Connect with us

Lifestyle

Apakah Suplemen Serat Bisa Menggantikan Sayur dan Buah?

Apakah benar suplemen serat dapat sepenuhnya menggantikan manfaat nutrisi alami dari sayur dan buah?

Logompn

Published

on

Mpnbagas(1250 x 849 px) mpn 2025 05 30t161014.353
Apakah Suplemen Serat Bisa Menggantikan Sayur dan Buah? | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 1 Juni 2025 - Seiring meningkatnya gaya hidup praktis, banyak masyarakat mulai mengganti konsumsi sayur dan buah dengan suplemen serat. Tren ini semakin populer terutama di kalangan individu dengan aktivitas padat.

Namun, apakah benar suplemen serat dapat sepenuhnya menggantikan manfaat nutrisi alami dari sayur dan buah?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mari simak ulasannya berikut ini.

Serat dan Buah adalah Serat Terbaik

Dalam diskusi yang ditayangkan melalui kanal YouTube milik Dokter Tirta, ia secara tegas menyatakan bahwa sumber serat terbaik tetap berasal dari bahan alami.

“Sebaik-baiknya serat adalah tetap dari sayur dan buah,” ujar Tirta, dilihat MPN Indonesia dari YouTube Tirta Peng Peng Peng, Minggu (1/6).

Tirta menjelaskan kesalahan yang sering terjadi di tengah masyarakat saat ini. Menurutnya, suplemen tak bisa dianggap sebagai kebutuhan utama.

“Kesalahan orang itu sekarang ini mereka tuh menjadikan suplemen sebagai kebutuhan utama. Padahal suplemen, namanya juga tambahan,” jelasnya.

Ia pun menekankan bahwa real food seperti sayur dan buah tetap harus menjadi prioritas utama dalam pemenuhan kebutuhan serat harian.

Kandungan nutrisi dalam bahan alami jauh lebih lengkap dan alami dibandingkan suplemen, yang umumnya hanya menyediakan satu jenis serat saja.

Oleh karena itu, penggunaan suplemen serat sebaiknya hanya sebagai pelengkap, bukan pengganti.

Kandungan Serat Alami Lebih Beragam

Serat dari sayur dan buah terdiri dari dua jenis utama, yaitu serat larut dan tidak larut, yang memiliki fungsi berbeda namun sama-sama penting untuk kesehatan fisik.

Kombinasi keduanya membantu melancarkan pencernaan, menjaga kadar gula darah, serta menurunkan risiko penyakit kronis.

Baca Juga:  Apakah Begadang Bisa Merusak Otak dalam Jangka Panjang? Simak Penjelasannya!

Sementara itu, suplemen serat hanya mencakup sebagian kecil dari kebutuhan tersebut.

“Jadi tetap yang diutamakan adalah pola makan makanan seimbang dalam seharian penuh,” tambah Tirta.

(ADN/NID/RAD)

Trending