Connect with us

Lifestyle

Apakah Boleh Puasa Sunah sebelum Membayar Hutang Puasa?

Masih punya utang puasa Ramadan? Simak aturan menjalankan puasa sunah dan puasa qadha.

Logompn

Published

on

Apakah Boleh Puasa Sunnah sebelum Membayar Hutang Puasa
Apakah Boleh Puasa Sunnah sebelum Membayar Hutang Puasa. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 24 April 2026 - Umat Muslim yang memiliki utang puasa Ramadan diperbolehkan menjalankan puasa sunah setelah menyelesaikan kewajiban tersebut, sebagaimana dipahami dari keterangan hadis dan arahan ulama terkait pelaksanaan ibadah puasa dalam ajaran Islam.

Pertanyaan mengenai boleh atau tidaknya puasa sunah sebelum membayar utang puasa kerap muncul di tengah praktik keagamaan, khususnya ketika memasuki bulan Syawal atau saat menjalankan puasa Senin-Kamis.

Dalam praktiknya, tidak ditemukan petunjuk yang secara eksplisit membolehkan pelaksanaan puasa sunah bersamaan dengan kewajiban membayar utang puasa, sehingga umat Islam diarahkan untuk mendahulukan kewajiban tersebut.

Selama sebulan penuh Ramadan, umat Islam menjalankan puasa sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.

Namun, dalam pelaksanaannya, tidak sedikit perempuan yang tidak dapat menyempurnakan puasa karena kondisi tertentu sehingga memiliki kewajiban membayar utang puasa di hari lain.

Dalam situasi tersebut, muncul pertanyaan mengenai hukum menjalankan puasa sunah sebelum menyelesaikan kewajiban puasa wajib yang tertunda.

Dalam ajaran Islam, puasa termasuk ibadah mahdli yang memiliki tuntunan jelas dalam pelaksanaannya.

Berdasarkan penjelasan yang ada, tidak ditemukan hadis yang menyatakan bahwa puasa sunah dan pembayaran utang puasa dapat dijalankan secara bersamaan.

Karena itu, para ulama mengarahkan agar kewajiban membayar utang puasa didahulukan sebelum melaksanakan puasa sunah seperti puasa enam hari di bulan Syawal, puasa Dawud, maupun puasa Senin-Kamis.

Ketentuan Pelaksanaan Puasa dalam Perspektif Keagamaan

Puasa dalam Islam merupakan bagian dari ibadah mahdli yang tata caranya telah diatur secara rinci.

Dalam konteks ini, pelaksanaan puasa wajib memiliki kedudukan yang harus diprioritaskan dibandingkan puasa sunah.

Setelah utang puasa ditunaikan, barulah umat Islam dapat melaksanakan puasa sunah sesuai dengan tuntunan yang berlaku.

Baca Juga:  Jadwal Imsakiyah Kabupaten Bogor Ramadan 2026 Lengkap Selama Satu Bulan

Puasa sunah sendiri memiliki sejumlah keutamaan dalam ajaran keagamaan Islam.

Salah satu keutamaan tersebut dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

“Dari Abi Sa’id al-Khudri r.a. (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Saya pernah mendengar Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa berpuasa pada suatu hari di jalan Allah, maka Allah akan menjauhkannya dari api neraka selama 70 tahun,” (HR. Bukhari dan Muslim), dikutip MPN Indonesia melalui laman Muhammadiyah pada Jumat (24/4).

Hadis ini menjadi rujukan mengenai nilai ibadah puasa sunah dalam kehidupan seorang Muslim.

Meskipun demikian, dalam keteraturan ibadah puasa, pelaksanaan yang mengikuti tuntunan dan dilakukan secara terpisah antara puasa wajib dan puasa sunah menjadi bagian dari praktik yang diarahkan oleh para ulama.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending