Connect with us

Lifestyle

Jam Berapa Batas Sholat Subuh? Ini Waktu yang Tepat agar Tak Kesiangan

Waktu pelaksanaan salat Subuh dimulai sejak terbitnya fajar shadiq dan berakhir sebelum matahari terbit.

Logompn

Published

on

Jam Berapa Batas Sholat Subuh Ini Waktu yang Tepat agar Tak Kesiangan
Jam Berapa Batas Sholat Subuh? Ini Waktu yang Tepat agar Tak Kesiangan | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 20 Februari 2026 - Waktu pelaksanaan salat Subuh dimulai sejak terbitnya fajar shadiq dan berakhir sebelum matahari terbit.

Hal ini berlaku di seluruh wilayah, termasuk Indonesia, dan menjadi batas waktu salat Subuh agar tidak melewati syuruq (waktu matahari terbit).

Penetapan waktu ini berdasarkan dalil dari Al-Qur’an, hadits Nabi Muhammad SAW, serta penjelasan para ulama dalam berbagai kitab fikih klasik.

Berdasarkan informasi dari laman resmi NU Online, fajar shadiq, yang menjadi tanda masuknya waktu salat Subuh, adalah cahaya horizontal yang menyebar di ufuk timur.

Penjelasan Dalil Al-Qur’an dan Hadits

Dalam Surah Al-Isra’ ayat 78 disebutkan:

“Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) Subuh. Sesungguhnya salat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat).”

Selain itu, Surah Hud ayat 15 juga menyatakan:

“Dirikanlah salat pada kedua ujung hari (pagi dan petang) dan pada bagian-bagian malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik menghapus kesalahan-kesalahan.“

Dari sisi hadits, Abdullah bin Amr meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Waktu Subuh adalah selama matahari belum terbit.” (HR. Muslim)

Sementara Abu Hurairah RA menyampaikan sabda Rasulullah SAW:

“Barangsiapa yang mendapatkan satu rakaat salat Subuh sebelum matahari terbit, maka ia telah mendapatkan salat Subuh.” (HR. Tirmidzi)

Batas Akhir Subuh dan Konsekuensi jika Kesiangan

Syekh Zakariya al-Anshari menegaskan bahwa batas waktu akhir salat Subuh adalah saat piringan matahari mulai muncul.

Tidak perlu menunggu hingga matahari terbit seluruhnya, karena keluarnya waktu Subuh cukup dengan terbit sebagian matahari.

Baca Juga:  Ustaz Soroti Bahaya Fantasi Sedarah, Desak Negara Bertindak

Apabila seseorang bangun setelah waktu Subuh berakhir karena ketiduran tanpa kesengajaan, maka tidak berdosa, dan ia diperintahkan untuk segera menunaikan salat Subuh ketika terbangun.

Sebagaimana pernah dialami Rasulullah SAW dalam perjalanan, ketika beliau tertidur bersama para sahabat hingga matahari terbit, lalu langsung melaksanakan salat setelah bangun.

Namun, jika seseorang sengaja melewatkan waktu Subuh karena malas atau menunda, maka ia wajib mengqadha salat tersebut dan bertaubat.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending