Lifestyle
Khutbah Jumat 19 September: Meneladani Akhlak dan Karakter Rasulullah SAW
Khutbah Jumat 19 September bertepatan dengan bulan Rabiul Awal mengangkat tema keteladanan Nabi Muhammad saw sebagai pedoman akhlak umat Islam.
MPN Indonesia 19 September 2025 - Khutbah Jumat pada (19/9) yang bertepatan dengan bulan Rabiul Awal, diperingati sebagai bulan kelahiran Nabi Muhammad saw.
Dalam khutbah tersebut, tema yang diangkat adalah keteladanan akhlak Rasulullah saw, sebagai bekal memperkuat iman sekaligus membentuk kepribadian mulia bagi umat Islam.
Sejak sebelum diangkat menjadi rasul, Nabi Muhammad saw sudah dikenal dengan sifat jujur, amanah, dan penuh kasih sayang.
Warga Makkah bahkan memberi beliau gelar Al-Amin, yang berarti orang terpercaya.
Sifat-sifat mulia itu menjadi teladan utama bagi umat dalam menghadapi tantangan moral di kehidupan modern.
Melalui khutbah ini, jamaah diajak untuk menjadikan akhlak Nabi Muhammad saw sebagai pedoman hidup sehari-hari.
Khutbah disampaikan dalam dua bagian, yaitu Khutbah I dan Khutbah II, yang berisi kutipan ayat-ayat Al-Qur’an serta penjelasan mengenai karakter Rasulullah saw yang patut diteladani.
Isi Khutbah: Keteladanan Rasulullah saw dalam Kehidupan Sehari-hari
Khutbah I
اَلْحَمْدُ للهِ حَمْداً يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَه، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلَالِ وَجْهِكَالْكَرِيْمِ وَلِعَظِيْمِ سُلْطَانِك. سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِك. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَه،
وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُه. خَيْرَ نَبِيٍّ أَرْسَلَه. أَرْسَلَهُ اللهُ إِلَى الْعَالَمِ كُلِّهِ بَشِيرْاً وَنَذِيْراً. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَاماً دَائِمَيْنِ مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن.
أَمَّا بَعْدُ فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ: قَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…
Di hari penuh keberkahan ini, marilah kita terus berupaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt., dengan menaati segala perintah-Nya serta menjauhi hal-hal yang dilarang-Nya.
Dengan ketakwaan yang kokoh, semoga Allah memberikan jalan keluar atas setiap persoalan hidup yang kita jalani di dunia yang sementara ini.
Allah berfirman dalam QS At-Thalaq ayat 2:
فَاِذَا بَلَغْنَ اَجَلَهُنَّ فَاَمْسِكُوْهُنَّ بِمَعْرُوْفٍ اَوْ فَارِقُوْهُنَّ بِمَعْرُوْفٍ وَّاَشْهِدُوْا ذَوَيْ عَدْلٍ مِّنْكُمْ وَاَقِيْمُوا الشَّهَادَةَ لِلّٰهِۗ ذٰلِكُمْ يُوْعَظُ بِهٖ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ ۗ وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا ٢
fa idzâ balaghna ajalahunna fa amsikûhunna bima‘rûfin au fâriqûhunna bima‘rûfiw wa asy-hidû dzawai ‘adlim mingkum wa aqîmusy-syahâdata lillâh, dzâlikum yû‘adhu bihî mang kâna yu’minu billâhi wal-yaumil-âkhir, wa may yattaqillâha yaj‘al lahû makhrajâ
Artinya:”Apabila mereka telah mendekati akhir idahnya, rujuklah dengan mereka secara baik atau lepaskanlah mereka secara baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil dari kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Yang demikian itu dinasihatkan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman kepada Allah dan hari akhir. Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya,”.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…
Ketika membicarakan akhlak Rasulullah saw, beliau adalah manusia paling mulia yang menjadi teladan bagi seluruh umat.
Setiap perkataan dan tindakannya memancarkan keindahan budi pekerti yang patut dicontoh oleh manusia di seluruh dunia.
Gambaran akhlak Nabi Muhammad saw tertuang dalam Al-Qur’an, hadis-hadis, dan kitab-kitab maulid yang menegaskan kemuliaan serta keluhuran sifat beliau.
Sejak masa kecil, Rasulullah saw dikenal dengan sifat ash-shadiq al-amin, jujur dan dapat dipercaya.
Gelar Al-Amin melekat karena masyarakat Quraisy mengakui ketulusan dan kejujuran beliau, sehingga mereka tak ragu menitipkan harta maupun barang dagangan kepada beliau.
Dalam menyampaikan dakwah, sifat ini menjadi landasan utama. Rasulullah saw menunaikan amanah menyampaikan wahyu Allah Swt. dengan benar, tanpa menambah ataupun mengurangi sedikit pun.
QS At-Takwir ayat 22–25:
وَمَا صَاحِبُكُمْ بِمَجْنُوْنٍ ٢٢
وَلَقَدْ رَاٰهُ بِالْاُفُقِ الْمُبِيْنِ ٢٣
وَمَا هُوَ عَلَى الْغَيْبِ بِضَنِيْنٍ ٢٤
وَمَا هُوَ بِقَوْلِ شَيْطٰنٍ رَّجِيْمٍ ٢٥
“Dan temanmu (Muhammad) itu bukanlah seorang gila. Dan sungguh, dia telah melihatnya (jibril) di ufuk yang terang. Dia (Nabi Muhammad) bukanlah seorang yang kikir (enggan) untuk menerangkan yang gaib. (Al-Qur’an) itu bukanlah perkataan setan yang terkutuk”.
Ayat tersebut menegaskan bahwa Rasulullah saw menyampaikan wahyu dari Allah Swt. dengan penuh kejujuran, tanpa rekayasa maupun kebohongan, serta senantiasa menjaga integritas dalam kehidupannya.
Selain dikenal jujur, Nabi Muhammad saw juga memiliki sifat amanah, yakni dapat dipercaya dalam setiap hal.
Beliau tidak pernah berkhianat, baik dalam perkara kecil maupun besar.
Setiap wahyu yang diturunkan Allah Swt. kepada beliau adalah amanat yang harus disampaikan kepada umat manusia tanpa terkecuali.
QS Al-A’raf ayat 62:
اُبَلِّغُكُمْ رِسٰلٰتِ رَبِّيْ وَاَنْصَحُ لَكُمْ وَاَعْلَمُ مِنَ اللّٰهِ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ
uballighukum risâlâti rabbî wa anshaḫu lakum wa a‘lamu minallâhi mâ lâ ta‘lamûn
Artinya: “Aku sampaikan kepadamu risalah (amanat) Tuhanku dan aku memberi nasehat kepadamu. Aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui,”.
Rasulullah saw juga dikenal dengan sifat tabligh, yakni menyampaikan setiap wahyu Allah Swt. secara utuh tanpa mengurangi sedikit pun.
Sebagai Nabi dan Rasul, beliau memikul kewajiban untuk menyampaikan risalah Allah kepada seluruh umat manusia, termasuk keluarganya, dengan penyampaian yang sempurna dan penuh tanggung jawab.
QS Al-Maidah ayat 67:
يٰٓاَيُّهَا الرَّسُوْلُ بَلِّغْ مَآ اُنْزِلَ اِلَيْكَ مِنْ رَّبِّكَ ۗ وَاِنْ لَّمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسٰلَتَهٗ ۗ وَاللّٰهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ ۗ إِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِيْنَ
yâ ayyuhar-rasûlu balligh mâ unzila ilaika mir rabbik, wa il lam taf‘al fa mâ ballaghta risâlatah, wallâhu ya‘shimuka minan-nâs, innallâha lâ yahdil-qaumal-kâfirîn
Artinya : “Wahai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Jika engkau tidak melakukan (apa yang diperintahkan itu), berarti engkau tidak menyampaikan risalah-Nya. Allah menjaga engkau dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang kafir.” (QS Al-Mai’dah: 67)
Ayat ini menegaskan bahwa Rasulullah saw diperintahkan untuk menyampaikan seluruh risalah secara utuh dan sempurna, tanpa rasa takut terhadap penolakan manusia.
Dari sifat ini kita belajar bahwa menyampaikan kebenaran merupakan amanah mulia yang harus dijaga dan dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Selain tabligh, Rasulullah saw juga memiliki sifat fathonah, yakni kecerdasan. Kecerdasan ini tampak jelas ketika beliau menghadapi berbagai persoalan, salah satunya dalam peristiwa peletakan Hajar Aswad.
Ketika suku Quraisy berselisih mengenai siapa yang berhak menempatkan batu suci tersebut, Rasulullah saw dengan kebijaksanaan dan kecerdasannya mengusulkan agar Hajar Aswad diletakkan di atas kain, lalu diangkat bersama-sama.
Cara ini berhasil meredakan perselisihan dan mendatangkan perdamaian.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah……
Mari kita jadikan bulan Rabiul Awal sebagai kesempatan untuk meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad saw.
Hidupkanlah sunah-sunah beliau, amalkan pesan-pesannya, dan terapkan sifat-sifat agung Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Semoga kita semua tergolong umat yang mengikuti jejak beliau dan kelak memperoleh syafaat di hari kiamat. Aamiin ya rabbal ‘alamin.
Demikian khutbah pertama yang dapat disampaikan. Semoga menjadi pengingat untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, baik bagi khatib sendiri maupun bagi seluruh jamaah.
بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم
Khutbah II
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْأَنِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْأَيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمِ، وَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الخَلاَئِقِ وَالبَشَرِ. اَللَّهُمُّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ مَا اتَّصَلَتْ عَيْنٌ بِنَظَرٍ وَاُذُنٌ بِخَبَرٍ , أَمَّا بَعْدُ:
فَيَاعِبادَ الله إِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى وَذَرُوْا الفَوَاخِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بطَنَ وَحَافِظُوْا عَلَى الطَّاعَةِ وَخُضُوْرِ الجُمُعَةِ وَالجَمَاعَةِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلاَئِكَةِ المُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالىَ وَلَمْ يَزَلْ قَائِلاً عَلِيْمًا إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَااَيَّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وِسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجمَعِيْنَ, اَللَّهُمَّ وَارْضَ عَنِ الخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الَّذِيْنَ قَضَوْا بِالحَقِّ وَكَانُوْا بِهِ يَعْدِلُوْنَ سَادَاتِنَا أَبِى بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ وَعَنْ سَائِرِ أَصْحَابِ نَبِيِّكَ أَجْمَعِيْنَ وَعَنِ التَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ اللَهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمُسلِمَاتِ وَالمُؤْمِنِينَ وَالمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ.
اَللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالمُسْلِمِيْنَ وَأَعْلِ كَلِمَتَكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَللَّهُمَّ انْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ المُسْلِمِيْنَ. اَللَّهُمَّ اَمِنَّا فِى دُوْرِنَا وَأَصْلِحْ وُلاَةَ أُمَوْرِنَا وَاجْعَلِ اللَّهُمَّ وِلاَيَتَنَا فِمَنْ خَافَكَ وَاتَّقَاكَ.
اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الغَلاَءَ وَالوَبَاءَ والرِّبَا وَالزِّنَا وَالزَّلاَزِلَ وَالْمِحَنَ وَسُوْءَ الفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بِلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلاَدِ المُسلِمِينَ العَامَّةً يَارَبَّ العَالَمِينَ رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ عِبادَ الله
إِنَّ اللهَ يَأمُرُ بِالعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِى القُربَى وَيَنْهَى عَنِ الفَخْشَاءِ وَالمُنْكَرِ وَالبَغْيِ يَعِظُكُم لَعَلَّكُم تَذَكَّرُوْنَ, فَاذْكُرُوْا اللهَ العَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ اشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكبَرُ
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
