Connect with us

Lifestyle

Mengenal Penyakit Campak: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati

Campak merupakan penyakit menular akibat infeksi saluran pernapasan. Penyakit ini sangat menular dan umumnya menyerang anak-anak.

Logompn

Published

on

Mengenal Penyakit Campak Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati
Mengenal Penyakit Campak: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 6 Maret 2026 - Campak merupakan penyakit menular akibat infeksi saluran pernapasan. Penyakit ini sangat menular dan umumnya menyerang anak-anak.

Penyebaran penyakit campak terjadi melalui kontak langsung dengan penderita atau melalui udara.

Virus morbillivirus masuk ke dalam tubuh melalui hidung, mulut, atau mata, lalu menyebar melalui darah ke berbagai organ tubuh, termasuk kulit dan sistem saraf pusat.

Masa inkubasi berlangsung antara 6 hingga 21 hari, dan gejala umumnya mulai timbul 7–14 hari setelah paparan virus.

Apa Penyebab Penyakit Campak?

Campak disebabkan oleh virus rubeola, anggota genus morbillivirus dari keluarga paramyxoviridae.

Penularan campak terjadi melalui percikan liur (droplets) dari mulut dan hidung penderita, kontak langsung dengan penderita, dan menyentuh permukaan atau benda yang terkontaminasi lalu menyentuh wajah.

Setelah masuk melalui saluran napas, virus menginfeksi sistem kekebalan dan menyebar melalui darah ke berbagai organ tubuh.

Virus ini sangat menular, terutama di lingkungan padat seperti sekolah atau fasilitas penitipan anak. Manusia merupakan satu-satunya inang alami virus ini.

Adapun beberapa faktor yang meningkatkan risiko tertular campak antara lain:

  • Belum pernah menerima vaksin campak
  • Bepergian ke daerah dengan cakupan imunisasi rendah
  • Kekurangan vitamin A
  • Tinggal bersama penderita campak
  • Sistem imun lemah (misalnya pada penderita HIV/AIDS atau kanker)

Apa yang Dirasakan saat Terkena Campak?

Saat terkena campak, penderita akan merasakan gejala-gejala sebagai berikut:

1. Masa Inkubasi (10–14 Hari setelah Terpapar)

Tidak menunjukkan gejala.

Baca Juga:  Sebanyak 29 Pria yang Terlibat Pesta Gay di Surabaya Positif HIV/AIDS

2. Fase Prodromal (Gejala Awal)

  • Demam tinggi (hingga 40°C)
  • Batuk kering, pilek
  • Mata merah dan sensitif terhadap cahaya
  • Muncul bintik-bintik putih kecil disertai dasar merah di dalam mulut

3. Fase Erupsi (Ruam)

  • Muncul ruam merah dari belakang telinga ke seluruh tubuh
  • Ruam menyatu membentuk bercak besar
  • Demam masih tinggi

4. Fase Penyembuhan

  • Ruam memudar, berubah kecokelatan, dan mengelupas
  • Batuk dan lemah bisa berlangsung lebih lama
  • Sistem imun tetap lemah untuk beberapa waktu

Cara Mengobati Campak

Campak tidak memiliki pengobatan khusus karena penyakit ini disebabkan oleh virus. Penyakit itu bisa sembuh dengan sendirinya.

Namun, ada beberapa perawatan yang bisa dilakukan untuk meredakan gejalanya, seperti:

  • Banyak minum air atau ASI untuk mencegah dehidrasi bagi anak
  • Istirahat cukup dan hindari sinar matahari langsung
  • Konsumsi obat pereda demam seperti paracetamol
  • Konsumsi makanan lunak dan bergizi
  • Kompres hangat jika mata iritasi
  • Suplemen vitamin A sesuai anjuran dokter

Untuk pasien yang belum pernah divaksin, pemberian vaksin campak dalam 72 jam setelah paparan bisa membantu meredakan gejala.

Suntikan antibodi juga dapat diberikan dalam waktu 6 hari setelah paparan pada bayi, ibu hamil, dan penderita imun lemah.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending