Lifestyle
Musim Pancaroba Datang, Begini Cara Cegah Batuk dan Flu Menyerang
Perubahan cuaca ekstrem di musim pancaroba meningkatkan risiko batuk dan flu. BMKG mencatat suhu mencapai 37,6°C sebelum turun drastis dua hari kemudian.
MPN Indonesia 23 Oktober 2025 - Perubahan iklim dan cuaca ekstrem di musim pancaroba meningkatkan risiko penularan penyakit seperti batuk dan flu, baik pada anak-anak maupun orang dewasa.
Kondisi ini diperparah oleh penurunan kualitas udara serta perubahan suhu yang terjadi secara drastis dalam waktu singkat.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat suhu ekstrem mencapai 37,6°C melanda sejumlah wilayah pada Rabu (15/10), kemudian menurun ke kisaran 26-30°C dua hari setelahnya.
Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat.
Suhu panas sering memicu batuk kering, sementara udara dingin dan lembap dapat menimbulkan batuk berdahak.
Kombinasi antara suhu yang tidak stabil dan paparan polusi udara membuat masyarakat semakin rentan terhadap infeksi saluran pernapasan selama pancaroba.
Faktor Penyebab Batuk dan Flu di Musim Pancaroba
Beberapa faktor utama yang memicu meningkatnya kasus batuk dan flu selama masa peralihan musim meliputi:
1. Perubahan Suhu Mendadak
Cuaca yang berubah cepat dari panas terik menjadi hujan deras dapat menurunkan daya tahan tubuh.
Cuaca panas memicu batuk kering dan rasa gatal di tenggorokan, sedangkan udara dingin sering menyebabkan batuk berdahak dan flu.
2. Paparan Polusi Udara
Meski hujan dapat menurunkan konsentrasi debu dan kotoran, partikel polutan bisa kembali terangkat ke udara.
Udara lembap setelah hujan juga memperparah iritasi tenggorokan, terutama bagi orang yang sensitif terhadap debu dan jamur.
3. Kurangnya Hidrasi Tubuh
Cuaca panas meningkatkan risiko dehidrasi. Kekurangan cairan menyebabkan rongga mulut dan faring kering akibat berkurangnya produksi air liur, sehingga menimbulkan iritasi dan batuk kering.
Jenis dan Penyebab Batuk Berdahak
Batuk berdahak umum terjadi selama pancaroba akibat infeksi virus atau bakteri.
Ketika tubuh terinfeksi, produksi lendir meningkat untuk mengeluarkan organisme penyebab infeksi dari saluran pernapasan.
Karena itu, dahak perlu dibuang, bukan ditelan, agar proses pemulihan berjalan optimal.
Beberapa kondisi medis yang dapat menyebabkan batuk berdahak antara lain:
- Pneumonia: Batuk awalnya kering lalu menjadi berdahak dan bisa bercampur darah.
- Bronkitis: Menyebabkan batuk berdahak tebal dan berwarna.
- Asma: Batuk berdahak sering disertai sesak napas, terutama saat kambuh di malam hari.
Pengobatan dan Pencegahan
Penanganan batuk berdahak tergantung penyebabnya. Jika akibat infeksi virus seperti flu, cukup dengan istirahat dan menjaga asupan cairan.
Namun, bila disebabkan bakteri, diperlukan pengobatan antibiotik sesuai resep dokter.
Obat ekspektoran seperti guaifenesin dan bromhexine HCl juga dapat membantu mengencerkan dahak.
Langkah pencegahan yang disarankan:
- Menjaga tubuh tetap hangat dengan jaket dan minuman hangat.
- Istirahat cukup serta memperbanyak minum air putih.
- Menghindari kontak langsung dengan penderita batuk atau flu.
- Berkumur air garam tiga kali sehari.
Gejala Batuk yang Perlu Diwaspadai
Gejala batuk dapat bervariasi tergantung penyebabnya, seperti:
- Batuk kering atau berdahak
- Hidung tersumbat
- Sesak napas
- Rasa gatal di tenggorokan
- Demam
- Nyeri dada
- Dahak bercampur darah
Kapan Harus ke Dokter
Batuk yang berlangsung lebih dari tujuh hari atau disertai gejala berat perlu diperiksa lebih lanjut. Waspadai tanda-tanda berikut:
- Sesak napas
- Dahak kental berwarna hijau atau berdarah
- Pembengkakan di leher
- Penurunan berat badan tanpa sebab
- Demam tinggi dan nyeri kepala
Penyakit yang Berkaitan dengan Batuk Berkepanjangan
Beberapa penyakit serius yang ditandai dengan batuk lama antara lain, asma, tuberkulosis, bronkitis kronis, COVID-19, kanker paru-paru, PPOK, dan sarkoidosis.
Komplikasi Jika Tidak Ditangani
Batuk yang tidak segera ditangani dapat memicu komplikasi seperti kelelahan, sakit perut, sulit tidur, bahkan patah tulang rusuk akibat tekanan berulang saat batuk berat.
Pencegahan Umum Batuk dan Flu
Untuk menurunkan risiko batuk dan flu selama pancaroba, masyarakat disarankan untuk:
- Mencuci tangan secara rutin.
- Menggunakan masker saat sakit atau di tempat umum.
- Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
- Menghindari rokok.
- Menjalani vaksinasi flu atau pneumonia.
- Tidak berbagi barang pribadi dengan orang lain.
(ADN/NID/RAD)
-
Teknologi2 weeks agoNonton Film LK21 di HP? Ini Cara Streaming Legal lewat Android dan iPhone
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Subtitle Indonesia: 10 Platform Legal untuk Nonton Film Sub Indo
-
Teknologi3 weeks agoKenapa IDLIX Tidak Bisa Dibuka? Penyebab Domain Error hingga Diblokir
-
Politik4 weeks agoProfil dan Agama Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru yang Dilantik Prabowo
-
Teknologi2 weeks agoLK21 Drama Korea Sub Indo: Alternatif Legal untuk Nonton Drakor
-
Teknologi5 days agoLK21 Subtitle Indonesia Tidak Muncul? Begini Cara Cek Bahasa di Netflix, Prime Video dan Apple TV
-
Teknologi1 week agoLK21 Film Jepang Sub Indo: Di Mana Nonton Movie Jepang Legal?
-
Berita2 weeks agoProfil Martha Tilaar: Agama, Keluarga, dan Perjalanan Kariernya
