Lifestyle
Khutbah Jumat Hari Ini, Angkat Tema tentang Hari Santri Nasional
Khutbah Jumat Hari Santri Nasional 2025 ajak umat meneladani perjuangan santri dan ulama dalam menjaga NKRI.
MPN Indonesia 24 Oktober 2025 - Khutbah Jumat pada hari ini, Jumat (24/10) di berbagai masjid di Indonesia mengangkat dua tema utama dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2025.
Tema pertama diangkat sejalan dengan momentum Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober.
Melalui tema ini, disampaikan pesan tentang semangat kebangsaan dan kontribusi besar santri dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Sementara tema kedua menyoroti pentingnya menuntut ilmu agama secara benar di tengah derasnya arus informasi digital saat ini.
Hari Santri Nasional tahun ini mengusung tema Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia.
Khutbah Jumat dengan tema ini menekankan pentingnya meneladani perjuangan para ulama dan santri, seperti KH Hasyim Asy’ari yang pernah menyerukan resolusi jihad melawan penjajah demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Momentum ini juga digunakan untuk memperkuat semangat cinta tanah air serta meneguhkan peran santri sebagai tonggak perdamaian dan penggerak peradaban.
Di sisi lain, khutbah Jumat dengan tema Kewajiban Mencari Ilmu di Era Digital juga dapat sampaikan sebagai tema hari ini.
Tema ini relevan dengan situasi masyarakat saat ini, di mana kemudahan mengakses informasi agama melalui media digital sering tidak disertai dengan pemahaman yang benar.
Materi Khutbah tentang Hari Santri Nasional
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ،
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن.
أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: لَقَدْ جَاۤءَكُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ . فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۗ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ
Hadirin Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah……
Marilah kita panjatkan puji syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala atas kelimpahan nikmat Islam, iman, dan kesehatan, sehingga kita dapat berkumpul di hari penuh keberkahan.
Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah saw, Nabi terakhir panutan umat Islam. Semoga kita termasuk umat beliau yang mendapatkan syafaat di hari kiamat nanti. Aamiin ya rabbal ‘alamin.
Dari sekian banyak nikmat yang kita rasakan, nikmat kemerdekaan adalah salah satu hal yang patut disyukuri. Para ulama, tokoh bangsa, serta para santri telah berjuang melawan penjajah dengan semangat meneriakkan slogan perjuangan “isy kariinab au mut syahidan”, hidup mulia atau mati syahid.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah…..
Hari Santri Nasional tidak semata untuk perayaan seremonial, melainkan menjadi momentum untuk memperkuat rasa cinta terhadap tanah air dan menumbuhkan kedamaian di negeri ini.
Rasulullah saw pun mencontohkan kecintaan yang mendalam terhadap tanah kelahirannya, sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat At-Tirmidzi:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا أَطْيَبَكِ مِنْ بَلْدَةٍ وَأَحَبَّكِ إِلَيَّ. وَلَوْ أَنَّ قَوْمِيْ أَخْرَجُوْنِيْ مِنْكِ مَا سَكَنْتُ غَيْرَكِ. رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ
Artinya: “Dari Ibnu Abbas RA ia berkata, Rasulullah SAW bersabda: Alangkah indahnya engkau (Makkah) menjadi satu negeri dan menjadi (negeri) yang paling aku cinta. Seandainya kaumku (tidak) mengusirku darimu, niscaya aku tidak akan mendiami (negeri) selainmu” (HR. At-Tirmidzi/3629)
Ditegaskan pula dalam QS An-Nisa’ ayat 66 dan QS Al-Hujurat ayat 13 bahwa cinta terhadap tanah air dan menjaga perdamaian merupakan bagian dari ketakwaan.
وَلَوْ اَنَّا كَتَبْنَا عَلَيْهِمْ اَنِ اقْتُلُوْٓا اَنْفُسَكُمْ اَوِ اخْرُجُوْا مِنْ دِيَارِكُمْ مَّا فَعَلُوْهُ اِلَّا قَلِيْلٌ مِّنْهُمْۗ وَلَوْ اَنَّهُمْ فَعَلُوْا مَا يُوْعَظُوْنَ بِهٖ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ وَاَشَدَّ تَثْبِيْتًاۙ
walau annâ katabnâ ‘alaihim aniqtulû anfusakum awikhrujû min diyârikum mâ fa‘alûhu illâ qalîlum min-hum, walau annahum fa‘alû mâ yû‘adhûna bihî lakâna khairal lahum wa asyadda tatsbîtâ
Artinya: “Sendainya Kami perintahkan kepada mereka (orang-orang munafik), “Bunuhlah dirimu atau keluarlah kamu dari kampung halamanmu,” niscaya mereka tidak akan melakukannya, kecuali sebagian kecil dari mereka. Seandainya mereka melaksanakan pengajaran yang diberikan kepada mereka, sungguh itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka)”. (QS An-Nisa’:66)
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah………..
Sebagai umat Islam, kita diperintahkan untuk menebarkan kedamaian dan menjaga persatuan. Indonesia adalah negeri yang kaya akan suku, budaya, dan agama. Semua harus dihormati dan dijaga dalam bingkai persaudaraan.
Sebagaimana firman Allah dalam Qur’an surah Al-Hujurat ayat 13:
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْاۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ
yâ ayyuhan-nâsu innâ khalaqnâkum min dzakariw wa untsâ wa ja‘alnâkum syu‘ûbaw wa qabâ’ila lita‘ârafû, inna akramakum ‘indallâhi atqâkum, innallâha ‘alîmun khabîr
Artinya: “Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahateliti”. (QS Al-Hujurat:13).
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah……
Peringatan Hari Santri mengingatkan kita agar selalu mencintai negeri dan menjaga kedamaian. Mari kita teladani perjuangan para santri, ulama, dan pahlawan yang telah berkorban demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Materi Khutbah tentang Kewajiban Menuntut Ilmu
Hadirin sidang Jumat rahimakumullah,
Pada hari Jumat yang penuh keberkahan ini, marilah kita terus berupaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT dengan senantiasa istiqamah melaksanakan segala perintah-Nya serta menjauhi segala larangan-Nya.
Dalam Al-Qur’an, Allah SWT menegaskan bahwa Dia akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan memiliki ilmu pengetahuan.
Sebagaimana firman-Nya dalam surat Al-Mujadalah ayat 11:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah SWT. akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah SWT akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha teliti apa yang kamu kerjakan.”
Ayat tersebut menunjukkan betapa tingginya kedudukan ilmu dalam ajaran Islam. Melalui ilmu, seseorang dapat mencapai kemuliaan baik di dunia maupun di akhirat. Terlebih lagi, ilmu agama menjadi fondasi penting dalam menyempurnakan ibadah serta membentuk akhlak yang mulia.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Kita perlu berhati-hati menghadapi fenomena yang terjadi di era digital saat ini.
Banyak di antara kita yang merasa cukup menimba ilmu agama hanya melalui media sosial atau video singkat di internet, tanpa belajar langsung kepada para ulama yang memiliki keilmuan dan otoritas.
Akibatnya, muncul sosok-sosok “ustaz instan” yang menyampaikan ajaran agama tanpa landasan ilmu yang kokoh.
Padahal Rasulullah SAW telah memperingatkan dalam hadis sahih:
اِنَّ اللهَ لاَ يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ الْعِبَادِ، وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّـى إِذَا لَمْ يَبْقَ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالاً فَسُئِلُوا، فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا.
Artinya: “Sesungguhnya Allah SWT tidak mencabut ilmu sekaligus dari para hamba, akan tetapi Allah SWT mencabut ilmu dengan mewafatkan para ulama, sehingga ketika tidak tersisa lagi seorang alim, maka manusia akan menjadikan orang-orang bodoh sebagai pemimpin, lalu mereka ditanya, kemudian mereka akan memberikan fatwa tanpa ilmu, maka mereka sesat lagi menyesatkan orang lain.”
Menuntut ilmu merupakan perjalanan panjang yang menuntut kesabaran, pengorbanan, dan keikhlasan.
Ilmu yang dipelajari dengan cara yang benar akan membentuk pribadi yang beradab, berakhlak mulia, serta membawa manfaat bagi sesama.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Marilah kita merenungkan kembali pesan berharga ini. Di tengah derasnya arus digital, tugas kita bukan hanya mencari informasi, tetapi berupaya menuntut ilmu yang benar dengan tuntunan para ulama serta disertai adab yang mulia.
بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
