Connect with us

Lifestyle

Dr. Tirta Wanti-Wanti Orang Tua Jangan Remehkan Bayi saat Demam, Kenapa?

Dr. Tirta memperingatkan bahaya demam tinggi pada bayi yang bisa berujung fatal. Orang tua diminta lebih waspada.

Logompn

Published

on

Dr. Tirta Wanti Wanti Orang Tua Jangan Remehkan Bayi Lagi Demam, Kenapa
dr. Tirta Wanti-Wanti Orang Tua Jangan Remehkan Bayi Lagi Demam, Kenapa? Gambar: YouTube/Raditya Dika

MPN Indonesia 24 Maret 2026 - Influencer kesehatan dan praktisi medis, dr. Tirta Mandira Hudhi, memperingatkan para orang tua agar tidak meremehkan kondisi demam pada bayi.

Peringatan ini ia sampaikan berdasarkan pengalaman langsung saat menjalani praktik di rumah sakit.

Dalam salah satu kasus, seorang bayi yang awalnya sehat dan ceria mengalami demam hingga 40°C, mengalami kejang, dan akhirnya meninggal dunia meskipun telah mendapatkan penanganan medis maksimal.

Peringatan ini disampaikan dr. Tirta ketika ia mengenang pengalaman tersebut.

“Aku trauma banget sama anak kecil kalau ketemu anak kecil panas. Titiknya saat itu adalah ada bayi gempal, sehat, ketawa-ketawa. Dia demam, itu naik terus di angka 40 (derajat Celsius). Kejang, Pak,” ujar dr. Tirta, dikutip MPN Indonesia melalui kanal YouTube Raditya Dika pada Selasa, (24/3).

Meski tim dokter spesialis anak dan residen telah menangani dengan mengikuti protokol kejang, nyawa bayi tersebut tidak terselamatkan.

Menurut dr. Tirta, pengalaman tersebut menjadi titik balik dalam hidupnya yang membuatnya berkomitmen untuk mengedukasi masyarakat agar lebih waspada terhadap demam pada bayi.

Ia menegaskan bahwa setiap orang tua perlu memiliki termometer di rumah sebagai alat penting untuk mendeteksi demam sejak dini.

“Dari situ akhirnya aku berkomit bahwa setiap orang tua itu kalau punya anak demam jangan pernah diremehin. Punyalah termometer. Karena apa? Kita enggak tahu worst case-nya kayak apa,” tegasnya.

Bahaya Demam Tinggi dan Kejang pada Bayi

Dr. Tirta menekankan bahwa bayi tidak bisa menyampaikan rasa sakit atau tidak nyaman seperti orang dewasa.

Mereka hanya bisa menangis sebagai bentuk komunikasi. Kondisi demam tinggi pada bayi sangat berbahaya, terutama ketika suhu tubuh mencapai 40°C karena dapat memicu kejang demam (stuip).

Baca Juga:  Bayi Diduga Baru Lahir 1 Jam Ditemukan dalam Paper Bag di Teras Rumah Pasutri yang Belum Punya Anak

Kejang ini dapat berdampak pada kerusakan saraf pusat atau bahkan menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat.

Dr. Tirta berharap agar kejadian serupa tidak kembali terulang akibat kelalaian atau kurangnya pemahaman orang tua tentang bahayanya demam tinggi pada bayi.

Pentingnya memiliki alat pengukur suhu di rumah bukan hanya untuk kenyamanan, tetapi juga sebagai langkah vital dalam pencegahan kejadian fatal.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending