Connect with us

Lifestyle

Stres Berat Bisa Picu Diabetes dan Hipertensi, Ini Kata Dokter!

Dr Tirta jelaskan pentingnya manajemen stres untuk mencegah diabetes dan hipertensi meski jalani pola hidup sehat.

Logompn

Published

on

Stres berat bisa picu diabetes dan hipertensi, ini kata dokter!
Stres bisa mengakibatkan diabetes dan hipertensi. Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 8 Juni 2025 - Manajemen stres sangat penting untuk mencegah penyakit kronis, seperti diabetes dan hipertensi.

Dalam penjelasan melalui kanal YouTube Tirta PengPengPeng, dr Tirta menegaskan bahwa stres berat yang tidak tertangani dengan baik dapat mengganggu kesehatan secara menyeluruh, bahkan bagi mereka yang telah menjalani pola hidup sehat.

“Atur manajemen stres yang terbaik. Karena kalau stresmu tidak dikontrol dengan baik, walau kamu menjaga hidup sehat, walaupun kamu olahraga, kamu akan tetap berpotensi kena dua penyakit ini. Karena kesehatan itu bukan soal jasmani, kesehatan juga soal psikologis,” ujarnya, dikutip MPN Indonesia pada Kamis (5/6).

Stres kronis disebut dr Tirta sebagai pemicu utama peningkatan kadar gula darah dan tekanan darah, akibat dari lonjakan hormon kortisol dan adrenalin dalam tubuh.

Produksi berlebihan dari kedua hormon ini dapat mengaktifkan sistem saraf simpatis dan sistem hipotalamus-hipofisis-adrenal secara terus-menerus.

Meskipun individu telah menjaga konsumsi makanan sehat dan rutin berolahraga, tanpa manajemen stres yang memadai, risiko terhadap penyakit metabolik tetap tinggi.

“Karena beban kerjanya tinggi, dia tidak berusaha meletakkan, akhirnya beban kerja tersebut membebani pikiran stress level tinggi,” tambah dr Tirta.

Ia menekankan bahwa kesehatan tidak hanya fisik, tetapi juga mencakup aspek mental dan emosional.

Mekanisme Stres dalam Memicu Penyakit Kronis

Dalam penjelasan lebih lanjut, dr Tirta memaparkan mekanisme fisiologis yang terjadi ketika seseorang mengalami stres berkepanjangan.

“Stres apapun ke dalam tubuh ya itu akan diurusnya oleh dua sistem,” jelas dr Tirta.

Dua sistem tersebut antara lain, sistem saraf simpatis dan sistem hipotalamus-hipofisis-adrenal.

Baca Juga:  Mengenal Batu Saluran Kemih: Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya!

Keduanya akan mengaktifkan respons tubuh melalui pelepasan hormon adrenalin dan kortisol.

Kedua hormon ini memiliki efek jangka pendek yang bermanfaat, namun jika dibiarkan terus-menerus aktif, dapat meningkatkan glukoneogenesis dan vasokonstriksi yang berujung pada lonjakan kadar gula darah dan tekanan darah.

Kondisi ini menyoroti pentingnya tidak mengabaikan kesehatan mental sebagai bagian integral dari kesehatan fisik.

Tips Mengelola Stres untuk Menunjang Kesehatan Fisik

Untuk mengatasi dampak negatif stres, dr Tirta menyarankan beberapa strategi manajemen stres seperti mengambil jeda dari pekerjaan, melakukan meditasi aktif atau pasif, berbicara dengan psikolog, sahabat, atau menekuni hobi.

Ia menekankan bahwa meminta bantuan bukanlah tanda kelemahan.

“Bisa cerita ke psikiater atau psikolog, lakukan hobi yang menyenangkan, contoh ada yang dengan mancing ada yang dengan ngopi,” paparnya.

Penekanan diberikan pada pentingnya kesadaran individu untuk mengenali dan mengelola beban mental agar tidak mengganggu kesehatan secara menyeluruh.

Menurutnya, hidup sehat masa kini tidak bisa hanya mengandalkan pola makan dan olahraga semata, tetapi juga perlu menjaga kestabilan mental dan emosional.

Dengan demikian, dr Tirta menegaskan bahwa pengelolaan stres yang tepat dapat berperan penting dalam pencegahan diabetes dan darah tinggi.

(ADN/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending