Connect with us

Lifestyle

Khutbah Jumat 9 Januari 2026: Keistimewaan Bulan Rajab dan Peristiwa Isra Mikraj

Khutbah Jumat 9 Januari mengangkat keutamaan bulan Rajab dan peristiwa Isra Mikraj serta makna salat bagi umat Islam.

Logompn

Published

on

Khutbah jumat 9 januari 2026 keistimewaan bulan rajab dan peristiwa isra mikraj
Khutbah Jumat 9 Januari 2026 Keistimewaan Bulan Rajab dan Peristiwa Isra Mikraj. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 9 Januari 2026 - Khutbah Jumat (9/1) kali ini mengangkat tema keutamaan bulan Rajab dan peristiwa Isra Mikraj.

Tema ini dipilih karena bulan Rajab 1447 H telah memasuki pekan ketiga, menandai kedekatan momentum 27 Rajab yang diperingati sebagai malam Isra Mikraj Nabi Muhammad saw.

Dalam khutbah, khatib menekankan nilai spiritual dan sosial yang terkandung dalam bulan mulia ini, serta kewajiban salat yang diturunkan dalam peristiwa Isra Mikraj.

Makna Bulan Rajab dan Nilai Perdamaian

Bulan Rajab merupakan salah satu dari empat bulan haram atau asyhurul hurum yang disucikan sejak penciptaan langit dan bumi, sebagaimana termaktub dalam QS. At-Taubah: 36:

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌۗ ذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةًۗ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ ۝٣٦

Artinya: “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauh Mahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu), dan perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa.”

Rajab disebut bulan asham (tuli) karena bangsa Arab pada masa jahiliah menghentikan semua bentuk peperangan selama bulan ini.

Mereka menyimpan senjata dan berdamai dengan musuh-musuhnya sebagai bentuk penghormatan. Hal tersebut dijelaskan dalam hadits riwayat Bukhari:

Baca Juga:  Apa Itu Haji Mabrur? Ini Pengertian dan Tips Meraihnya

حَدَّثَنَا الصَّلْتُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ سَمِعْتُ مَهْدِيَّ بْنَ مَيْمُونٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا رَجَاءٍ الْعُطَارِدِيَّ يَقُولُ كُنَّا نَعْبُدُ الْحَجَرَ فَإِذَا وَجَدْنَا حَجَرًا هُوَ أَخْيَرُ مِنْهُ أَلْقَيْنَاهُ وَأَخَذْنَا الْآخَرَ فَإِذَا لَمْ نَجِدْ حَجَرًا جَمَعْنَا جُثْوَةً مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ جِئْنَا بِالشَّاةِ فَحَلَبْنَاهُ عَلَيْهِ ثُمَّ طُفْنَا بِهِ فَإِذَا دَخَلَ شَهْرُ رَجَبٍ قُلْنَا مُنَصِّلُ الْأَسِنَّةِ فَلَا نَدَعُ رُمْحًا فِيهِ حَدِيدَةٌ وَلَا سَهْمًا فِيهِ حَدِيدَةٌ إِلَّا نَزَعْنَاهُ وَأَلْقَيْنَاهُ شَهْرَ رَجَبٍ وَسَمِعْتُ أَبَا رَجَاءٍ يَقُولُ كُنْتُ يَوْمَ بُعِثَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غُلَامًا أَرْعَى الْإِبِلَ عَلَى أَهْلِي فَلَمَّا سَمِعْنَا بِخُرُوجِهِ فَرَرْنَا إِلَى النَّارِ إِلَى مُسَيْلِمَةَ الْكَذَّابِ

Shahih Bukhari 4027: “Telah menceritakan kepada kami [Ash Shalt bin Muhammad] dia berkata: Aku mendengar [Mahdi bin Maimun] berkata: aku mendengar [Abu Raja’ Al Atharidi] berkata: Dulu kami menyembah batu. Apabila kami mendapatkan batu yang lebih baik, maka kami melemparkannya dan mengambil yang lain. Dan apabila kami tidak menemukan batu, kami mengumpulkan segenggam tanah, lalu kami bawakan seekor kambing kemudian kami peraskan susu untuknya. Lalu kami thawaf dengannya. Apabila datang bulan Rajab, kami mengatakan: “Tidak ada peperangan.” Maka kami tidak membiarkan tombak maupun panah yang tajam kecuali kami cabut dan kami lemparkan sebagai pengagungan terhadap bulan Rajab. Dan aku mendengar Abu Raja berkata: pada hari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus, aku pada waktu itu sebagai seorang anak penggembala unta milik keluargaku. Tatkala kami mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdakwah, kami lari ke neraka, yaitu ke Musailamah Al Kadzab.”

Bulan Rajab juga dipahami sebagai masa memperbanyak ibadah, memperbaiki hubungan dengan sesama, dan menyucikan hati sebelum memasuki bulan Sya’ban dan Ramadan.

Baca Juga:  Tata Cara dan Niat Salat Taubat beserta Doanya

Dalam sebuah riwayat dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda:

قِيْلَ لِرَسُوْلِ اللهِ لِمَ سُمِيَ رَجَبَ؟ قَالَ: لأنَّهُ يُتَرَجَّبُ فِيهِ خَيْرٌ كَثِيرٌ لِشَعْبَانَ وَرَمَضَانَ

Artinya: Dikatakan kepada Rasulullah: Kenapa (bulan Rajab) dinamakan Rajab?’ Rasulullah menjawab: Karena sungguh banyak di dalamnya kebaikan untuk bulan Sya’ban dan Ramadan. (Imam Abu Muhammad al-Khalal, Fadhailu Sayahri Rajab, [Lebanon, Beirut, Dar Ibnu Hazm, cetakan pertama: 1996 H/1416 H], halaman: 47).

Keutamaan Isra Mikraj dan Perintah Salat

Peristiwa Isra Mikraj memperingati perjalanan Nabi Muhammad saw dari Masjidil Haram ke Masjid Al-Aqsa hingga ke Sidratulmuntaha.

Perjalanan ini menjadi titik turunnya kewajiban salat lima waktu bagi umat Islam.

Perjalanan tersebut tertulis dalam QS. Al-Isra ayat 1:

سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ ۝١

Artinya: “Mahasuci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”

Dalam riwayat lain, disebutkan bahwa Rasulullah menggunakan kendaraan bernama Buraq, dan peristiwa ini terjadi dalam waktu kurang dari semalam.

Isra Mikraj juga menjadi penguat bagi Nabi Muhammad saw yang saat itu berada dalam masa duka, setelah wafatnya Khadijah dan Abu Thalib.

Salat sebagai Mikraj Kaum Beriman

Khatib mengingatkan bahwa salat adalah ibadah utama yang menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah. Seperti dijelaskan dalam sebuah adagium:

الصَّلاَةُ مِعْرَاجُ الْمُؤْمِنِيْنَ

Artinya: “Salat adalah mi‘raj (sarana naik/mendekat) bagi orang-orang beriman.”

Dalam khutbah juga dikutip hadits riwayat Muslim:

Baca Juga:  Tata Cara dan Niat Sholat Tolak Bala Rebo Wekasan

أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعْبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ

Artinya: “Sedekat-dekatnya seorang hamba dengan Tuhannya adalah ketika ia bersujud, maka perbanyaklah doa.”

Khutbah Jumat (9/1) yang bertema keagamaan ini menekankan pentingnya mengisi bulan Rajab dengan amal saleh, menjauhkan diri dari permusuhan, serta memperbanyak doa dan ibadah menjelang datangnya Ramadan.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending