Connect with us

Lifestyle

Doa Rebo Wekasan Lengkap Beserta Latin dan Artinya

Doa Rebo Wekasan 2026 lengkap Arab, latin, dan artinya. Simak doa, amalan, serta bacaan yang dapat diamalkan pada Rabu terakhir Safar.

Logompn

Published

on

Doa Rebo Wekasan Lengkap Beserta Latin dan Artinya
Doa Rebo Wekasan Lengkap Beserta Latin dan Artinya. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 12 Agustus 2026 - Rebo Wekasan 2026 bertepatan dengan hari ini, Rabu (12/8), yaitu Rabu terakhir bulan Safar 1448 Hijriah berdasarkan Kalender Hijriah.

Dalam tradisi keagamaan masyarakat Muslim di Indonesia, momentum ini diisi dengan doa, zikir, sedekah, dan berbagai amalan sebagai bentuk ikhtiar memohon perlindungan kepada Allah SWT.

Imam Ibn Rajab al-Hanbali (wafat 795 H) dalam kitabnya menuturkan:

أَنَّ الْأَسْبَابَ الْمَكْرُوهَةَ إِذَا وُجِدَتْ فَإِنَّ الْمَشْرُوعَ الِاشْتِغَالُ بِمَا يُرْجَى بِهِ دَفْعُ الْعَذَابِ الْمَخُوفِ مِنْهَا. مِنْ أَعْمَالِ الطَّاعَاتِ وَالدُّعَاءِ، وَتَحْقِيقِ التَّوَكُّلِ عَلَى اللَّهِ وَالثِّقَةِ بِهِ، فَإِنَّ هَذِهِ الْأَسْبَابَ كُلَّهَا مُقْتَضِيَاتٌ لَا مُوجِبَاتٌ وَلَهَا مَوَانِعٌ تَمْنَعُهَا. فَأَعْمَالُ الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَالدُّعَاءُ وَالتَّوَكُّلُ مِنْ أَعْظَمِ مَا يُسْتَدْفَعُ بِهِ

“Apabila terdapat sebab-sebab yang dikhawatirkan dapat mendatangkan keburukan, maka yang disyariatkan adalah menyibukkan diri dengan amalan-amalan yang diharapkan dapat menolak azab atau bahaya tersebut, seperti melakukan berbagai ketaatan, berdoa, menyempurnakan tawakal kepada Allah, dan meneguhkan kepercayaan kepada-Nya. Sebab-sebab itu pada hakikatnya hanyalah faktor yang berpotensi menimbulkan suatu akibat, bukan sesuatu yang pasti mewujudkannya, karena masih terdapat berbagai penghalang yang dapat mencegah terjadinya akibat tersebut. Oleh karena itu, amal kebajikan, ketakwaan, doa, dan tawakal termasuk sarana terbesar guna menolak berbagai keburukan.” (Lathaif al-Ma’arif [Beirut: Al-Maktab al-Islami], vol. 1, h. 132)

Doa Rebo Wekasan Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Salah satu doa Rebo Wekasan yang populer berisi permohonan kepada Allah SWT agar dijauhkan dari bala, wabah, cobaan, fitnah, serta berbagai kesulitan.

اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.

Allahumma idfa’ ‘annal-balaa-a wal-ghalaa-a wal-wabaa-a wal-fahsyaa-a wal-munkara wal-baghy-a was-suyuu-fal-mukhtalifata wasy-syadaa-idi wal-mihan, maa zhahara minhaa wa maa bathana, min baladinaa haadzaa khaashshatan wa min buldaanil-muslimiina ‘aammatan, innaka ‘alaa kulli syai-in qadiir.

Artinya: “Ya Allah, jauhkanlah dari kami segala bala, kesulitan, wabah, perbuatan keji, kemungkaran, kezaliman, berbagai ancaman, kesulitan, dan cobaan, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, dari negeri ini secara khusus dan dari seluruh negeri kaum Muslimin secara umum. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.”

Selain doa Rebo Wekasan tersebut, bacaan dapat dilanjutkan dengan doa dari Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 201.

Baca Juga:  Khutbah Jumat Bulan Muharram tentang Hijrah, FOMO, dan Media Sosial

وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّقُوْلُ رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ ۝٢٠١

Wa min-hum may yaqûlu rabbanâ âtinâ fid-dun-yâ ḫasanataw wa fil-âkhirati ḫasanataw wa qinâ ‘adzâban-nâr

Artinya: “Di antara mereka ada juga yang berdoa, ‘Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari azab neraka.'” (QS. Al-Baqarah: 201)

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanatan wa fil-aakhirati hasanatan wa qinaa ‘adzaaban-naar.

Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari azab neraka.”

Empat Doa yang Dikenalkan Sejumlah Ulama

Sejumlah ulama mencantumkan beberapa doa yang dapat diamalkan pada Rabu terakhir bulan Safar sebagai bentuk ikhtiar memohon perlindungan kepada Allah SWT.

Empat doa tersebut meliputi:

Doa Syekh Abdul Hamid Quddus al-Makki

وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شَرِّ هَذَا الزَّمَانِ وَأَهْلِهِ، وَأَعُوذُ بِجَلَالِكَ وَجَلَالِ وَجْهِكَ، وَكَمَالِ جَلَالِ قُدْرَتِكَ أَنْ تُجِيرَنِي وَوَالِدَيَّ وَأَوْلَادِي وَأَهْلِي وَأَحِبَّائِي، وَمَا تُحِيطُهُ شَفَقَةُ قَلْبِي مِنْ شَرِّ هَذِهِ السَّنَةِ، وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ فِيهَا، وَاصْرِفْ عَنِّي شَرَّ شَهْرِ صَفَرَ، يَا كَرِيمَ النَّظَرِ، وَاخْتِمْ لِي فِي هَذَا الشَّهْرِ وَالدَّهْرِ بِالسَّلَامَةِ وَالْعَافِيَةِ وَالسَّعَادَةِ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَأَوْلَادِي وَالأَهْلِ وَمَا تَحُوطُهُ شَفَقَةُ قَلْبِي وَجَمِيعِ الْمُسْلِمِينَ وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Wa shallallāhu Ta’ālā ‘alā Sayyidinā Muḥammadin wa ‘alā ālihi wa shaḥbihi ajma’īn. A’ūdzu billāhi min syarri hādzaz-zamāni wa ahlihi, wa a’ūdzu bijalālika wa jalāli wajhika, wa kamāli jalāli qudratika an tujīranī wa wālidayya wa aulādī wa ahlī wa aḥibbā’ī, wa mā tuḥīṭuhu syafaqatu qalbī min syarri hādzihis-sanati, wa qinī syarra mā qadhaita fīhā, washrif ‘annī syarra syahri Shafar, yā Karīman-nadhari, wakhtim lī fī hādzasy-syahri wad-dahri bis-salāmati wal-‘āfiyati was-sa’ādati lī wa liwālidayya wa aulādī wal-ahli wa mā taḥūṭuhu syafaqatu qalbī wa jamī’il-muslimīn. Wa shallallāhu Ta’ālā ‘alā Sayyidinā Muḥammadin wa ‘alā ālihi wa shaḥbihi wa sallam.

Artinya: “Semoga Allah Ta’ala melimpahkan rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, beserta seluruh keluarga dan para sahabat beliau. Aku berlindung kepada Allah dari keburukan zaman ini dan orang-orang yang hidup di dalamnya. Aku juga berlindung dengan keagungan-Mu, keagungan wajah-Mu, dan kesempurnaan keagungan kekuasaan-Mu, agar Engkau melindungi diriku, kedua orang tuaku, anak-anakku, keluargaku, orang-orang yang kucintai, serta siapa pun yang tercakup dalam kasih sayang hatiku dari keburukan tahun ini. Lindungilah aku dari keburukan segala sesuatu yang telah Engkau tetapkan di dalamnya, dan jauhkanlah dariku keburukan bulan Safar, wahai Dzat Yang Mahamulia perhatian-Nya. Akhirilah bulan ini dan perjalanan usiaku dengan keselamatan, kesehatan, dan kebahagiaan bagi diriku, kedua orang tuaku, anak-anakku, keluargaku, orang-orang yang tercakup dalam kasih sayang hatiku, serta seluruh kaum Muslimin. Semoga Allah Ta’ala melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad, beserta keluarga dan para sahabatnya.” (Kanzun Najah wa as-Surur [Beirut: Dar al-Hawi], h. 91-92)

Baca Juga:  Benarkah Pahala Umrah Hangus karena Uang Haram? Ini Kata Ustaz

Doa Syekh Ahmad bin Umar ad-Dairabi

اَللّٰهُمَّ يَا شَدِيدَ الْقُوَى، وَيَا شَدِيدَ الْمِحَالِ، يَا عَزِيزُ ذَلَّتْ لِعِزَّتِكَ جَمِيعُ خَلْقِكَ. اكْفِنِي مِنْ جَمِيعِ خَلْقِكَ، يَا مُحْسِنُ يَا مُجَمِّلُ، يَا مُتَفَضَّلُ، يَا مُنْعِمُ يَا مُكْرِمُ، يَا مَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، ارْحَمْنِي بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ. اَللّٰهُمَّ بِسِرِّ الْحَسَنِ وَأَخِيهِ، وَجَدِّهِ وَأَبِيهِ، وَأُمِّهِ وَبَنِيهِ؛ اكْفِنِي شَرَّ هَذَا الْيَوْمِ وَمَا يَنْزِلُ فِيهِ، يَا كَافِي الْمُهِمَّاتِ، يَا دَافِعَ البَلِيَّاتِ. فَسَيَكْفِيكَهُمُ اللَّهُ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ، وَحَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ، وَصَلَّى اللَّهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Allāhumma yā Syadīdal-quwā, wa yā Syadīdal-miḥāl, yā ‘Azīzu dzallat li’izzatika jamī’u khalqika, ikfinī min jamī’i khalqika, yā Muḥsinu yā Mujammilu, yā Mutafadhdhilu, yā Mun’imu yā Mukrimu, yā man lā ilāha illā Anta, irḥamnī biraḥmatika yā Arḥamar-rāḥimīn. Allāhumma bisirril-Ḥasani wa akhīhi, wa jaddihi wa abīhi, wa ummihi wa banīhi, ikfinī syarra hādzal-yaumi wa mā yanzilu fīhi, yā Kāfiyal-muhimmāt, yā Dāfi’ al-baliyyāt, fasayakfīkahumullāhu wa Huwas-Samī’ul-‘Alīm, wa ḥasbunallāhu wa ni’mal-wakīl, wa lā ḥaula wa lā quwwata illā billāhil-‘Aliyyil-‘Aẓīm. Wa shallallāhu Ta’ālā ‘alā Sayyidinā Muḥammadin wa ‘alā ālihi wa shaḥbihi wa sallam.

Artinya: “Ya Allah, wahai Dzat Yang Mahakuat, wahai Dzat Yang Mahadahsyat kekuasaan-Nya. Wahai Dzat Yang Mahaperkasa, seluruh makhluk-Mu tunduk di hadapan keperkasaan-Mu. Cukupkanlah aku dari seluruh makhluk-Mu. Wahai Dzat Yang Maha Berbuat Baik, Yang Mahaindah, Yang Maha Memberi Karunia, Yang Maha Memberi Nikmat, dan Yang Maha Memuliakan. Wahai Dzat yang tiada Tuhan selain Engkau, kasihilah aku dengan rahmat-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pengasih di antara para pengasih. Ya Allah, dengan rahasia kemuliaan Sayyidina Hasan dan saudaranya, kakeknya, ayahnya, ibunya, serta anak-anaknya, lindungilah aku dari keburukan hari ini dan segala sesuatu yang turun atau terjadi di dalamnya. Wahai Dzat Yang Mencukupi segala urusan penting, wahai Dzat Yang Menolak segala bencana. Maka, Allah akan mencukupkanmu (dengan pelindungan-Nya) dari (kejahatan) mereka. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Cukuplah Allah bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Mahatinggi lagi Mahaagung. Semoga Allah Ta’ala melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad, beserta keluarga dan para sahabatnya.” (Mujarobat ad-Dairabi al-Kabir [Beirut: al-Maktabah as-Tsaqafiyyah], h. 79)

Baca Juga:  Benarkah Rebo Wekasan Hari Turunnya Bala? Ini Penjelasannya

Doa Syekh Ahmad bin Ali al-Buni

اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِأَسْمَائِكَ الْحُسْنَى، وَبِكَلِمَاتِكَ التَّامَّاتِ، وَبِحُرْمَةِ نَبِيِّكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ تَحْفَظَنِي وَأَنْ تُعَافِيَنِي مِنْ بَلَائِكَ، يَا دَافِعَ الْبَلَايَا، يَا مُفَرِّجَ الْهَمِّ، وَيَا كَاشِفَ الْغَمِّ. اكْشِفْ عَنِّي مَا كُتِبَ عَلَيَّ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مِنْ هَمٍ أَوْ غَمٍ. إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا

Allāhumma innī as’aluka bi-asmā’ikal-ḥusnā, wa bi-kalimātikat-tāmmāti, wa biḥurmati Nabiyyika Sayyidinā Muḥammadin shallallāhu ‘alaihi wa sallam an taḥfaẓanī wa an tu’āfiyanī min balā’ika, yā Dāfi‘al-balāyā, yā Mufarrijal-hammi, wa yā Kāsyifal-ghammi, iksyif ‘annī mā kutiba ‘alayya fī hādzihis-sanati min hammin au ghammin, innaka ‘alā kulli syai’in qadīr. Wa shallallāhu ‘alā Sayyidinā Muḥammadin wa ‘alā ālihi wa shaḥbihi wa sallama taslīman.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan nama-nama-Mu yang indah, dengan kalimat-kalimat-Mu yang sempurna, dan dengan kemuliaan Nabi-Mu, junjungan kami Nabi Muhammad SAW, semoga Engkau senantiasa menjagaku dan menyelamatkanku dari segala cobaan-Mu. Wahai Dzat Yang Menolak segala bencana, wahai Dzat Yang Menghilangkan segala kesusahan, dan wahai Dzat Yang Menyingkap segala kesedihan, singkirkanlah dariku segala kesusahan dan kesedihan yang telah ditetapkan menimpaku pada tahun ini. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan yang sempurna kepada junjungan kami Nabi Muhammad, beserta keluarga dan para sahabatnya.” (Kanzun Najah wa as-Surur [Beirut: Dar al-Hawi], h. 97)

Amalan yang Dikenal pada Rebo Wekasan

Selain membaca doa, sejumlah amalan juga disebut dapat dilakukan pada momentum tersebut.

Beberapa amalan yang disebutkan meliputi:

  • Memperbanyak doa kepada Allah SWT.
  • Membaca Al-Qur’an.
  • Memperbanyak istighfar dan zikir.
  • Bersedekah kepada orang yang membutuhkan.
  • Memperbanyak salawat.
  • Melaksanakan shalat sunnah yang disyariatkan.
  • Mempererat silaturahmi.
  • Membantu sesama.
  • Memperbanyak amal kebaikan.

Dalam penjelasan lain, almarhum KH Sya’roni Ahmadi menyampaikan anjuran mandi dan melaksanakan salat sunnah empat rakaat dengan dua kali salam.

Menurutnya, salat tersebut dapat berupa salat hajat, tahajud, ataupun shalat sunnah lainnya.

Beliau juga menjelaskan alternatif menulis ayat-ayat yang diawali kata salamun di atas kertas, kemudian dicampur dengan air dan dibacakan doa Rebo Wekasan.

Doa yang ditulis adalah ayat-ayat yang berawalan kata salamun, yakni sebagai berikut.

سَلٰمٌۗ قَوْلًا مِّنْ رَّبٍّ رَّحِيْمٍ (Yasin: 58)

سَلٰمٌ عَلٰى نُوْحٍ فِى الْعٰلَمِيْنَ (Ash-Shaffat: 79)

سَلٰمٌ عَلٰٓى اِبْرٰهِيْمَ (Ash-Shaffat:109)

سَلٰمٌ عَلٰى مُوْسٰى وَهٰرُوْنَ (Ash-Shaffat:120)

(RAD/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending