Connect with us

Lifestyle

Benarkah Uang Bisa Membeli Kebahagiaan? Ini Faktanya!

Benarkah uang mampu memberikan rasa puas, atau justru hanya menawarkan kenyamanan sementara? Yuk, simak artikel di bawah!

Logompn

Published

on

Benarkah uang bisa membeli kebahagiaan ini faktanya!
Benarkah Uang Bisa Membeli Kebahagiaan Ini Faktanya! | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 14 November 2025 - Banyak orang percaya bahwa memiliki banyak uang bisa membuat hidup lebih bahagia. Namun, tak sedikit pula yang berpendapat bahwa kebahagiaan sejati tidak bisa dibeli.

Perdebatan ini terus berlangsung, apalagi di era modern ketika kebutuhan meningkat dan standar hidup ikut berubah.

Lalu, sebenarnya sejauh mana uang dapat memengaruhi kebahagiaan seseorang? Apakah benar materi mampu memberikan rasa puas, atau justru hanya menawarkan kenyamanan sementara? Yuk, simak artikel di bawah!

Uang Bisa Membeli Kebahagiaan?

Pertanyaan mengenai apakah uang bisa membeli kebahagiaan terus menjadi perdebatan.

Studi dan pendapat para ahli menunjukkan bahwa uang memang berperan dalam menciptakan rasa aman dan kenyamanan emosional.

Seperti yang dikatakan oleh terapis konseling asal Amerika Serikat, Sarah Whitmire, menyatakan bahwa uang dapat membawa kebahagiaan karena memberikan rasa aman dan mengurangi kecemasan finansial.

“Uang dapat mendatangkan kebahagiaan atau rasa kepuasan yang terasa seperti kebahagiaan karena uang memberikan rasa aman dan mengurangi kecemasan serta ketakutan finansial yang terus-menerus,” katanya seperti yang dikutip MPN Indonesia dariVerywell Mind, Jumat (14/11).

Hal tersebut diperkuat dengan pernyataan psikolog klinis, Kanchi Wijesekera, yang mengatakan bahwa kemiskinan berkaitan langsung dengan tingkat stres yang tinggi serta risiko gangguan kesehatan mental yang lebih besar.

“Bisa jadi lebih sulit untuk merasa bahagia ketika hidup dalam stres kronis akibat kemiskinan dan segala dampaknya,” jelasnya.

Hubungan Antara Uang dan Kebahagiaan

Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan nyata antara keamanan finansial dan peningkatan kesejahteraan.

Studi tahun 2010 menunjukkan bahwa penghasilan yang lebih tinggi meningkatkan kepuasan hidup subyektif karena dapat mengurangi tekanan emosional akibat peristiwa hidup yang sulit, seperti perceraian atau masalah kesehatan.

Baca Juga:  Tips Kelola THR Lebaran agar Kantong Tak Cepat Kering!

Penelitian lain juga mengindikasikan bahwa stabilitas finansial berkorelasi kuat dengan kebahagiaan, terutama di masyarakat yang sering mengalami ketidakpastian ekonomi.

Seorang psikoterapis, Kristin Anderson, menyebut bahwa dalam banyak budaya, keberhasilan finansial sering kali disamakan dengan kehidupan yang baik.

“Sumber daya finansial memberikan keamanan, kenyamanan, dan peluang, yang semuanya dikaitkan dengan kebahagiaan,” ujarnya.

Namun, efek ini bukan satu-satunya faktor kebahagiaan, karena banyak aspek emosional dan sosial yang tidak dapat dibeli dengan uang.

“Uang dapat meningkatkan kondisi kehidupan kita, tetapi tidak menjamin kebahagiaan sejati, yang sering kali datang dari kepuasan pribadi, hubungan, dan kesejahteraan emosional,” tambah Anderson.

Batasan Peran Uang dalam Kebahagiaan

Meski uang dapat meningkatkan kualitas hidup, ada batas di mana tambahan penghasilan tidak lagi memberikan dampak signifikan terhadap kebahagiaan.

Studi menyebut bahwa setelah penghasilan mencapai $75.000 hingga $100.000 per tahun, efek peningkatan kebahagiaan mulai melambat.

Ketika kebutuhan dasar telah terpenuhi, peningkatan lebih lanjut cenderung tidak terasa secara emosional.

Pengejaran terhadap penghasilan yang lebih tinggi juga berisiko mengganggu kualitas hidup jika mengorbankan hubungan sosial atau kesehatan emosional.

Whitmire menyoroti bahwa rasa lelah mental akibat pekerjaan yang menguras emosi tidak bisa ditebus dengan gaji tinggi.

“Kelelahan emosional tidak bisa disembuhkan hanya dengan uang,” jelasnya.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending