Connect with us

Lifestyle

Tips Atur Pola Tidur saat Puasa Biar Gak Ngantuk di Siang Hari!

Ketahui tips mengatur pola tidur selama puasa agar tubuh tetap bugar dan tidak mengantuk saat beraktivitas di siang hari.

Logompn

Published

on

Tips Atur Pola Tidur saat Puasa Biar Gak Ngantuk di Siang Hari!
Tips Atur Pola Tidur saat Puasa Biar Gak Ngantuk di Siang Hari! Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 8 Maret 2026 - Selama bulan Ramadan, banyak orang mengalami perubahan pola tidur karena harus bangun dini hari untuk sahur dan menjalani ibadah malam seperti salat Tarawih.

Perubahan ini kerap memicu kantuk berlebih di siang hari dan menurunkan produktivitas.

Agar kesehatan fisik tetap terjaga selama berpuasa, penting untuk mengatur ulang jam tidur agar tubuh tetap bugar dan tidak mengantuk saat beraktivitas.

Mengantuk di siang hari saat puasa terjadi karena terganggunya ritme sirkadian atau jam biologis tubuh.

Selain itu, aktivitas sosial dan ibadah yang meningkat pada malam hari turut berkontribusi terhadap kurangnya waktu istirahat.

Dikutip MPN Indonesia melalui Labcito, berikut tips mengatur pola tidur selama puasa.

Tidur Lebih Awal usai Tarawih

Usai berbuka puasa dan menunaikan salat Tarawih, disarankan untuk segera tidur tanpa menunda dengan aktivitas seperti menonton TV, bermain ponsel, atau makan berat larut malam.

Tidur lebih awal akan memberikan waktu istirahat cukup sebelum bangun sahur.

Rekomendasi waktu tidur malam adalah mulai pukul 21.00 atau 22.00 agar bisa bangun sekitar pukul 03.30–04.00 untuk sahur.

Tidur Siang Singkat Tingkatkan Konsentrasi

Jika tidur malam tidak cukup, tidur siang atau power nap selama 20–30 menit sangat disarankan.

Tidur siang ini ideal dilakukan setelah salat Zuhur atau saat jam istirahat kerja untuk mengisi ulang energi dan menjaga fokus.

Baca Juga:  Mengenal Rukun Puasa dan Syarat Wajibnya yang Harus Kamu Tahu

Tidur siang terlalu lama sebaiknya dihindari karena bisa mengganggu waktu tidur malam hari.

Tidur Setelah Subuh, dengan Jeda dari Sahur

Tidur kembali setelah salat Subuh diperbolehkan, namun perlu diberi jeda minimal 1–2 jam setelah sahur untuk mencegah risiko GERD.

Waktu ini dapat dimanfaatkan untuk beribadah atau menyelesaikan pekerjaan ringan sebelum beristirahat kembali. Idealnya, tidur setelah Subuh dilakukan antara pukul 05.00 hingga 06.00 atau 07.00.

Konsistensi Jam Tidur dan Bangun

Menjaga konsistensi jadwal tidur dan bangun setiap hari, termasuk di akhir pekan, membantu tubuh beradaptasi dengan pola Ramadan.

Ini akan memperbaiki kualitas tidur dan membantu ritme biologis tetap stabil. Jika biasanya tidur pukul 23.00, majukan waktu tidur menjadi pukul 21.30 atau 22.00 secara bertahap.

Ciptakan Lingkungan Tidur yang Nyaman

Kondisi kamar tidur yang sejuk, gelap, dan tenang sangat penting untuk mendukung kualitas tidur.

Gunakan kasur dan bantal yang nyaman, hindari suara bising, dan kurangi cahaya terang.

Teknik relaksasi seperti aromaterapi atau mendengarkan suara alam juga bisa membantu tubuh lebih cepat tertidur.

Batasi Paparan Gadget sebelum Tidur

Paparan cahaya biru dari perangkat elektronik seperti ponsel, laptop, dan televisi dapat mengganggu produksi hormon melatonin. Karena itu, hindari penggunaan gadget setidaknya 30–60 menit sebelum tidur.

Sebagai gantinya, membaca buku atau meditasi ringan dapat membantu menenangkan pikiran.

Kurangi Konsumsi Kafein, Gula, dan Makanan Berat

Menghindari makanan tinggi kalori, gula, dan kafein di malam hari penting untuk menjaga kualitas tidur.

Minuman seperti kopi, teh, dan soda dapat bertahan dalam tubuh selama beberapa jam dan menghambat tidur.

Makanan berlemak dan pedas juga bisa menyebabkan gangguan pencernaan dan heartburn, sehingga membuat sulit tertidur.

Baca Juga:  Benarkah Olahraga Boleh Membuat Kita Bebas Makan Apa Saja? Ini Penjelasannya!

Lakukan Aktivitas Fisik Ringan

Aktivitas fisik ringan seperti jalan kaki atau jogging setelah berbuka atau sebelum tidur dapat membantu tubuh lebih rileks.

Hindari olahraga berat menjelang tidur karena bisa menaikkan detak jantung dan membuat sulit beristirahat.

Berhenti Merokok untuk Hindari Insomnia

Merokok setelah berbuka puasa dapat memengaruhi kualitas tidur.

Studi dalam jurnal Sleep Health (2020) menunjukkan bahwa merokok di malam hari berkaitan dengan insomnia dan pengurangan waktu tidur.

Oleh karena itu, berhenti merokok bisa menjadi langkah efektif untuk menjaga pola tidur selama Ramadan.

Sesuaikan Durasi Tidur dengan Kebutuhan Tubuh

Orang dewasa umumnya membutuhkan tidur selama 7–9 jam per malam.

Ketika Ramadan tiba, pola tidur dapat diatur ulang dengan membaginya menjadi beberapa sesi, seperti tidur lebih cepat di malam hari serta menambah waktu tidur siang sebagai pengganti jam tidur yang berkurang.

Dengan mengatur pola tidur secara konsisten, puasa dapat dijalani dengan tubuh yang lebih segar dan kesehatan fisik yang tetap terjaga sepanjang Ramadan.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Daftar 7 Pemain Diaspora yang Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia
Olahraga6 minutes ago

Jelang Piala Asia 2027, Ini Daftar 7 Pemain yang Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong
Berita25 minutes ago

Kebakaran Rumah di Menteng Jakpus, 38 Warga Mengungsi ke Lahan Kosong

Kebakaran Pemukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus
Berita32 minutes ago

Kebakaran Permukiman di Mappi Papua Selatan, 60 Unit Rumah Hangus

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen
Berita57 minutes ago

Peringati Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Beri Diskon Tambahan 50 Persen

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan
Selebriti1 hour ago

Annie Areeya, Wanita yang Disebut Dekat dengan Aisar Khaled Benarkan Chat yang Beredar soal Hamil dan Suruhan Gugurkan Kandungan

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram
Ekonomi1 hour ago

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Rp20.000 per Gram

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa
Kriminal1 hour ago

Oknum Polisi di Riau Diduga Habisi Ibu Kandung, Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open
Olahraga2 hours ago

Tampil Perkasa, Janice Tjen Lolos 16 Besar di Guangzhou Open 2026

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada
Internasional2 hours ago

Keturunan Indonesia, Alvin Tedjo Resmi Terpilih jadi Wali Kota Mississauga Kanada

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun
Ekonomi3 hours ago

Harga Perak Antam Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Dua Hari Beruntun

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun
Ekonomi3 hours ago

Harga Minyak Dunia Hari Ini 28 Oktober 2026 Naik, Kembali Dekati Level Tertinggi dalam Empat Tahun

Roma vs Cagliari 4 2 Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan
Olahraga4 hours ago

Roma vs Cagliari 4-2: Sempat Tertinggal, Roma Berhasil Balikkan Keadaan

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api, Diduga Berasal dari Pantograf
Viral4 hours ago

KRL Jakarta-Bogor Keluarkan Percikan Api dan Asap di Stasiun Jakarta Kota, Penumpang Panik

Sassuolo vs Lazio 2 6 Lazio Pesta Gol, Puncaki Klasemen Sementara Serie A
Olahraga4 hours ago

Sassuolo vs Lazio 2-6: Jay Idzes Tak Dimainkan, Lazio Puncaki Klasemen Sementara Serie A

Torino vs Como 1 3 i Lariani Comeback, Nico Paz Tampil Gemilang
Olahraga4 hours ago

Torino vs Como 1-3: I Lariani Comeback, Nico Paz Tampil Gemilang

Trending