Connect with us

Lifestyle

Ini Penyakit yang Sering Muncul saat Banjir, Bagaimana Cara Mencegahnya?

Banjir saat musim hujan dapat memicu berbagai penyakit seperti DBD, diare, hingga leptospirosis. Berikut jenis penyakit yang sering muncul saat banjir serta cara pencegahannya.

Logompn

Published

on

Ini penyakit yang sering muncul saat banjir, bagaimana cara mencegahnya
Ilustrasi Nakes mengatasi potensi penyakit. Gambar: Ilustrasi Canva.

MPN Indonesia 23 Januari 2026 - Banjir yang terjadi saat musim penghujan di Indonesia kerap memicu munculnya berbagai penyakit yang berpotensi mengganggu kesehatan fisik masyarakat.

Fenomena ini diperparah oleh kelembapan udara yang meningkat, yang mempercepat pertumbuhan virus, bakteri, parasit, serta jamur di lingkungan terdampak.

Kondisi ini umumnya terjadi di kota-kota besar dengan sistem drainase serta daerah resapan air yang tidak memadai.

Munculnya penyakit pascabanjir menjadi perhatian utama karena berpotensi menimbulkan masalah kesehatan yang luas.

Beberapa jenis penyakit tersebut menyebar melalui air banjir yang terkontaminasi, genangan air, serta akibat penurunan drastis kebersihan lingkungan.

Penyakit-penyakit ini dapat berdampak langsung pada daya tahan tubuh warga, terutama jika tidak segera ditangani atau dicegah secara tepat.

Dalam kondisi iklim dan cuaca yang ekstrem, seperti curah hujan tinggi yang menyebabkan banjir, penyakit-penyakit tersebut tidak hanya menyerang individu dengan daya tahan tubuh lemah, tetapi juga berisiko memicu komplikasi yang lebih serius.

Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami jenis penyakit yang umum muncul saat banjir dan bagaimana cara efektif mencegahnya.

Jenis Penyakit yang Sering Muncul saat Banjir

Dikutip MPN Indonesia dari Alo Dokter, beberapa jenis penyakit yang sering timbul saat banjir, antara lain:

  • Influenza (flu), infeksi virus yang menyerang sistem pernapasan, ditandai dengan gejala demam, batuk, sakit tenggorokan, dan pegal-pegal.
  • Demam berdarah dengue (DBD), disebabkan oleh virus dengue melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang berkembang biak di genangan air.
  • Malaria, ditularkan oleh nyamuk Anopheles yang juga berkembang pesat saat musim hujan.
  • Diare, muncul akibat konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi virus, bakteri, atau parasit. Diare yang parah bisa menimbulkan dehidrasi dan syok.
  • Hepatitis A, infeksi virus yang menyebabkan peradangan hati, dengan gejala seperti mual, muntah, sakit kuning, dan hilang nafsu makan.
  • Demam tifoid (tipes), disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi melalui makanan atau air kotor, termasuk air banjir.
  • Leptospirosis, ditularkan melalui urine atau darah hewan seperti tikus yang mencemari tanah atau air, menyebabkan gejala seperti sakit kepala, nyeri otot betis, dan pada kasus parah, gagal ginjal hingga gagal napas.
  • Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), timbul akibat paparan udara dingin dan kuman yang lebih mudah menyebar di lingkungan lembap.
  • Penyakit kulit, disebabkan oleh paparan air banjir yang terkontaminasi.
  • Asma, yang dapat kambuh akibat cuaca dingin dan lembap.
  • Memburuknya penyakit kronis, karena turunnya daya tahan tubuh selama musim hujan.
Baca Juga:  Satu Pohon Ternyata Dapat Menampung Ribuan Liter Air! Inilah Alasan Kita Tak Boleh Asal Menebangnya

Cara Mencegah Penyakit saat Banjir

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit selama musim hujan dan banjir, antara lain:

  • Memperkuat daya tahan tubuh, dengan konsumsi makanan bergizi dan kaya antioksidan seperti buah dan sayur, serta istirahat cukup.
  • Berolahraga secara rutin, seperti yoga, push-up, sit-up, dan lompat tali di dalam rumah, minimal 30 menit per hari atau tiga kali seminggu.
  • Menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan, mencuci tangan sebelum makan dan setelah dari toilet, serta mencuci peralatan makan dan memasak dengan bersih.
  • Menghindari gigitan nyamuk, dengan melakukan 3M: menutup tempat air, menguras bak air, dan mengubur barang bekas yang bisa menampung air.
  • Gunakan losion atau semprotan antinyamuk dan kenakan pakaian panjang saat di luar ruangan.
  • Hindari kontak langsung dengan air banjir, terutama jika terdapat luka terbuka, untuk mencegah infeksi seperti leptospirosis.
  • Membersihkan rumah dan perabot setelah banjir, menggunakan disinfektan.
  • Vaksinasi, untuk influenza, hepatitis A, dan dengue sebagai perlindungan tambahan.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending