkan Kesehatan Fisik Secara Umum

Menurunkan berat badan dan mengecilkan perut berkaitan erat dengan upaya menjaga kesehatan fisik secara keseluruhan.

Dr Tirta mengingatkan bahwa olahraga ringan maupun berat akan efektif hanya jika disertai pengaturan asupan makanan secara tepat.

“Untuk mengurangi lemak di perut itu kita tidak hanya membakar lemak saja, tetapi menghitung penghilangan lemak yang ada di seluruh tubuh selama seharian,” tambahnya.

Dalam konteks ini, strategi defisit kalori harian yang berkelanjutan menjadi syarat utama keberhasilan.

Kombinasi antara perubahan pola makan dan aktivitas fisik yang konsisten merupakan kunci utama dalam mengelola lemak perut sesuai penjelasan dr Tirta.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending