Connect with us

Otomotif

12 Penyebab Motor Susah Distarter, Ternyata Biang Keroknya Bukan cuma Aki!

Berikut adalah 12 penyebab utama motor susah distarter beserta tips perawatannya.

Logompn

Published

on

12 Penyebab Motor Susah Distarter, Ternyata Biang Keroknya Bukan cuma Aki!
12 Penyebab Motor Susah Distarter, Ternyata Biang Keroknya Bukan cuma Aki! | Gambar: Ilustrasi Canva

MPN Indonesia 12 Mei 2026 - Masalah motor yang sulit dihidupkan, baik melalui electric starter maupun kick starter (engkol), seringkali membuat pengendara panik, terutama saat sedang terburu-buru.

Aki sering menjadi “tertuduh” utama ketika sistem starter tidak merespons.

Namun, bagi Anda yang baru saja mengganti aki dan tetap mengalami kendala serupa, penting untuk memahami bahwa masalahnya bisa terletak pada komponen mesin atau sistem kelistrikan lainnya.

Penyebab motor susah menyala sangat beragam, mulai dari masalah sepele seperti kotoran hingga kerusakan mekanis pada bagian dalam mesin.

Berikut adalah 12 penyebab utama motor susah distarter yang perlu Anda waspadai.

Penyebab Motor Susah Distarter

1. Masalah pada Soket dan Kabel

Korsleting atau soket yang longgar pada sistem kelistrikan dapat menghambat aliran arus.

Faktor penyebabnya bisa karena getaran mesin, usia kabel yang sudah tua, kabel terbakar, hingga kerusakan akibat gigitan tikus.

2. Dinamo Starter Bermasalah

Jika dinamo starter mengalami keausan akibat faktor usia, tenaga yang dihasilkan tidak akan cukup untuk memutar mesin.

Pada motor matic, gejala kerusakan ini biasanya ditandai dengan munculnya suara gemeretak di area dinamo.

3. Kontak Starter Kotor

Paparan debu, kotoran, dan air hujan bisa menumpuk dan menimbulkan kerak pada kontak starter.

Kerak ini menghalangi aliran listrik sehingga busi tidak bisa bekerja secara optimal untuk memantik mesin.

Baca Juga:  Mengapa Motor Tiba-Tiba Mati saat Jalan?

4. Busi Lemah atau Kotor

Busi yang sudah aus, kotor, atau kabelnya longgar akan menghasilkan percikan api yang lemah.

Akibatnya, campuran bahan bakar dan udara di ruang bakar tidak bisa terpicu dengan sempurna.

5. Kompresi Mesin Bocor

Kebocoran kompresi bisa disebabkan oleh klep yang aus atau ring piston yang tidak lagi rapat. Salah satu tandanya adalah tekanan engkol (kick starter) terasa sangat ringan saat diinjak.

6. Sekring Terputus

Sekring berfungsi sebagai pembatas arus dan pengaman jika terjadi korsleting. Jika sekring putus, maka sistem starter tidak akan berfungsi sama sekali.

7. Bendik Rusak

Bendik berperan menghubungkan flywheel dengan gigi starter untuk menghidupkan mesin. Jika komponen ini aus, gerakan gigi akan terhambat dan motor gagal menyala.

8. Masalah pada Sistem Injeksi

Penyumbatan atau kerusakan pada sensor injeksi menyebabkan pencampuran bahan bakar dan udara menjadi tidak sempurna.

Hal ini otomatis membuat mesin sulit melakukan proses pembakaran awal.

9. Karburator Kemasukan Air

Bagi motor yang masih menggunakan karburator, air bisa masuk melalui celah tali gas.

Air yang tercampur di ruang bahan bakar harus segera dikeluarkan agar motor bisa distarter kembali.

10. Switch Rem Rusak

Khusus pada motor matic, switch rem berfungsi memutus arus listrik jika standar samping diturunkan atau saat tuas rem tidak ditekan.

Jika komponen ini rusak, sistem starter tidak akan bereaksi meskipun tombol ditekan.

11. Kondisi Bahan Bakar

Tangki yang sering dibiarkan kosong bisa memicu karat dan merusak pompa bahan bakar karena sering kepanasan.

Selain itu, penggunaan bahan bakar campuran atau yang terkontaminasi juga berisiko tinggi menghambat mesin menyala.

12. Oli Mesin Kotor atau Habis

Oli yang sudah terlalu lama tidak diganti atau volumenya kurang akan memengaruhi proses kompresi. Hal ini membuat mesin terasa tidak responsif dan sulit dihidupkan.

Baca Juga:  Persneling Mobil Terasa Berat? Ini Biang Kerok dan Solusinya

Tips Perawatan

Agar terhindar dari masalah mogok mendadak, para pemilik kendaraan disarankan untuk melakukan langkah-langkah berikut:

  • Service Rutin: Membantu mendeteksi potensi kerusakan pada komponen seperti dinamo dan sistem kelistrikan sebelum benar-benar rusak.
  • Cek Tegangan Aki: Gunakan multimeter untuk memastikan tegangan aki berada di atas 12 volt.
  • Gunakan Oli Sesuai Spesifikasi: Penggunaan oli yang tepat akan menjaga performa dan suhu mesin tetap optimal.

(AKM/NID/RAD)

MPN adalah platform media digital yang berdedikasi menyatukan suara dari seluruh Indonesia dengan konten yang akurat, seimbang, dan menginspirasi

Trending