Connect with us

Lifestyle

Cukup Jalan 3.000 Langkah Sehari, Risiko Alzheimer Bisa Turun Drastis

Studi Harvard menemukan berjalan kaki 3.000 langkah per hari dapat menurunkan risiko Alzheimer dan memperlambat penurunan fungsi otak hingga beberapa tahun.

Logompn

Published

on

Cukup jalan 3.000 langkah sehari, risiko alzheimer bisa turun drastis
Ilustrasi Olahraga Jalan Kaki. Gambar : Freepik.com

MPN Indonesia 15 November 2025 - Berjalan kaki sebanyak 3.000 langkah per hari dapat secara signifikan menurunkan risiko Alzheimer dan memperlambat penurunan fungsi kognitif.

Temuan ini berasal dari studi terbaru yang diterbitkan dalam Nature Medicine oleh tim peneliti dari Harvard Aging Brain Study.

Penelitian tersebut memberi harapan baru bagi individu usia lanjut yang sulit melakukan aktivitas fisik berat, namun ingin menjaga kesehatan otak.

Dikutip MPN Indonesia dari The Harvard Gazette pada Rabu (12/11), penelitian ini melibatkan 296 peserta berusia antara 50 hingga 90 tahun yang tidak memiliki gangguan kognitif pada awal studi.

Para peserta dipantau selama sembilan tahun dan menjalani pemindaian PET untuk mengukur kadar plak amyloid-beta dan protein tau di otak, dua biomarker utama dalam perkembangan Alzheimer.

“Signifikansi temuan ini adalah bahwa bahkan tingkat aktivitas fisik yang moderat pun berhubungan dengan perbedaan perubahan otak terkait Alzheimer,” ujar Dr. Wai-Ying Wendy Yau, neurolog dari Divisi Memori Departemen Neurologi di Mass General Brigham sekaligus penulis utama studi tersebut.

Penurunan Risiko dan Perlambatan Fungsi Kognitif

Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta yang berjalan kurang dari 3.000 langkah per hari dan memiliki kadar amyloid-beta tinggi mengalami penurunan fungsi kognitif lebih cepat dibandingkan dengan mereka yang berjalan 3.000 hingga 5.000 langkah per hari.

Kelompok yang rutin berjalan dalam kisaran tersebut mampu menunda penurunan kognitif rata-rata sekitar tiga tahun.

Sementara peserta yang berjalan 5.000 hingga 7.500 langkah per hari menunjukkan perlambatan penurunan fungsi otak hingga tujuh tahun.

Temuan ini memperlihatkan adanya hubungan langsung antara jumlah langkah harian dengan perlambatan perkembangan Alzheimer.

Baca Juga:  Biar Paham, Ini Cara Membedakan Nyeri Punggung dengan Sakit Ginjal

“Temuan ini menunjukkan bahwa kita dapat membangun ketahanan kognitif dan resistensi terhadap patologi tau pada tahap praklinis penyakit Alzheimer,” jelas Dr. Reisa Sperling, neurolog di Departemen Neurologi Mass General Brigham sekaligus co-author utama studi tersebut.

Ia menambahkan, “Hal ini sangat menggembirakan bagi upaya kita untuk akhirnya mencegah demensia akibat penyakit Alzheimer, serta mengurangi demensia yang disebabkan oleh berbagai faktor penyebab.”

Aktivitas Fisik Sederhana yang Berdampak Besar

Penelitian ini menegaskan bahwa aktivitas fisik moderat seperti berjalan kaki memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan fisik dan fungsi otak, khususnya bagi mereka yang memasuki usia lanjut.

Bahkan langkah kecil setiap hari terbukti memberi dampak besar dalam memperlambat penurunan kognitif yang berkaitan dengan Alzheimer.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending