Connect with us

Lifestyle

Mengenal Fenomena Dunning-Kruger, Penyebab Karyawan Terlalu Percaya Diri di Tempat Kerja

Dunning–Kruger Effect adalah kondisi ketika seseorang merasa dirinya sangat kompeten padahal kemampuan sebenarnya masih terbatas.

Logompn

Published

on

Mengenal Fenomena Dunning Kruger, Penyebab Karyawan Terlalu Percaya Diri di Tempat Kerja
Mengenal Fenomena Dunning-Kruger, Penyebab Karyawan Terlalu Percaya Diri di Tempat Kerja. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 16 Juli 2026 - Pernah nggak sih kalian ketemu orang di tempat kerja yang paling banyak ngomong saat rapat dan paling pede soal kemampuannya, tapi pas hasil kerjanya dicek malah banyak salah?

Ternyata, fenomena ini ada penjelasan ilmiahnya dalam psikologi. Kondisi tersebut disebut Dunning–Kruger Effect, yaitu ketika seseorang merasa dirinya sangat kompeten padahal kemampuan sebenarnya masih terbatas.

Fenomena Dunning-Kruger Effect pertama kali diperkenalkan oleh ahli psikologi kognitif bernama David Dunning dan Justin Kruger di tahun 1999 sebagai bias kognitif.

Dunning-Kruger Effect terjadi ketika individu yang memiliki kemampuan rendah cenderung melebihkan kemampuan dirinya sendiri karena tidak mampu mengenali keterbatasan kompetensinya (Kruger & Dunning, 1999).

Hal ini tentu dapat memengaruhi kinerja tim. Rekan kerja mungkin sudah mempercayakan suatu tugas kepada orang tersebut, tetapi hasil yang diberikan justru tidak sesuai dengan ekspektasi.

Selain itu, individu dengan Dunning–Kruger Effect cenderung sulit menerima kritik dan umpan balik dari orang lain karena percaya dirinya ahli dalam bidang tersebut, tanpa benar-benar menyadari keterbatasan kemampuannya sendiri.

Mengapa Orang Kurang Kompeten Bisa Terlihat Paling Hebat?

Dunning–Kruger Effect adalah fenomena bias dalam cara berpikir seseorang yang terjadi ketika individu yang memiliki kemampuan rendah cenderung overestimate terhadap kemampuan dirinya sendiri.

Permasalahan utamanya bukan hanya karena “dia nggak bisa”, tetapi karena dia nggak sadar kalau dirinya nggak bisa.

Hal ini bisa terjadi karena kemampuan untuk melakukan suatu pekerjaan dengan baik merupakan kemampuan yang sama untuk mengevaluasi apakah pekerjaan tersebut sudah benar atau belum.

Baca Juga:  Partisipasi Kuliah Rendah, Lulusan Muda Lebih Tertarik Cari Kerja

Ketika individu memahami apa yang sedang dihadapi, maka individu tersebut dapat mengetahui apakah hal yang sedang dikerjakan sudah baik atau belum.

Sebaliknya, apabila individu tidak benar-benar memahami apa yang sedang dihadapi, tentu saja dia tidak menyadari apakah pekerjaannya salah atau tidak.

Menurut Pennycook et al. (2017), kondisi tersebut berkaitan dengan kegagalan metakognitif, yaitu ketidakmampuan individu untuk mengevaluasi kemampuan berpikir dan pengetahuannya secara akurat.

Menariknya, individu yang benar-benar kompeten justru kadang merasa minder. Hal tersebut bisa terjadi karena mereka memahami bahwa hal yang sedang dikerjakan jauh lebih kompleks dari yang terlihat.

Selain itu, mereka juga sadar bahwa masih banyak hal yang belum mereka ketahui sehingga lebih berhati-hati dan menyadari kemungkinan kesalahan dalam pekerjaannya.

Sebaliknya, orang dengan pengetahuan yang masih sedikit cenderung merasa semuanya terlihat simpel.

Hal ini membuat mereka menganggap pekerjaannya mudah, sulit mengevaluasi diri, cenderung tidak menerima kritik, dan tidak menyadari kekurangan yang dimilikinya.

Dampak terhadap Kinerja Tim

Contoh Dunning–Kruger Effect dapat terjadi dalam lingkungan kerja. Pada saat proses recruitment dan wawancara, terdapat kandidat yang melebih-lebihkan kemampuannya agar dapat diterima bekerja.

Namun, kenyataannya setelah diterima bekerja, kandidat tersebut justru kesulitan untuk melakukan tugas yang diberikan.

Individu merasa dirinya cukup kompeten di bidangnya, padahal kemampuan sebenarnya masih belum memadai untuk memenuhi tuntutan pekerjaan.

Dalam konteks dunia kerja, Gibbs et al. (2016) menjelaskan bahwa individu sering kali melakukan penilaian diri berdasarkan apa yang mereka pikir sudah mereka ketahui, bukan berdasarkan keseluruhan kemampuan yang sebenarnya dibutuhkan dalam suatu bidang.

Dalam organisasi modern, kesalahan penilaian terhadap kompetensi tidak hanya memengaruhi individu, namun juga berdampak pada efektivitas pengambilan keputusan, pembagian tugas, dan produktivitas tim.

Baca Juga:  Tips Menghadapi Burnout saat Bekerja

Ketika seseorang memiliki kepercayaan diri yang jauh lebih tinggi dibandingkan kompetensinya, organisasi berisiko menempatkan individu tersebut pada posisi yang tidak sesuai.

Akibatnya, kualitas pekerjaan yang dihasilkan dapat menurun dan proses kerja tim menjadi kurang efektif karena anggota tim lain harus mengoreksi atau membantu menyelesaikan tugas yang seharusnya dapat dikerjakan secara mandiri.

Kondisi tersebut dapat membuat rekan kerja merasa kesulitan dan memengaruhi kinerja tim perusahaan.

Ekspektasi terhadap karyawan baru yang diharapkan dapat membantu meringankan pekerjaan justru berubah menjadi beban tambahan karena hasil kerja yang diberikan tidak sesuai harapan.

Selain memengaruhi kinerja tim, Dunning–Kruger Effect juga dapat memengaruhi komunikasi dalam tim karena individu yang kurang kompeten cenderung melebihkan kemampuan dirinya dan kesulitan mengenali kompetensi orang lain (Kruger & Dunning, 1999).

Individu yang merasa dirinya paling kompeten cenderung sulit menerima kritik dan menganggap pekerjaannya sudah paling benar.

Orang yang tidak kompeten di bidangnya sering kali tidak menyadari apakah pekerjaannya sudah benar atau masih memiliki banyak kesalahan.

Kondisi ini tidak baik jika dipertahankan dalam jangka panjang di lingkungan perusahaan. Tim yang awalnya sehat dan produktif dapat ikut terpengaruh sehingga kinerja tim perlahan menurun.

Hubungan antar rekan kerja juga bisa menjadi tidak nyaman karena harus bekerja sama dengan individu yang lebih banyak berbicara dibandingkan menunjukkan performa kerja.

Pentingnya Self-Awareness dalam Dunia Kerja

Penting bagi perusahaan untuk segera menangani Dunning–Kruger Effect agar tidak semakin merugikan perusahaan.

Budaya kerja yang terbuka terhadap kritik dan masukan dapat membantu mengurangi kondisi ini.

Feedback rutin terhadap karyawan perlu dilakukan agar setiap individu dapat menyadari kekurangannya dan memiliki keinginan untuk terus belajar dari kesalahan sehingga kemampuannya dapat terus berkembang.

Baca Juga:  Menganggur Setelah Lulus, Anak Muda Bertahan di Tengah Ketidakpastian

Evaluasi kerja juga penting untuk menilai karyawan secara objektif agar penilaian tidak hanya berdasarkan rasa percaya diri, tetapi juga performa kerja yang nyata.

Tidak hanya dari perusahaan, setiap individu juga perlu memiliki kesadaran diri untuk terus belajar dan tidak cepat puas terhadap suatu hasil.

Pengetahuan tidak memiliki batas sehingga setiap orang perlu terbuka terhadap ilmu dan pengalaman baru agar dapat terus berkembang dan meningkatkan kualitas dirinya dalam dunia kerja.

Di era kerja yang menuntut kolaborasi dan pembelajaran berkelanjutan, kemampuan mengenali keterbatasan diri menjadi sama pentingnya dengan kompetensi teknis.

Organisasi membutuhkan individu yang tidak hanya percaya diri, tetapi juga mampu mengevaluasi dirinya secara realistis agar dapat terus berkembang dan berkontribusi secara optimal bagi tim.

Penulis: Erika Rizkita Maharani, Gracia Wijaya, dan Laila Meiliyandrie Indah Wardani dari Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong
Berita6 minutes ago

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong

Kebakaran Pemukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus
Berita13 minutes ago

Kebakaran Permukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen
Berita38 minutes ago

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan
Selebriti47 minutes ago

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram
Ekonomi54 minutes ago

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa
Kriminal1 hour ago

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open
Olahraga1 hour ago

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open 2026

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada
Internasional2 hours ago

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun
Ekonomi3 hours ago

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun
Ekonomi3 hours ago

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik, Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun

Roma vs Cagliari 4 2 Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan
Olahraga3 hours ago

Roma vs Cagliari 4-2: Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api, Diduga Berasal dari Pantograf
Viral3 hours ago

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api dan Asap di Stasiun Jakarta Kota, Penumpang Panik

Sassuolo vs Lazio 2 6 Lazio Pesta Gol, Puncaki Klasemen Sementara Serie A
Olahraga4 hours ago

Sassuolo vs Lazio 2-6: Jay Idzes Tak Dimainkan, Lazio Puncaki Klasemen Sementara Serie A

Torino vs Como 1 3 i Lariani Comeback, Nico Paz Tampil Gemilang
Olahraga4 hours ago

Torino vs Como 1-3: I Lariani Comeback, Nico Paz Tampil Gemilang

PSS vs Borneo 1 2 Bermain 10 Pemain, Super Elang Jawa Tak Mampu Tahan Serangan Pesut Etam
Olahraga4 hours ago

PSS vs Borneo 1-2: Bermain 10 Pemain, Super Elang Jawa Tak Mampu Tahan Serangan Pesut Etam

Trending