Connect with us

Lifestyle

Kalau Kopi Bikin Deg-degan, Matcha Bisa jadi Pilihan untuk Redakan Stres dan Anxiety

Kandungan senyawa aktif dalam matcha, seperti L-theanine dan epigallocatechin gallate (EGCG), berperan dalam menciptakan efek relaksasi.

Logompn

Published

on

Kalau Kopi Bikin Deg degan, Matcha Bisa jadi Pilihan untuk Redakan Stres dan Anxiety
Kalau Kopi Bikin Deg-degan, Matcha Bisa jadi Pilihan untuk Redakan Stres dan Anxiety. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 12 April 2026 - Banyak orang mengandalkan kopi untuk meningkatkan energi dan fokus dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Namun, bagi sebagian individu, konsumsi kopi justru dapat memicu rasa berdebar, gelisah, hingga meningkatkan anxiety. Sebagai alternatif, matcha bisa menjadi pilihan yang tepat.

Dikutip MPN Indonesia dari Verywell Health, kandungan senyawa aktif dalam matcha, seperti L-theanine dan epigallocatechin gallate (EGCG), berperan dalam menciptakan efek relaksasi.

Kandungan Matcha

Matcha dikenal luas karena kemampuannya membantu mengurangi stres dan anxiety melalui kombinasi unik antara kafein dan L-theanine.

Senyawa L-theanine bekerja dengan meningkatkan gelombang alfa di otak yang berkaitan dengan kondisi relaksasi, sekaligus menyeimbangkan efek stimulasi kafein.

Hal ini membuat matcha menjadi alternatif yang lebih lembut dibandingkan kopi, terutama bagi mereka yang sensitif terhadap kafein dan ingin menjaga kesehatan mental tetap stabil di tengah tekanan aktivitas.

“Terbukti dapat meningkatkan relaksasi tanpa menyebabkan kantuk dengan meningkatkan aktivitas gelombang otak alfa dan memodulasi neurotransmiter seperti GABA, dopamin, dan serotonin,” kata Direktur Eksekutif Kantor Pengobatan dan Kesehatan Integratif di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas George Washington, Leigh A. Frame.

“Kafein dalam matcha dapat meningkatkan kewaspadaan dan fokus, tetapi dengan adanya L-theanine, stimulasi ini cenderung lebih lembut dan tidak terlalu menimbulkan kegelisahan dibandingkan dengan kopi,” tambah dia.

Matcha dibuat dari tiga lapisan teratas daun teh muda Camellia sinensis yang ditanam di tempat teduh.

Proses ini meningkatkan kandungan senyawa bioaktif seperti asam amino, termasuk L-theanine.

Karena matcha dikonsumsi dalam bentuk bubuk yang melibatkan seluruh bagian daun, nutrisinya lebih terkonsentrasi dibandingkan teh hijau biasa.

Baca Juga:  Dampak Cancel Culture: Ketakutan, Stres, hingga Kehilangan Produktivitas

Kandungan ini berkontribusi pada kemampuannya dalam membantu mengurangi stres dan anxiety serta mendukung kesehatan mental secara keseluruhan.

Penelitian menunjukkan bahwa orang dewasa sehat yang mengonsumsi matcha selama 15 hari mengalami penurunan kecemasan yang signifikan.

Selain L-theanine, matcha juga mengandung EGCG, antioksidan yang membantu mengurangi peradangan dan stres oksidatif yang berkaitan dengan gangguan kecemasan.

EGCG juga diketahui memiliki efek neuroprotektif dan dapat mendukung fungsi otak yang berperan penting dalam menjaga kesehatan mental.

Kombinasi efek ini menjadikan matcha relevan sebagai pilihan minuman harian bagi individu yang ingin mengelola anxiety tanpa menghilangkan fokus dan produktivitas.

Perbandingan Kandungan Kafein Matcha dan Kopi

Perbedaan utama antara matcha dan kopi terletak pada cara kafein bekerja di dalam tubuh.

Secangkir kopi seduh 8 ons umumnya mengandung sekitar 96 miligram kafein, sementara 1 ons espresso mengandung sekitar 64 miligram.

Sebaliknya, matcha mengandung sekitar 19 hingga 44 miligram kafein per gram, tergantung pada kualitas dan takarannya.

Kafein dari kopi diserap dengan cepat oleh tubuh dan dapat meningkatkan adrenalin serta kortisol, yang pada sebagian orang memicu respons stres seperti jantung berdebar dan gelisah. Kondisi ini dapat memperburuk anxiety.

Sementara itu, kafein dalam matcha dilepaskan lebih bertahap karena dipadukan dengan L-theanine, sehingga menghasilkan energi yang lebih stabil tanpa lonjakan dan penurunan drastis seperti yang sering dirasakan setelah mengonsumsi kopi.

Cara Konsumsi Matcha

Efek menenangkan dari L-theanine optimal pada dosis sekitar 200 miligram. Untuk mencapainya, diperlukan sekitar 2 hingga 4 gram matcha berkualitas tinggi.

Takaran ini umumnya terdapat pada matcha kualitas ceremonial yang dibuat dari daun teh yang lebih muda dan memiliki konsentrasi senyawa aktif lebih tinggi.

Baca Juga:  10 Cara agar Mental Kuat, Sederhana tapi Ampuh!

Matcha paling efektif disajikan sebagai minuman karena senyawa aktif seperti EGCG dan L-theanine dapat terurai pada suhu tinggi yang berlangsung lama, seperti dalam proses memanggang atau memasak.

Selain diminum sebagai teh, matcha juga dapat dicampurkan ke dalam smoothie atau yoghurt sebagai bagian dari sarapan, dikonsumsi sebelum atau sesudah meditasi dan yoga untuk meningkatkan relaksasi.

Selain itu, matcha juga bisa dijadikan sebagai pengganti kopi di sore hari guna menjaga energi tetap stabil tanpa meningkatkan anxiety.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending